Asma

129

Apa itu Asma?

Asma adalah sebuah penyakit kronis (kambuhan) pada sistem pernapasan, berupa peradangan dan penyempitan liang/saluran pernapasan, menyebabkan susah bernapas, dada terasa sesak, dan batuk. Penyakit asma dapat muncul karena reaksi terhadap pemicu atau rangsangan tertentu.

Saat serangan asma terjadi, saluran pernapasan ke paru-paru akan mengalami peradangan (inflamasi) dan membengkak. Hal tersebut menyebabkan penyempitan pada liang saluran pernapasan, sehingga volume udara yang masuk berkurang dan penderitanya akan sulit untuk bernapas secara normal.

penyakit asma
Sumber: aafa.org

Walaupun tampaknya banyak metode pengobatan terhadap asma, penyakit ini tetap saja berbahaya. Namun dengan penanganan yang benar, penderitanya dapat hidup dengan normal.

Pada penderita asma yang parah, penyakit ini akan membatasi aktivitas seperti olahraga dan aktivitas fisik yang terlalu berat.

Tipe dan Jenis Asma

Terdapat beberapa tipe asma yang berbeda. Mengenali jenis asma yang diderita sangat membantu baik dalam penanganan ataupun pengobatannya.

Berikut adalah tipe penyakit asma yang dibedakan berdasarkan situasi dan pemicunya:

Asma alergi (Allergic Asthma)
Asma jenis ini adalah jenis asma yang disebabkan oleh allergen (zat pemicu alergi), seperti bulu binatang, jenis makanan tertentu, debu, jamur, serbuk sari, dan zat-zat alergen lainnya.

Terkait: Asma Alergik

Asma non-alergi (Non-Allergic Asthma/Intrinsic Asthma)
Asma tipe ini terpicu oleh suatu zat mengganggu yang terdapat di udara, namun tidak termasuk sebagai allergen. Zat-zat seperti parfum, debu dalam rumah, asap rokok, dan polusi udara dapat menimbulkan gejala kesusahan bernapas bagi penderita asma tipe ini.

Occupational Asthma
Seperti namanya, asma tipe ini adalah asma yang berhubungan dengan pekerjaan. Banyak penderita asma yang mengalami gejala/serangan asma saat berada di tempatnya bekerja. Ini disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan yang dapat memicu asma, misalnya kondisi udara, debu, asap rokok, atau bahkan situasi stres yang sering muncul di lokasi pekerjaan.

Exercise-induced asthma (EIA)
Penyakit asma ini adalah tipe asma yang dipicu akibat gerak badan/aktifitas fisik yang berat. Setelah aktifitas tersebut mencapai titik tertentu, serangan asma akan terjadi dan menyebabkan mengi (berbunyi saat bernapas), dada terasa sesak dan batuk.

Nocturnal asthma
Ini adalah tipe asma yang biasanya sangat parah di malam hari. Gejala asma itu sendiri bisa muncul kapan saja, akan tetapi pada malam hari, atau bahkan saat tidur, serangan asma akan semakin parah.

Cough-variant asthma
Tipe penyakit asma ini didominasi oleh batuk kering yang sangat parah, dan biasanya tidak memiliki gejala-gejala asma lainnya (sesak napas, mengi, dll). Itu menyebabkan tipe asma ini terlambat dideteksi dan ditangani, karena serangan asma yang terjadi hanya berupa batuk. Pemicunya bisa karena kondisi udara yang buruk atau akibat aktifitas fisik yang berat.

Gejala Asma

Gejala asma terjadi saat saluran pernapasan ke paru-paru mengalami peradangan dan terjadi penyempitan. Gejala yang terjadi bisa berbeda-beda untuk setiap penderita asma, juga dengan tingkat keparah yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah.

Tanda dan gejala asma yang umum antara lain:

Batuk
Batuk yang seakan tidak mau berhenti adalah gejala asma yang paling sering terjadi. Biasanya berupa batuk kering, dan akan memburuk di malam hari.

Mengi
Mengi (wheezing) adalah suara mirip siulan yang timbul akibat udara melewati saluran pernapasan yang sempit. Gejala ini adalah tanda yang paling dapat dikenali oleh setiap orang sebagai gejala asma.

