Penting: Kenali Perbedaan Antara Pilek dan Flu

Pilek dan flu adalah dua penyakit yang berbeda. Ketahui perbedaannya agar tidak salah dalam melakukan pengobatan.

10084

Ketika anda mengalami gejala seperti hidung meler, batuk, tenggorokan meradang, dan suhu badan meningkat, bagaimana anda mengetahui apakah anda sedang mengalami gejala pilek ataukah gejala flu?

Penting untuk mengetahui perbedaan antara pilek dan flu, agar anda mengetahui tindakan penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

Pilek dan flu, apa bedanya?

Pilek dan flu, keduanya merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, namun keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. Secara umum, gejala pilek lebih ringan daripada flu. Flu disebabkan oleh virus influenza, sementara serangan pilek dapat disebabkan oleh ratusan virus dan bakteri.

Untuk lebih jauh mengenali perbedaan antara pilek dan flu, perhatikan perbedaan gejala-gejala umum keduanya berikut ini.

Gejala Pilek

Gejala pilek umumnya dimulai dengan tenggorokan yang sakit atau meradang, yang biasanya menghilang setelah satu atau dua hari. Hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, juga sangat sering mengikuti pada beberapa hari awal. Lalu disusul dengan batuk pada hari keempat atau kelima.

Demam jarang terjadi pada penyakit pilek, namun ada kemungkinan penderita pilek mengalami demam ringan –suhu badan sedikit meningkat. Anak-anak lebih sering mengalami demam ringan saat terserang pilek dibandingkan dengan orang dewasa.

Saat terserang pilek, hidung akan dipenuhi dengan lendir atau ingus (mucus) selama beberapa hari. Setelah beberapa hari, ingus akan menjadi lebih kental dan gelap. Lendir yang berwarna gelap adalah biasa pada gejala pilek, dan bukan berarti anda mengalami infeksi akibat bakteri atau semacamnya.

Gejala pilek umumnya berlangsung selama satu minggu, dimana 3 atau 4 hari awal pilek sangat mudah menular ke orang lain.

Gejala Flu (influenza)

Gejala flu umumnya lebih parah daripada pilek dan datang dengan tiba-tiba. Gejala flu biasanya berupa tenggorokan yang sakit/meradang, demam, sakit kepala, nyeri pada otot dan persendian tubuh, meriang (badan menggigil kedinginan), dan batuk kering.

Pada flu, gejala berupa hidung tersumbat dan berair juga bisa terjadi, namun tidak terlalu sering.

Gejala flu biasanya meningkat secara perlahan selama dua atau lima hari. Sama seperti pilek, penyakit flu sangat mudah menular melalui hidung, mata dan mulut. Oleh karena itu menjaga tangan agar tetap bersih dari kuman dan bakteri dapat mencegah penularan pilek dan flu.

Rekomendasi:  Obat Pilek dan Batuk untuk Anak

Terkait: Apa Itu Flu (Influenza)?

Menentukan pilek biasa atau flu

Bagaimana cara mengetahui apakah anda terserang pilek atau terserang flu? Ukur temperatur badan, begitu kata banyak ahli. Karena gejala pilek dan flu bisa saja agak mirip, namun demam tinggi sangat jarang terjadi pada orang yang terserang pilek.

Jika terserang flu, suhu tubuh bisa sangat tinggi dan tubuh merasa sangat kepayahan/lemah. Rasa sakit di tubuh (otot dan persendian) juga biasa terjadi pada penderita flu.

Tabel berikut bisa membantu anda mengetahui perbedaan antara pilek dan flu secara lebih terperinci:

GejalaPilekInfluenza
Datangnya gejalaPerlahan atau gradualTiba-tiba atau mendadak
Demam (badan panas)kadang-kadang, biasanya ringanSangat umum, biasanya berupa demam tinggi
Sakit kepalaJarang terjadiBiasa terjadi
Sakit atau nyeri di beberapa/sekujur tubuh (otot dan persendian)Tidak sering terjadi, ringanUmum terjadi, parah
Lemah, lesuJarangUmum terjadi, bisa berlangsung selama 1-2 minggu
Bersin-bersinSangat umum terjadiKadang-kadang
Hidung tersumbat dan melerSangat umum terjadiKadang-kadang
Tenggorokan perih/meradangBiasa terjadiKadang-kadang
BatukIntensitasnya ringan-menengah, berdahak, muncul beberapa hari setelah terserang pilekUmum terjadi, intensitasnya bisa parah, kering, sangat mengganggu

Setelah membaca artikel ini, tentu anda sudah dapat membedakan antara flu dan pilek biasa, sehingga anda bisa memilih tindakan pengobatan yang tepat untuk mengatasi penyakit yang menyerang anda dan keluarga.

Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan berbagai update mengenai kesehatan di sosial media.