Anggur – Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Anggur (Vitis sp.) merupakan buah-buahan perdu merambat yang mulai dibudidayakan sejak 6 – 8 ribu tahun silam di Timur Tengah. Khasiat buah anggur telah diketahui sejak lama. Hal ini tidak lepas dari banyaknya kandungan nutrisi dan fitonutrien yang tersimpan di dalam anggur. Berikut ini bahasan yang lebih lengkap mengenai kandungan gizi anggur dan manfaatnya bagi kesehatan.

Kandungan Gizi Anggur

Di balik warnanya yang eksotis, anggur kaya akan mineral mikronutrien seperti zat tembaga, besi, mangan, dan potasium. Buah yang sering dijadikan bahan utama pembuatan wine ini juga merupakan sumber vitamin C, A, K, karoten, serta vitamin B kompleks seperti pirikoksin, riboflavin, dan tiamin.

Anggur pun diperkaya dengan berbagai antioksidan polifenol. Mulai dari antosianin, stilbene (resveratrol, piceatannol, pterostilbene), flavanol (katekin, epikatekin, prosianidin, proantosianidin, viniferon), flavonol (quercetin, kaempferol, myricetin, isorhamnetin), asam fenolik (asam kafeat, asam kumarat, asam ferulat, asam galat), dan karotenoid (beta karoten, zeaxanthin, lutein).

kandungan nutrisi anggur
Kandungan nutrisi anggur per 100 gram.

Kandungan antioksidan ini berbeda pada setiap jenis anggur. Misalnya saja, anggur merah dan ungu banyak mengandung antosianin, sedangkan anggur hijau dan putih lebih banyak memiliki tanin, terutama katekin. Pada umumnya, senyawa antioksidan ini banyak terdapat di bagian kulit dan biji anggur.

Manfaat Anggur untuk Kesehatan

Berbagai macam manfaat kesehatan dimiliki anggur karena kandungan gizi di dalamya. Berikut ini di antaranya:

Menurunkan risiko stroke
Resveratrol merupakan salah satu antioksidan yang paling menonjol dari anggur. Resveratrol membantu menurunkan risiko stroke dengan memangkas mekanisme molekular di dalam pembuluh darah.

Pertama-tama, resveratrol akan mencegah kerusakan pembuluh darah dengan mengurangi aktivitas angiotensin, hormon sistemis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Resveratrol kemudian membantu meningkatkan produksi senyawa vasodilator nitrit oksida yang meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah.

Mengurangi risiko terkena kanker payudara, prostat, dan usus besar
Anggur dilengkapi dengan senyawa antioksidan dan anti inflamasi yang membantu mengurangi risiko terkena kanker. Katekin, proantosianidin, dan stilbene (terutama resveratrol) sering dijadikan pembahasan dalam penelitian tentang kanker payudara. Resveratrol juga menjadi bahasan utama dalam pencegahan kanker prostat.

Sementara itu, antosianin yang banyak terdapat pada anggur merah dan gelap dikaitkan dengan pencegahan kanker usus besar. Anggur juga mengandung banyak serat dan memiliki kalori rendah yang sangat diperlukan untuk menjaga usus tetap sehat.

Antioksidan
Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan di dalam anggur dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, mencegah enzim terkait oksigen menjadi terlalu aktif, mengurangi oksidasi lemak, menurunkan kadar molekul reaktif oksigen di dalam darah, dan menurunkan biomarker tekanan oksidatif.

Menjaga kesehatan sistem kardiovaskular
Fungsi antioksidan dan anti peradangan dalam anggur turut membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Seluruh sel di tubuh kita memerlukan perlindungan dari kerusakan akibat oksigen, terutama arteri yang dialiri darah dengan konsentrasi oksigen tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa anggur membantu memperbaiki regulasi tekanan darah, mengurangi kolesterol LDL, menurunkan oksidasi LDL, mengurangi kadar molekul oksigen reaktif dalam darah, menurunkan adhesi sel pada dinding pembuluh darah, mencegah penggumpalan darah, meningkatkan pengeluaran nitrit oksida dari sel endotelial yang melapisi dinding pembuluh darah, serta mencegah peradangan.

Anggur juga dianggap sebagai alasan utama di balik “the French Paradox”. Walaupun masyarakat Perancis sering mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah besar, mereka memiliki risiko terkena penyakit jantung yang rendah. Diduga kebiasaan mereka mengonsumsi anggur menjadi alasan atas terjadinya fenomena ini.

manfaat kesehatan buah anggur

Meningkatkan fungsi kognitif
Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak anggur mampu membantu meningkatkan fungsi kognitif pada hewan dan manusia. Di antaranya, siswa yang mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir jus anggur setiap hari selama beberapa bulan memperlihatkan peningkatan hasil tes Califonia Verbal Learning Test. Diduga resveratrol mampu meningkatkan aliran darah ke otak hingga 200% sehingga daya kognitif turut meningkat.

Penelitian lain menunjukkan bahwa resveratrol membantu mengurangi kadar amyloidal-beta peptida pada penderita penyakit Alzheimer. Penelitian ini menduga bahwa anggur membantu meningkatkan kesehatan otak dan mencegah perkembangan penyakit degeneratif.

Anti mikroba
Beberapa fitonutrien pada anggur termasuk flavonoid quercetin hingga resveratrol dan piceatannol diyakini memiliki fungsi anti mikroba. Peneliti juga menduga bahwa ada anggur berpotensi membantu mencegah masalah kesehatan yang disebabkan oleh penyakit yang disebarkan oleh makanan.

Mengontrol gula darah
Anggur termasuk salah satu buah yang memiliki indeks glikemik rendah, yakni berkisar antara 43 hingga 53. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anggur memiliki manfaat dalam mengontrol gula darah.

Konsumsi ekstrak anggur dikaitkan dengan keseimbangan gula darah dan regulasi insulin yang lebih baik, serta meningkatnya sensitivitas insulin. Diduga kandungan fitonutrien yang kuat dalam anggur memainkan peran penting dalam hal ini.

Membantu memperpanjang usia
Resveratrol ditengarai membantu meningkatkan kemampuan tiga gen yang terkait dengan perpanjangan usia, yakni SirT1s, Fox0s, dan PBEFs. Beberapa peneliti mengungkap resveratrol mampu meniru kerja pembatasan kalori dan meningkatkan harapan hidup sel ragi hingga 70%. Hanya saja, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai korelasinya pada manusia.

Mencegah degenerasi makula
Penelitian dari University of Miami menunjukkan bahwa diet kaya anggur membantu meningkatkan kesehatan mata dan mencegah degenerasi makula. Mereka yang mengonsumsi tiga porsi anggur per hari memiliki risiko terkena degenerasi makula sebesar 36% lebih rendah daripada mereka yang tidak.

Menyehatkan ginjal dan pencernaan
Anggur membantu mengurangi tingkat keasaman pada urin dan membantu mengeluarkannya dari sistem ekskresi. Kandungan air yang tinggi pada anggur juga membantu mengurangi tekanan pada ginjal sehingga menjaganya tetap sehat. anggur juga mencegah sembelit dan iritasi pada perut.

Membantu mengatasi kelelahan
Anggur hijau atau putih mengandung zat besi yang lebih tinggi daripada anggur berwarna gelap. Zat besi ini membantu mengatasi kelelahan dan mencegah anemia. Antioksidan pada anggur juga melindungi sel dari kerusakan dan membantu mempercepat perbaikan otot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here