Hai, wanita Indonesia! Kali ini Web Kesehatan akan membuatmu menyelami tentang tubuhmu sendiri. Apakah kamu merasa kurus, gemuk, atau biasa saja? Jangan salah ya dalam menafsirkan, biasanya beberapa wanita mengaku gemuk padahal termasuk kurus.

Ngomong-ngomong standar apa yang kamu gunakan dalam menentukan kategori bentuk tubuhmu itu? Yuk mari kita lihat dari standar gizi yang sudah tentu terpercaya ini.

Dari ilmu gizi, dapat diketahui bahwa cara menentukan bentuk tubuhmu dapat dilakukan melalui ukuran berat badan dan tinggi badannmu. Caranya gampang cukup hitung berat badan (dalam Kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (dalam m). Setelah diketahui hasilnya, kamu bisa lihat tabel Indeks Masa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) di laman Kementerian Kesehatan.

Status GiziIMT (kg/m2)
Sangat Kurus<17
Kurus17 – 18,49
Normal18,5 – 24,9
Gemuk25 –  27
Obesitas>27

Diantara kalian pasti ada yang merasa masih gemuk padahal secara standar gizi kamu sudah tergolong kurus. Kalau iya, kamu biasanya akan melakukan diet-diet tertentu bukan?

Nah sebenarnya tanda-tanda itu ada kaitannya dengan salah satu masalah gizi yaitu perilaku makan menyimpang terkait dengan persepsi citra tubuh, populernya disebut Eating Disorders (ED).

Apa itu Eating Disorders (ED)?

Eating disorders atau disingkat ED (Perilaku Makan Menyimpang) merupakan sebuah fenomena yang cukup populer di kalangan remaja dan wanita muda di negara barat seperti Amerika dan Eropa. Fenomena yang marak terjadi di luar ini sekarang sudah mulai merambat ke negara Asia termasuk Indonesia lho.

Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa fenomena eating disorders juga sudah terdeteksi di negara seperti Korea, Hongkong, Singapura bahkan Cina dan Filipina. Meskipun demikian, penelitian terhadap fenomena ini belum banyak dilakukan sehingga data yang ada masih terbatas.

Apabila ditelaah lebih jauh, Anoreksia Nervosa (AN) merupakan salah satu bentuk eating disorders yang banyak terjadi di remaja dan wanita muda Indonesia.

Anorexia nervosa adalah masalah kondisi kesehatan mental yang serius berkaitan dengan kecenderungan untuk mempertahankan berat badan serendah mungkin dari berat normal seseorang.

gangguan makan aneroxia nervosa
Aneroxia Nervosa [ilustrasi]
Penelitian menunjukkan besaran kasus anorexia nervosa di Jakarta sudah mencapai 37,3%. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa anorexia nervosa biasanya mewabah di kalangan perempuan usia 15-24 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk kalangan dewasa muda di atas 25 tahun.

Selain banyak diderita oleh perempuan, kira-kira tanda anorexia nervosa yang lain apa ya?

Ciri-ciri seseorang menderita anorexia nervosa antara lain :

  • Berat badan sangat rendah di bawah berat normal
  • Pembatasan asupan makanan dengan cara melewatkan makan, makan sedikit dan menolak makanan berlemak
  • Memiliki obsesi besar terhadap perhitungan kalori tubuh
  • Ingin kurus dan tidak mau memantau berat badan ideal
  • Ketakutan yang sangat besar terhadap penambahan berat badan
  • Penyimpangan terhadap citra tubuh dan kepercayaan diri karena persepsi berat badan
  • Penyangkalan yang serius tentang bentuk tubuh
  • Bercermin berulang kali untuk melihat bentuk tubuh
  • Terganggunya siklus menstruasi pada perempuan dan wanita dewasa

Lalu apa hubungan citra tubuh dengan anorexia nervosa? Mengapa kedua hal itu berhubungan? Bagaimana bisa?

Anorexia nervosa dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, antara lain keinginan untuk menjadi sempurna, pemikiran sosial masyarakat sekitar, kepercayaan diri rendah, dan ketidakpuasan terhadap citra tubuh. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, citra tubuh berhubungan nih dengan terjadinya anorexia nervosa.

Lantas apa hubungannya?

Citra tubuh merupakan konsep kompleks yang mempengaruhi bagaimana seseorang merasa dan memperlakukan dirinya, dibentuk dalam pikiran seseorang serta dapat berupa penilaian positif atau negatif. Usia remaja merupakan usia kritis berkembangnya penilaian terhadap citra tubuh, khususnya yang terjadi pada remaja perempuan. Gangguan terhadap citra tubuh dipercaya menjadi faktor resiko berkembanganya salah satu panyimpangan perilaku makan yaitu anorexia nervosa.

