Buah Delima – Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Buah delima (pomegranate) diperkirakan berasal dari Iran dan telah dibudidayakan sejak lama. Buah ini terkenal akan manfaatnya bagi kesehatan dan sudah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai macam penyakit di berbagai tempat.

Di India, daging dan bijinya digunakan sebagai tonik untuk jantung dan tenggorokan. Di abad 1500 SM, buah delima dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menghilangkan cacing pita dan parasit lainnya.

Di berbagai negara, delima banyak dijadikan sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran. Delima juga beberapa kali disebut dalam catatan sejarah dan mitologi Yunani, Israel, Budha, Kristen, dan Islam. Delima pun dijelaskan di dalam Al-Quran sebagai salah satu buah yang tumbuh di surga selain kurma.

Kandungan Gizi Buah Delima

Yang paling menonjol dari delima tak lain adalah kandungan polifenolnya, seperti tanin dan antosianin delphinidin, sianidin, punikalagin, dan pelargonidin glikosida di dalam daging buahnya. Antosianin ini pada umumnya akan meningkat saat buah masak.

kandungan buah delimaKonsumsi buah delima dalam kondisi segar sangat disarankan karena kandungan fenolik delima bisa menurun oleh teknik pemrosesan dan pasteurisasi.

Tak kalah dengan daging buahnya, kulit delima memiliki polifenol tiga kali lebih banyak. Polifenol ini termasuk tanin, katekin, galokatekin, dan prodelpinidin. Karena tidak dapat dimakan secara langsung, kulit delima banyak diekstrak untuk dijadikan suplemen dan bahan pengawet makanan.

Delima juga dilengkapi dengan vitamin C, yang jumlahnya mencapai 17% kebutuhan harian per 100 g, vitamin K, E, B kompleks, potasium, mangan, fosfor, dan mineral lainnya. Serat pangan delima cukup tinggi dan terdapat pada bagian biji buahnya yang dapat dimakan.

Minyak biji delima juga mengandung asam punisat, asam palmiat, asam searat, asam oleat, dan asam linoleat.

Manfaat Buah Delima untuk Kesehatan

Berbagai penelitian telah banyak dilakukan untuk mengetahui potensi manfaat delima untuk kesehatan. Ini dia beberapa di antaranya:

Memperlambat perkembangan kanker prostat
Antioksidan diketahui dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan DNA yang menyebabkan kanker. American Institute of Cancer Research menyarankan pasien kanker untuk menerapkan diet berbasis tanaman dengan gizi seimbang selama mereka mendapatkan pengobatan, dan delima mungkin bisa menjadi salah satu alternatif.

Penelitian skala kecil tahun 2006 lalu mencoba menambahkan 227 ml sari delima per hari ke pola makan pasien kanker pria. Hasilnya, perkembangan dan pertambahan jumlah sel kanker bisa ditekan. Diduga, elagitanin dalam delima dapat mencegah pergerakan sel kanker. Aliran darah ke tumor juga menurun sehingga mempersulit sel kanker untuk mendapatkan nutrisi.

Studi lain yang diterbitkan di “International Journal of Oncology” 2008 lalu mencoba menambahkan ekstrak delima pada tikus percobaan yang diinokulasi dengan sel kanker prostat manusia.

Hasil menunjukkan bahwa ukuran dan densitas pembuluh tumor menurun secara signifikan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efeknya secara langsung pada manusia.

Menurunkan kolesterol
Penelitian tahun 2004 menunjukkan bahwa konsumsi 50 ml sari delima per hari selama lebih dari 3 tahun dapat menurunkan kerusakan arteri akibat kolesterol hingga hampir 50%. Penumpukan kolesterol juga bisa ditekan.

Dalam penelitian lain di Israel, sari delima juga menurunkan kadar kolesterol dan mencegah pembentukan plak baik pada pria maupun tikus percobaan. Kombinasi antioksidan, serat pangan, serta nutrisi lain dalam delima diduga berperan dalam manfaat ini. Masih diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk mengetahui sistem kerjanya, namun peneliti terkait menyarankan agar sari delima disertakan dalam pola makan seimbang sehari-hari.

khasiat dan manfaat buah delima

Menyehatkan jantung
Sari delima kerap diteliti untuk mengahui kaitannya dengan penyakit jantung. Salah satu penelitian 2005 lalu menunjukkan bahwa konsumsi 238 ml sari delima per hari selama lebih dari 3 bulan dapat meningkatkan aliran darah ke jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.

