Apakah Sikat Gigi Anda Benar-Benar Terlindung dari Kotoran?

0

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa sikat gigi yang diletakkan di dalam kamar mandi dapat terekspos oleh bakteri-bakteri yang tidak di inginkan. Ternyata pernyataan tersebut bukan hanya hisapan jempol belaka, karena sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh American Society for Microbiology menguak fakta bahwa bakteri fecal coliforms dapat ditemukan pada 60% sikat gigi dan ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan Anda.

Fecal coliforms adalah bakteri berbentuk batang yang ditemukan pada kotoran manusia dan dapat menempel di sikat gigi melalui udara saat menyiram/membersihkan toilet.

kebersihan sikat gigi
Sikat gigi di kamar mandi anda sangat rawan terkontaminasi bakteri dari feces.

Mikroorganisme lain yang berpotensi menempel di sikat gigi termasuk bakteri patogen seperti:

  • Salmonella penyebab demam tifoid dan demam parathyphoid,
  • Campylobacter penyebab kampilobakteriosis, infeksi gastrointestinal yang biasanya ditandai dengan diare, kram nyeri dan demam,
  • E. Colli yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan gastroenteritis.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Quinnipiac University di Connecticut meneliti sikat gigi siswa yang berbagi kamar mandi setidaknya dengan sembilan orang.

Dalam penelitan tersebut ditemukan bahwa 60% dari sikat gigi yang ada telah terkontaminasi dengan bakteri dari tinja. Lebih parahnya lagi, 80% merupakan tinja/kotoran milik orang lain.

Seperti yang dilansir oleh Huffington Post, seorang mahasiswa pascasarjana di Quinnipiac bernama Laura Amber mengatakan, “Yang mengkhawatirkan bukanlah kontaminasi dari feces sendiri pada sikat gigi, melainkan jika sikat gigi terkontaminasi oleh feces milik orang lain, yang mengandung bakteri, virus, ataupun parasit.”

Studi ini menemukan bahwa membersihkan sikat gigi Anda dengan obat kumur, air panas/dingin, atau menutupnya dengan topi pelindung bukanlah cara yang efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri.

“Menggunakan penutup sikat gigi tidak serta merta melindungi sikat gigi dari pertumbuhan bakteri, justru menciptakan sebuah lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak karena penutup sikat gigi membuat bulu sikat menjadi lembab dan susah kering setelah digunakan,” lanjutnya.

Untunk mengurangi jumlah kontaminasi bakteri, American Dental Association merekomendasikan:

  • tidak berbagi sikat gigi dengan orang lain
  • bilas sikat gigi Anda sebelum dan setelah digunakan
  • simpan sikat gigi dalam posisi menghadap ke atas
  • hindari penggunaan penutup sikat gigi, karena akan menciptakan kondisi yang lembab dan memudahkan bakteri berkembang biak
  • setidaknya, ganti sikat gigi Anda setiap tiga atau empat bulan sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here