Aneka Mineral dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kulit

Tak hanya vitamin, mineral juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit. Vitamin dan mineral sendiri memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Vitamin merupakan senyawa organik, sedangkan mineral adalah senyawa anorganik dan tersedia dalam bentuk yang lebih sederhana.

Baca juga: Aneka vitamin penting untuk kesehatan kulit

Vitamin sensitif terhadap pemanasan, cahaya, dan bahan kimia sehingga dapat rusak oleh proses pemasakan. Sementara itu, mineral lebih stabil dalam melewati proses pemasakan, namun bisa juga sensitif terhadap senyawa lain yang ada di dalam makanan.

Mineral umumnya diperlukan dalam jumlah kecil dan bisa dicukupi dari diet seimbang. Mary Sullivan, co-founder Olympian Labs yang bergerak di bidang suplemen pun mengatakan bahwa manusia pada umumnya tidak memerlukan tambahan mineral dari suplemen, apalagi jika kita sudah mengonsumsi multivitamin.

Meski demikian, defisiensi mineral bukannya tidak mungkin terjadi. Sebaliknya, suplemen tambahan perlu diperhatikan karena ada juga mineral yang dianggap berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Apa saja mineral tersebut? Simak aneka mineral dan manfaatnya untuk mendukung kulit yang sehat berikut ini:

Selenium
Selenium diyakini memiliki peran penting dalam pencegahan kanker kulit. Mineral yang umumnya tersedia dalam bentuk krim atau suplemen ini dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Salah satu penelitian di Perancis menunjukkan bahwa konsumsi selenium dan tembaga dapat mencegah terbakarnya sel kulit akibat matahari.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association 1996 lalu juga mengungkap jika pasien yang mengonsumsi 200 mikrogram selenium per hari memiliki risiko kematian akibat kanker kulit 50% lebih rendah.

Tembaga
Tembaga bersama vitamin C dan seng diperlukan untuk membantu pembentukan elastin, serat penyokong struktur kulit dari dalam. Kekurangan tembaga jarang terjadi, tambahan suplemennya pun dianggap berbahaya oleh banyak dokter.

Meski demikian, penggunaan krim topikal kaya tembaga masih dianggap aman. Empat studi dalam American Academy of Dermatology Annual Meeting 2002 lalu bahkan melaporkan bahwa krim semacam ini dapat membantu mengencangkan dan mengembalikan elastisitas kulit.

Seng (Zinc)
Seng dapat membantu mengontrol produksi minyak, menyembuhkan jerawat lebih cepat, dan mengatasi luka akibat jerawat. Seng juga diperlukan dalam pembentukan membran sel dan protein, anti peradangan, dan perlindungan kulit dari sinar UV.

Seng sebagai komponen protein pengikat retinol pun penting untuk mengalirkan vitamin A dalam darah. Seng tersedia dalam bentuk suplemen, krim topikal, atau dalam makanan seperti tiram, ginjal, liver, daging merah, dan kacang-kacangan.

Sulfur
Sebagai mineral ketiga terbanyak dalam tubuh manusia, sulfur diperlukan dalam sintesis kolagen. Kurangnya produksi kolagen saat tubuh menua merupakan salah satu faktor terbentuknya keriput. Sulfur juga membantu pengelupasan sel kulit mati menurut University of Pittsburgh Medical Center.

Sulfur pun dibutuhkan dalam sintesis glutathione, salah satu antioksidan terpenting yang diperlukan tubuh untuk melawan radikal bebas. Glutathione juga membantu mengatur produksi prostaglandins, mengurangi inflamasi dan gejalanya pada kulit. Kadar glutathione ini sangat dipengaruhi oleh asupan sulfur, terutama yang didapatkan dari makanan kaya asam amino seperti kuning telur, daging, ikan, bawang, dan asparagus.

Magnesium
Magnesium merupakan mineral esensial dalam pembentukan kulit, gigi, rambut, dan otot. Magnesium membantu agar sistem syaraf berjalan optimal. Kekurangan magnesium dapat mempercepat penuaan kulit. Sebaliknya, magnesium dalam produk perawatan kulit membantu meningkatkan elastisitas dan kekenyalan kulit.

Magnesium bisa diperoleh dari beras merah, almond, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan cepat saji, soft drink, dan alkohol dapat mengurangi magnesium sehingga perlu dihindari.

Potassium
Potasium membantu mengatur kadar air dalam sel tubuh. Potassium yang merupakan elektrolit juga diperlukan untuk membantu sel agar berfungsi normal. Defisiensi mineral ini meski jarang terjadi dapat menyebabkan kulit kering dan masalah lainnya.

Kalsium
Tak hanya esensial bagi tulang, kalsium juga diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit. Kalsium yang paling banyak ditemukan di lapisan epidermis membantu mempercepat regenerasi kulit. Karena itulah defisiensi kalsium dapat menyebabkan kulit tampak menipis, kering, dan rapuh.

Meski bukan termasuk antioksidan, kalsium dapat membantu mencegah kanker kulit berdasarkan National Cancer Research Institute di Amerika. Diduga, hal ini berkaitan dengan kemampuan kalsium yang dapat menstimulasi pembentukan antioksidan dan mengatur pigmen kulit untuk melindunginya dari sinar UV.

Silika
Silika merpakan mineral mikro yang berfungsi menguatkan jaringan-jaringan penghubung di dalam tubuh. Silika juga terkait dengan kerja enzim yang dibutuhkan dalam pembentukan kolagen. Defisiensi silika meski jarang terjadi bisa menurunkan elastisitas kulit serta memperlambat penyembuhan luka.

Nutrisi lain untuk kesehatan kulit

Asam alfa lipoat
Antioksidan yang ratusan kali lebih kuat dari vitamin C atau E kali ini dianggap sangat baik dalam mencegah penuaan kulit. Tak seperti kebanyakan antioksidan, asam alfa lipoat mampu menembus minyak dan air sehingga dapat melindungi kulit dari luar dan dalam. Asam alfa lipoat juga dapat menetralisir kerusakan kulit dan meningkatkan kerja vitamin lain untuk memperbaikinya.

Asam hialuronat
Asam hialuronat terdapat secara alami pada kulit, namun jumlahnya menurun seirin bertambahnya usia. Asam ini berfungsi sebagai pengikat sel-sel kulit agar tetap kencang, tampak muda, dan lembut. Asam hialuronat juga dapat menahan air dan mempertahankan kelembaban kulit. Asam hialuronat tersedia dalam bentuk suplemen dan banyak disertakan dalam produk perawatan kulit.

Asam lemak esensial
Nutrisi ini sangat penting dalam mengontrol produksi minyak alami kulit. Defisiensi nutrisi ini dapat mengganggu produksi sebum, minya, dan menimbulkan komedo. Cara mengatasinya adalah dengan menyeimbangkan dua asam lemak esensial utama, yakni omega-3 dan omega-6.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here