5 Alasan Utama untuk Berhenti Merokok

Setiap perokok tahu bahwa mereka menghadapi resiko tinggi terhadap berbagai penyakit serius yang bisa ditimbulkan oleh rokok dan kebiasaan merokok. Kita semua tahu merokok dapat banyak masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, kanker paru-paru, stroke, dan lain sebagainya. Pengetahuan tersebut bukanlah hal baru, dan telah tersosialisasikan secara luas di dunia.

Penyangkalan pribadi
Semua perokok memiliki ‘harapan rahasia’ dalam diri masing-masing, berharap mereka dapat terhindar dari penyakit atau masalah kesehatan yang mengikuti mereka akibat dari kecanduan nikotin. Mereka mengatakan pada diri sendiri –dan juga pada orang lain– bahwa mereka akan berhenti merokok pada waktunya nanti dan akan terbebas dari berbagai ancaman penyakit.

Tapi dengan catatan sekitar empat juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya akibat dari penggunaan tembakau, mengehentikan kebiasaan merokok bukanlah hal yang bisa menunggu. Jika statistik di atas belum cukup, kita bisa mengucapkannya dengan cara lain, bahwa kematian yang berhubungan dengan merokok terjadi setiap delapan detik, dalam 365 hari setahun.

5 alasan untuk menghentikan kebiasaan merokok

Penyakit Jantung
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi yang diakibatkan oleh merokok. Racun-racun yang berasal dari asap tembakau menyebabkan plak-plak, memenuhi dinding pembuluh arteri, dan menyebabkan atherosclerosis. Atherosclerosis dapat disebut dengan pengerasan pembuluh arteri, karena plak-plak akan membentuk struktur keras di sekitar pembuluh arteri.

Seiring waktu, plak-plak tersebut dapat menyumbat pembuluh arteri dan menyebabkan banyak masalah pada tubuh, khususnya serangan jantung.

Stroke
Stroke adalah penyebab kematian yang cukup tinggi. Di Amerika, stroke berada di urutan ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi. Dan, para perokok memiliki resiko 2,5 kali lebih tinggi terkena stroke daripada orang yang tidak merokok.

Kanker Paru-Paru
Kebiasaan menghisap tembakau sangat dekat dengan resiko kanker paru-paru, karena banyaknya racun yang masuk ke paru-paru dan buruknya kualitas udara pada saluran pernapasan. Kanker paru-paru adalah penyebab kematian tertinggi akibat kanker, baik pada pria maupun wanita. Dan hampir 90% penyakit kanker paru-paru berhubungan dengan penggunaan tembakau.

COPD
Chronic Obstructive Pulmonary Disease, atau COPD, adalah grup penyakit paru kronis yang meliputi bronchitis kronis, emfisiema, dan asma. Dengan sebab yang sama yang ditimbulkan oleh asap tembakau pada kanker paru-paru, begitu pula dengan COPD. Cara terbaik untuk menjauh dari resiko penyakit paru kronis adalah dengan berhenti merokok.

Kanker Mulut
Resiko kanker mulut (oral/mouth cancer) empat kali lebih besar terdapat pada orang yang merokok. Resiko ini juga berlaku pada penggunaan tembakau secara umum, baik itu berupa rokok maupun tembakau ‘kunyah’. Nikotin pada tembakau menyebabkan kondisi yang disebut vasoconstriction (penyempitan pembuluh darah). Sirkulasi darah tampak menurun hingga 70% pada area mulut orang yang merokok. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya, dimana darah membawa oksigen dan nutrisi untuk sel dan jaringan tubuh.