Blueberry: Kandungan Gizi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Blueberry (Vaccinicum sp.) merupakan buah asli Amerika Utara yang tengah naik daun karena memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Buah yang termasuk buah beri atau buni ini juga tumbuh di kawasan Mediterania, China, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Selatan. Blueberry bisa dinikmati sebagai buah segar maupun dikeringkan atau diolah menjadi selai dan jus.

Seperti buah lain, manfaat kesehatan blueberry bisa Anda dapatkan secara optimal jika dikonsumsi secara segar. Sayangnya, buah blueberry segar cukup sulit ditemukan di Indonesia. Budidaya blueberry di negara-negara tropis termasuk Indonesia memang masih terbatas karena perbedaan lingkungan tumbuh. Meski demikian, beberapa blueberry varietas tertentu bisa ditemukan di Cianjur.

Kandungan Gizi Blueberry

Julukan superfood kerap disematkan untuk blueberry karena tingginya nutrisi di dalamnya. Kadar antioksidan di dalam blueberry memang termasuk salah satu yang tertinggi di antara sayur, rempah, dan buah-buahan lainnya, yakni mencapai 5562 TE per 100 g berdasarkan uji ORAC (Oxygen radical absorbance capacity).

kandungan buah blueberry image
Kandungan nutrisi blueberry per 100 gram

Kadar antioksidan ini terutama datang dari senyawa antosianidin dan polifenol seperti asam klorogenat, tanin, myricetin, quercetin, kaempferol, malvidin, delfinidin, sianidin, serta peonidin.

Selain itu, masih ada fitonutrien lain di dalam blueberry, yakni:

  • Asam hidroksisinamat
    • Asam kafeat
    • Asam ferulat
    • Asam kumarat
  • Asam hidroksibenzoat
    • Asam galat
    • Asam prokatekuat
  • Fitonutrien lain terkait-fenol
    • Pterostilbene
    • Resveratrol

Blueberry juga merupakan sumber vitamin K, C dan mangan yang baik. Vitamin A dan B kompleks serta mineral lain pun ada dalam blueberry meski jumlahnya tidak banyak. Yang tidak kalah penting, 100 g blueberry hanya mengandung 57 kalori sehingga bisa Anda konsumsi tanpa takut berat badan bertambah.

Manfaat Blueberry untuk Kesehatan

manfaat buah blueberry
Blueberry memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan kesehatan

Sertakan blueberry dalam diet Anda dan dapatkan manfaat kesehatan blueberry berikut ini:

Perlindungan antioksidan dan anti peradangan
Beragam fitonutrien yang dikandung blueberry menawarkan perlindungan antioksidan dan anti peradangan ke sel-sel tubuh. Beberapa studi menunjukkan konsumsi blueberry secara teratur bisa melindungi sistem saraf, kardiovaskular, pencernaan, dan sistem transportasi gula darah dari tekanan oksidatif. Vitamin C dan A di dalamnya pun membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan mempercepat pemulihan sel.

Menjaga kesehatan sistem kardiovaskular
Antioksidan dalam blueberry juga memberi manfaat positif bagi kesehatan sistem akrdiofaskular. Salah satu penelititan 2012 lalu menunjukkan bahwa wanita yang makan 3 porsi atau lebih blueberry dan stroberi per minggu memiliki risiko terkena serangan jantung 32% lebih rendah daripada mereka yang hanya makan sebulan sekali atau kurang.

Di penelitian lain, konsumsi blueberry secara teratur dapat meningkatkan keseimbangan lemak dalam darah, menurunkan kolesterol total, meningkatkan HDL, dan menurunkan trigliserida. Blueberry juga melindungi komponen darah dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri.

Mengontrol tekanan darah
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi blueberry secara teratur dapat membantu mengontrol tekanan darah baik pada pria maupun wanita dari berbagai kalangan usia. Pada individu dengan tekanan darah tinggi, cara ini bisa menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan.

Meningkatkan daya ingat
Beberapa studi menemukan kaitan antara konsumsi blueberry dan peningkatan memori dan kemampuan belajar spasial. Salah satunya dilakukan pada manula dengan rata-rata usia 76 tahun sebagai responden. Konsumsi blueberry selama 12 minggu setiap hari cukup untuk meningkatkan nilai pada 2 tes kognitif berbeda.

Studi lain dari Harvard Medical School menduga bahwa blueberry dan stroberi dapat meperlambat penurunan fungsi kognitif pada wanita lanjut usia.

Mengontrol gula darah
Blueberry memiliki indeks glikemik yang cukup rendah, yakni 40-53. Meski masih lebih tinggi dari stroberi dan blackberry, asam klorogenat dalam blueberry diperkirakan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mengontrol glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II.

Penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang mengkonsumsi buah-buahan ber-IG rendah minimal 3 porsi sehari, termasuk blueberry, mengalami peningkatan pengontrolan gula darah setelah 3 bulan.

Menjaga kesehatan mata
Degenerasi makula merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada orang-orang berusia lanjut di negara berkembang. Cara paling efektif untuk menghindarinya adalah melalui pencegahan. Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal “International Ophthalmol” menyarankan konsumsi ekstrak blueberry selain perbaikan gaya hidup dan menghindari sinar mahatari berlebih.

Antioksidan di dalamnya diduga dapat melindungi retina dari kerusakan oksidatif dan cahaya matahari. Sementara studi lain menunjukkan bahwa ekstrak blueberry juga dapat menajamkan penglihatan pada malam hari.

Pencegahan kanker
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kaitan antara konsumsi blueberry dengan perkembangan kanker payudara, usus, prostat, payudara, dll. Salah satunya, studi laboratorium pada sel dan hewan percobaan menunjukkan bahwa antosianin dapat menurunkan kerusakan akibat radikal bebas yang bisa menyebabkan kanker. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah manusia bisa mendapatkan perlindungan serupa.