Studi terbatas lain pada pasien hipertensi, konsumsi sari delima selama 2 minggu memperlihatkan penurunan tekanan darah sistolik. Peneliti menduga bahwa tanin dan punikalagin dalam delima efektif dalam menyehatkan jantung karena mampu mencegah kerusakan akibat radikal bebas.

Menyehatkan pencernaan
Serat pangan yang cukup tinggi dalam delima dapat membantu melancarkan dan menyehatkan sistem pencernaan. Sari delima banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati disentri dan kolera.

Sedangkan kulit, kulit pohon, dan daunnya dipakai untuk mengobati diare dan masalah pencernaan lainnya. Delima pun memiliki kalori sedang sehingga kerap direkomendasikan oleh ahli gizi untuk disertakan dalam diet penurunan berat badan.

Meredakan osteoarthritis/radang sendi
Efek anti inflmasi dalam delima membantu meredakan rada sakit pada penderita atherosclerosis dan ortheoarthritis. Studi tahun 2009 oleh Case Western Reserve University yang diterbitkan dalam “The Journal of Nutrition” mengungkap bahwa antioksidan dalam ekstrak delima dapat menurunkan kadar senyawa penyebab peradangan bernama interlekuin-1b. Delima juga mencegah pembentukan enzim yang merusak kartilago, jaringan ikat yang terdapat pada sendi.

Manfaat ini ditunjang oleh penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal “Phytotherapy Research” tahun 2010. Mereka menemukan bahwa sari delima dapat mencegah kerusakan sel kondrosit yang ada pada kartilago. Sel penyebab peradangan pun tidak ditemukan dalam sel kondrosit tersebut.

Menjaga kesehatan gigi
Siapa sangka delima ternyata berpotensi menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda. Sebuah penelitian dilakukan oleh Faculty of Medicine of Juazeiro do Norte 2006 lalu. Ekstrak hidroalkohol dari delima digunakan untuk berkumur selama 1 menit serta dibandingkan dengan air terdestilasi dan chlordexidine. Sampel dikumpulkan dari 60 pasien sebelum dan sesudah berkumur dan hasilnya, penggunaan ekstrak delima sangat efektif dalam melawan pembentukan plak gigi.

Ekstrak delima juga memiliki sifat anti bakteri terhadap mikroorganisme tertentu yang menyebabkan masalah mulut.

Buah delima dan diabetes
“Journal of Medicinal Food” melaporkan efek konsumsi berbagai sari buah, termasuk delima, apel, cranberry, nanas, anggur Concord, dan cerry hitam terhadap glikasi atau proses pengikatan glukosa ke molekul protein. Hasilnya, ekstrak delima yang memiliki asam elagat dan punikalagin paling efektif dalam menghambat glikasi hingga 98%.

Studi lain menunjukan bahwa minyak biji delima dapat meningkatkan sekresi insulin pada hewan percobaan. Sedangkan studi kajian di 2013 melaporkan bahwa komponen delima dapat menurunkan tekanan oksidatif dan peroksidasi lipid.

Sari delima juga memiliki komponen anti-diabetik seperti elagat, galat, oleanolat, punikalagin, ualat, dan asam ursolat. Ditambah lagi, delima berpotensi mencegah obesitas dan menurunkan risiko penyakit jantung yang sering menjadi komplikasi diabetes.

Alzheimer
Satu lagi potensi manfaat delima untuk kesehatan. Punikalagin dalam delima dapat menghambat perkembangan dan pembentukan mikrologia, inflamasi sel otak pada penderita Alzheimer, berdasarkan penelitian dari University of Huddersfield tahun 2014.

Peneliti masih mencari tahu jumlah delima yang dibutuhkan untuk menciptakan obat yang efektif. Namun mereka menduga bahwa efek anti inflamasi ini juga bermanfaat untuk perawatan parkinson dan artritis.