Sesak napas
Saat saluran pernapasan menjadi sempit akibat inflamasi, penderitanya akan kesulitan bernapas atau bernapas dengan pendek dan cepat. Terlebih lagi jika gejala ini bersamaan dengan batuk parah.

Dada sesak atau sakit
Saat jaringan otot yang terdapat pada saluran pernapasan menegang, timbullah rasa sesak atau sakit pada dada penderita asma. Perasaan seperti dililit oleh tali ini biasanya menyebabkan penderitanya menjadi was-was dan panik.

Seperti dikatakan di atas, bahwa gejala yang timbul bisa beragam. Tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Selain itu, penderita asma bisa saja tidak mengalami serangan asma selama berbulan-bulan sebelum serangan berikutnya muncul kembali. Sementara bagi penderita asma lainnya, serangan asma bisa muncul lebih sering, bahkan setiap hari.

Gejala asma bisa memburuk dengan sangat cepat. Inilah yang dikenal dengan serangan asma.

Tanda terjadinya serangan asma meliputi:

  • Gejala asma muncul lebih sering dan lebih intens dari biasanya
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas yang parah
  • Penggunaan inhaler yang lebih sering daripada biasanya

Mengenali gejala-gejala yang timbul saat serangan asma terjadi sangatlah penting agar penderita atau orang di sekitar dapat mengambil tindakan yang diperlukan saat melihat gejala tersebut muncul.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera kunjungi dokter jika Anda atau anak Anda dicurigai memiliki asma.

Beberapa kondisi bisa memiliki gejala yang mirip asma, jadi sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dokter dapat mendiagnosa penyakit asma dengan mempelajari gejala yang timbul dan menjalankan beberapa tes yang diperlukan.

Jika Anda atau anak Anda ternyata menderita asma, mintalah nasihat mengenai penanganan dan pengobatan yang sesuai.

Penyebab Asma

Penderita asma terus meningkat, akan tetapi penyebab pasti penyakit ini belum sepenuhnya diketahui. Para ahli meyakini bahwa asma disebabkan oleh kombinasi antara faktor genetik (keturunan) dan lingkungan.

Penyempitan dan inflamasi saluran pernapasan yang dialami penderita asma biasanya muncul sebagai respon terhadap ‘pemicu‘ tertentu.

Faktor genetik, polusi, dan kebersihan lingkungan dicurigai sebagai penyebab asma, akan tetapi tidak ada bukti kuat bahwa faktor-faktor tersebut merupakan penyebab utama penyakit asma.

Pemicu Asma

Gejala dan serangan asma datang dengan cara yang berbeda-beda bagi setiap orang. Mirip dengan reaksi alergi, serangan asma akan muncul jika saluran pernapasan mengalami kontak dengan salah satu atau lebih pemicu asma.

Hal-hal yang biasanya menjadi pemicu asma adalah:

  • Debu
  • Serbuk sari
  • Jamur
  • Bulu binatang
  • Asap rokok
  • Stres
  • Aktivitas fisik
  • Perubahan cuaca
  • Reaksi alergi terhadap beberapa jenis makanan
  • Obat-obatan tertentu

Pengobatan dan Penanganan Asma

Asma adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Walaupun tidak ada obat untuk penyakit asma, banyak penanganan dan obat yang berguna untuk mencegah datangnya serangan asma atau mengurangi penderitaan seseorang saat serangan asma terjadi.

Penanganan asma berfokus pada mengenali dan menghindari hal-hal yang dapat memicu asma (asthma triggers). Untuk itu, penderita asma dan orang-orang di sekelilingnya harus mengenal apa saja yang bisa memicu gejala/serangan asma seperti asap rokok, bulu binatang peliharaan, dan lain sebagainya.

Obat-obatan asma

Obat-obatan untuk asma dibagi menjadi dua tipe:

  1. Obat untuk mengobati gejala/serangan asma (pengobatan), dan
  2. Obat untuk mencegah munculnya gejala/serangan lebih lanjut (pencegahan).

Obat-obatan ini bisa menyelamatkan nyawa penderita asma, dan juga membuat mereka dapat tetap beraktifitas normal walaupun memiliki penyakit asma.

