Berapa Banyak Air yang Harus Anda Minum Setiap Hari?

Kita semua tahu bahwa air minum sangat penting untuk tubuh, dan cairan dalam tubuh harus selalu dipenuhi untuk mencegah dehidrasi.

Tapi, berapa banyak air yang harus kita minum setiap harinya?

Pertanyaan tersebut sering kali terlontar, akan tetapi tak ada jawaban mudah untuk menjawabnya. Itu karena kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, tergantung pada banyak hal seperti aktifitas fisik, iklim atau cuaca di tempat anda tinggal, kondisi kesehatan, serta waktu dan situasi tertentu lainnya.

Kebutuhan air untuk tubuh

cairan tubuh
Air merupakan elemen penting dalam tubuh. roegger/pixabay]

Tubuh kita, lebih dari 60% -nya terdiri atas air. Setiap sistem di dalam tubuh bergantung pada air, misalnya membersihkan racun pada organ-organ penting dalam tubuh, mengantarkan nutrisi ke sel-sel tubuh, membuat kulit lebih lembab dan sehat, dan banyak manfaat penting lainnya.

Sepanjang waktu, tubuh kita kehilangan cairan. Bernapas, keringat, buang air kecil dan besar, adalah beberapa contoh aktifitas yang akan membuat cairan dalam tubuh berkurang. Agar dapat terus bekerja dengan baik, tubuh anda membutuhkan cairan untuk mengganti cairan yang hilang tersebut.

Kurangnya cairan dalam tubuh akan menyebabkan dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh tidak memiliki cairan yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Berapa banyak air yang saya butuhkan?

Banyak opini yang berbeda mengenai jumlah air yang harus dikonsumsi. Di antara yang populer adalah “8 ons gelas air setiap hari” atau aturan 8 x 8. Artinya adalah anda harus minum air minimal 8 gelas (1,9 liter)  setiap harinya.

European Food Safety Authority menyarankan agar wanita seharusnya minum 1,6 liter air setiap hari dan pria sebanyak 2 liter air. Itu berarti 8 gelas 200ml untuk wanita dan 10 gelas 200ml untuk pria.

Selain itu, ada pula rekomendasi harian yang dikeluarkan oleh Institute of Medicine, yang merekomendasikan:

  • Pria seharusnya minum air sebanyak 3 liter (sekitar 13 gelas) air setiap harinya
  • Wanita harus minum air sebanyak 2,2 liter (sekitar 9 gelas) air setiap harinya

Tentu saja aturan-aturan di atas hanyalah ‘acuan dasar’ untuk memastikan bahwa tubuh anda tidak kekurangan cairan. Pada beberapa kondisi tertentu, anda mungkin harus minum lebih banyak air, misalnya jika anda berolahraga, beraktifitas di cuaca yang panas, mengkonsumsi banyak diuretik (kopi, teh, soda, minuman manis, dsb.), hamil dan menyusui, atau ketika adan menjalani pengobatan yang mengharuskan anda mengkonsumsi lebih banyak air.

Cara yang paling mudah untuk memastikan kebutuhan air tubuh anda tercukupi adalah dengan mengkuti acuan diatas dan minum lebih banyak air ketika anda merasa haus.

Praktik yang baik untuk anda diikuti adalah:

  • Minum 1-2 gelas air saat bangun tidur
  • Minum 1 gelas air sebelum berolahraga dan 1 gelas setelah berolahraga
  • Minum segelas air setelah sarapan, makan siang dan makan malam
  • Minum 1 gelas air setelah anda mengkonsumsi makanan/minuman yang manis, kopi, dan minuman bersoda.
  • Sediakan selalu air jika anda beraktifitas di luar rumah
  • Minum 1-2 gelas sebelum tidur

Dengarkan ‘isyarat’ dari tubuh anda untuk mengetahui kapan dan berapa banyak anda harus minum. Rasa haus merupakan pertanda dehidrasi. Selain itu, jika air urin berwarna kuning terang hingga bening, maka cairan tubuh anda telah tercukupi. Sebaliknya, jika urin anda berwarna keruh/gelap, maka anda harus meningkatkan asupan cairan tubuh anda.

Apa yang sebaiknya saya minum untuk mencukupi cairan tubuh?

air minum
Cairan untuk tubuh tidak hanya didapat melalui ‘air biasa’.

Air minum biasa (air putih, air mineral, dsb.) bukanlah satu-satunya ‘air’ yang bisa anda gunakan untuk mengisi cairan tubuh. Faktanya, makanan yang anda konsumsi berkontribusi terhadap 20% cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Semua jenis minuman dihitung sebagai cairan yang masuk ke tubuh. Kebanyakan makanan juga mengandung air, seperti daging, ikan, telur, serta beragam buah dan sayuran. Terlebih lagi buah dan sayuran yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, jeruk, timun, dll. sangat efektif untuk mengisi dan menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui bernapas, keringat, dan urinasi.

Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan cairan?

Terlalu sedikit mengkonsumsi air bisa menyebabkan banyak masalah bagi tubuh dan kesehatan. Air dapat membantu sistem pencernaan dan menjaga kesehatan ginjal (sehingga ginjal dapat membersihkan racun dalam tubuh), dan memperlancar sistem pembuangan melalui urinasi dan buang air besar.

Kekurangan cairan juga menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Tanda paling awal dari dehidrasi adalah rasa haus. Gejala dan tanda dehidrasi lainnya antara lain:

  • Air urin berwarna gelap/keruh
  • Merasa lelah
  • Berkurangnya fokus
  • Sakit kepala

Lebih jauh, baca: Efek dan gejala dehidrasi.

Air tidak hanya dapat menjaga fokus dan meningkatkan kinerja otak, tetapi juga membuat anda lebih berenergi sepanjang hari. Anda mungkin bisa tetap beraktifitas tanpa asupan air yang cukup, akan tetapi anda akan merasa tidak nyaman dan tubuh tidak dapat bekerja secara optimal.

Biasakan diri anda minum air secara rutin dan melatih kebiasaan untuk menjaga hidrasi tubuh anda setiap hari, agar anda bisa menjalankan kegiatan secara maksimal dan lebih produktif. So, sudah cukupkah anda minum hari ini?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here