Kesalahan persepsi terhadap ukuran tubuh merupakan inti terjadinya anorexia nervosa melalui dua hal. Yang pertama kesalahan persepsi terhadap lebar atau kedalaman di bagian tubuh tertentu seperti wajah, pipi dan pinggul. Kedua, kesalahan persepsi terhadap seluruh ukuran tubuh. Hal ini dapat dipicu oleh perubahan mood yang negatif, melihat tokoh wanita kururs melalui media serta perasaan telah makan berlebihan.

Selain itu, pengaruh budaya, keluarga, dan lingkungan sosial juga menjadi faktor penentu ketidakpuasan terhadap citra tubuh pada penderita anorexia nervosa. Namun hal tersebut merupakan sebagian kecil dari pengaruh lainnya.

Pengaruh kognitif merupakan penyebab terbesar terjadinya anorexia nervosa karena berpengaruh langsung terhadap kepribadian dan pembawaan emosi seperti obsesi tampil sempurna dan ketakutan diabaikan oleh lingkungan sosialnya. Hal ini akan mempengaruhi cara berpikir dan cara memproses informasi tentang pentingnya menjaga penampilan fisik melalui cara yang salah, seperti pembatasan pola makan, aktivitas fisik dan penurunan badan berlebih.

Lalu anorexia nervosa akan berdampak apa terhadap kita? Terhadap tubuh kita? Bahaya gak sih?

Penyimpangan perilaku makan salah satunya AN memberi dampak yang serius bagi tubuh. Tubuh penderita AN akan menolak zat gizi yang seharusnya diterima oleh tubuh sehingga menyebabkan proses pengolahan makanan dan pembakarannya menjadi terganggu. Dilansir dari jurnal fisiologis anorexia nervosa, beberapa dampak anorexia nervosa antara lain :

  1. Gangguan Sistem Kardiovaskular
    Penderita anorexia nervosa tidak memiliki asupan lemak yang cukup sehingga menyebabkan tidak adanya lapisan lemak untuk melindungi jantung dan menyebabkan peredaran darah menurun. Selain itu penurunan massa otot juga menyebabkan otot jantung menjadi lemah. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tidak mampu bekerja normal sehingga menyebabkan penurunan dalam proses pernapasan.
  2. Komplikasi Sistem Pencernaan
    Terjadinya pengosongan lambung dalam waktu yang cukup lama pada penderita anorexia nervosa yang menyebabkan rasa kembung dan penurunan sistem kerja kolon yang menyebabkan konstipasi (susah buang air besar).
  3. Gangguan Sistem Endokrin
    Penurunan berat badan yang sangat drastis berdampak pada perubahan pengeluaran hormon luteinizing hormone (LH) yang menyebablan perubahan siklus menstruasi. Selain itu, perubahan pengeluaran gonadripin-releasing-hormone (GnRH) dan corticitropin-releasing-hormone (CRH) juga mempengaruhi perilaku makan dan mood. Dari sisi dermatologi, perubahan kulit kepala, rambut rontok, kulit kering hingga kuku yang rapuh juga terjadi.
  4. Anorexia Nervosa dengan Osteoporosis
    Menurut  penelitian, osteopenia dan fraktur terjadi pada wanita dewasa dan remaja putri yang menderita anorexia nervosa kronis. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pembentukan mineral tulang dan peningkatan penyerapan mineral tulang sebagai respon keseimbangan tubuh.

Setelah mengetahui tanda-tanda dan dampak dari anorexia nervosa, lalu bagaimana cara mengatasinya? Apakah penderita anorexia nervosa dapat kembali normal?

Beberapa solusi pemecahan masalah yang serius untuk penderita anorexia nervosa antara lain :

  • Family-Based-Treatment (FBT).
    Metode ini memainkan peran orangtua sebagai fasilitator utama perubahan. Semua anggota keluarga dilibatkan dan orangtua bertugas mengontrol pola makan dan berat badan anaknya. Fokus utama pengobatan ini bertujuan agar penderita anorexia nervosa mampu menjaga dan mengontrol pola makan dan berat badan diri sendiri.
  • Maudsley-Approach-Treatment
    Masih berfokus pada peran keluarga, tujuan utama dari metode ini adalah perbaikan berat badan penderita anorexia nervosa. Tahap pertama dilakukan perbaikan makan. Tahap kedua, setelah berat badan mulai kembali naik, selanjutnya berfokus pada pengembalian kesehatan fisik penderita anorexia nervosa serta mulai mengontrol pola makan dan berat badan kembali. Tahap ketiga yaitu dengan melibatkan semua anggota keluarga untuk saling menjaga kesehatan serta hubungan yang baik dalam keluarga.

Nah, setelah mengetahui ulasan tentang anorexia nervosa, apakah kamu merasa menjadi salah satu orang yang berpikiran bahwa tubuhmu gemuk? Mari cek kembali status gizimu pada standar gizi dan telaah lebih jauh ciri-ciri anorexia nervosa. Semoga anda bukan salah satu diantaranya!

Artikel ini ditulis oleh Gusti Indah Lestari dan Yuni Amalia, Mahasiswa Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Sponsored Links

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here