Umumnya, obat untuk asma berupa anti-inflamasi (anti-peradangan). Obat ini berfungsi untuk mencegah serangan asma dengan cara mengurangi pembengkakan dan membersihkan lendir yang mempersempit liang/saluran pernapasan. Hasilnya, saluran pernapasan menjadi lebih lega dan tidak terlalu sensitif terhadap pemicu asma.

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui dan mendapatkan obat-obatan asma secara spesifik.

Inhaler Asma

Inhaler untuk asma adalah sebuah alat kecil yang berfungsi untuk menyemprotkan aerosol yang mengandung obat-obatan asma, dengan tujuan untuk meringankan gejala asma.

Inhaler digunakan dengan cara disemprotkan dan dihirup. Inhaler adalah cara paling efektif untuk mengantarkan obat langsung ke paru-paru.

inhaler asma
Inhaler untuk asma

Terdapat beragam jenis inhaler untuk asma, baik itu untuk anak maupun dewasa. Mintalah jenis inhaler yang paling cocok untuk kondisi Anda langsung dari dokter.

Alat Nebulizer

nebulizer asma
Salah satu produk alat nebulizer asma

Nebulizer untuk asma adalah sebuah alat portabel yang biasanya digunakan oleh penderita asma yang mengalami kesulitan menggunakan inhaler, misalnya anak kecil, bayi, lansia, dan lainnya. Alat ini sering juga disebut dengan breathing-machine

Baca juga: Cara menggunakan alat nebulizer asma

Fungsinya mirip dengan inhaler, yaitu untuk mengantarkan masuknya obat-obatan ke paru-paru secara lebih efektif dan cepat.

Jangan ragu untuk meminta info lengkap serta saran penggunaan kepada dokter Anda mengenai pengobatan asma yang diberikan kepada Anda.

Mengontrol dan Mencegah Serangan Asma

Asma bisa dikendalikan dengan tujuan agar penderitanya tetap bisa menjalankan aktivitas normal sehari-hari.

Tindakan ini berfokus kepada mencegah agar serangan asma tidak datang kembali dan mencegah memburuknya kondisi asma pada penderitanya.

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami asma, ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Menghindari Pemicu Asma

Biasanya serangan asma datang setelah penderitanya menghirup sesuatu yang menjadi ‘pemicu’ atau zat-zat alergen yang berada di lingkungan. Pemicu asma akan menyebabkan saluran pernapasan meradang, menyempit dan menimbulkan mengi (bersuara saat bernapas).

Pemicu asma akan berbeda-beda bagi setiap orang. Oleh karena itu, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi pemicu asma dan sedapat mungkin menghindarinya.

Sistem Penyaring Udara

Penyaring udara (air filter) dapat membantu untuk menyingkirkan berbagai pemicu asma seperti debu-debu kecil, serbuk sari, jamur, serta zat-zat alergen lainnya.

Sistem penyaring udara sebaiknya terdapat di rumah penderita asma. Teknologi penyaring udara saat ini bahkan dapat menyingkirkan 99% zat polutan dari udara sekitar.

Pelembab udara (Humidifier)

Humidifier adalah alat untuk meningkatkan kelembaban dengan menyemprotkan uap air ke udara. Alat ini hampir mirip seperti AC. Bagi penderita asma, alat ini dapat membantu meringankan gejala-gejala asma yang mungkin muncul.

Immunotherapy

Terapi ini adalah berupa injeksi zat alergen kepada penderita asma. Terapi imun ini ditujukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Tujuannya adalah untuk mengurangi sensitivitas penderita asma terhadap pemicu asma.

Dokter mungkin akan menyarankan menggunakan terapi ini jika penderita sangat mudah terkena gejala/serangan asma di lingkungan sehari-hari.

Obat-obatan Pencegah Asma

Kenali obat-obatan yang digunakan untuk menghadapi serangan asma. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis obat dan dosis yang diperlukan. Obat-obatan ini mampu mengurangi parahnya gejala asma saat serangan asma datang. Selain itu, obat-obatan ini juga dapat digunakan untuk mencegah datangnya serangan asma.

Obat-obatan untuk asma umumnya berupa inhaler (obat hirup), walaupun ada juga yang dikonsumsi langsung melalui mulut.


Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan berbagai update mengenai kesehatan di sosial media.