7 Teknik Relaksasi untuk Mengurangi Stres

Sponsored Links

Stres bisa datang kapan saja akibat tekanan dari keadaan di sekitar kita, baik itu dari lingkungan pekerjaan, keluarga, hubungan sosial, dan lain sebagainya. Walaupun beberapa ahli mengatakan bahwa stres baik untuk seseorang –untuk meningkatkan indra dan mempertajam pikiran– namun tingkat stres yang berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan mental dan fisik/tubuh.

Oleh karena itu dibutuhkan beberapa relaksasi untuk mengurangi stres, agar pikiran kita tetap seimbang dan sekaligus menghindari berbagai gangguan kesehatan tubuh yang berhubungan dengan stres.

Teknik Relaksasi untuk Mengurangi Stres

Berikut ini adalah 7 teknik relaksasi sederhana yang sangat baik dilakukan untuk mengurangi stres atau tekanan kehidupan:

1

Meditasi
Meditasi tidak harus dilakukan dengan duduk bersila, menutup mata, dan melafalkan berbagai mantra. Meditasi di sini diartikan sebagai mengalihkan perhatian sementara dan menenangkan pikiran dari keadaan stres, dan bisa dilakukan dengan melakukan banyak cara dan aktivitas, seperti berjalan, berenang, menyulam, melukis dan lain sebagainya. Aktivitas yang baik untuk meditasi adalah aktivitas yang memiliki pola tetap dan berulang.

Saat pikiran (masalah pekerjaan, hubungan, keluarga, dll) yang membuat kita stres muncul, cobalah untuk membuang pikiran tersebut sementara. Buatlah diri dan pikiran larut dalam aktivitas meditasi seperti yang disebutkan di atas. Lakukan selama 5 – 10 menit dan tingkat stres dalam kepala akan menurun.

2

Bayangkan sesuatu yang ‘rileks’
Saat berada dalam kondisi stres, pikiran dalam kepala akan sangat aktiv dan kompleks sehingga menyulitkan untuk melakukan meditasi. Jika begitu, cobala untuk menciptakan visualisasi yang damai dan menenangkan di dalam kepala kita. Ini bisa dimulai dengan memikirkan sesuatu yang dapat mengalihkan pikiran dari keadaan sekarang yang penuh tekanan. Bisa apa saja, seperti tempat liburan favorit, suasana pegunungan dan pantai yang menenangkan, dan lain-lain.

3

Bernapas dalam-dalam
Perasaan stres akan meningkatkan tensi dan membuat napas menjadi pendek/dangkal, sementara perasaan yang tenang membuat napas menjadi rileks. Jadi untuk merubah tekanan menjadi relaksasi, ubahlah cara kita bernapas.

Cobalah metode berikut:

  • Tarik napas panjang-panjang dengan tenang, kemudian –sambil menurunkan bahu– hembuskan napas secara perlahan dari mulut.
  • Rasakan aliran besar udara yang keluar masuk dan fokuskan pikiran ke sana.
  • Tarik napas, dan rasakan perut dan dada mengembang.
  • Buang napas, rasakan bahu menurun dan perut kembali mengecil.
  • Ulangi bernapas seperti itu 10-15 kali dan pikiran akan menjadi lebih rileks setiap waktunya.

Atau, anda bisa mencoba latihan pernapasan untuk relaksasi.

4

Minum teh hangat
Teh hangat adalah resep tradisional favorit untuk menenangkan pikiran dan menurunkan stres. Selain baik untuk kesehatan, teh mampu menurunkan level cortisol (hormon stres) dalam tubuh.

5

Memijat diri sendiri
Saat merasakan otot-otot menjadi tegang, lakukan pijatan ringan pada diri sendiri sebagai relaksasi. Teknik ini bisa dimulai dengan meletakkan kedua tangan pada bahu dan leher, kemudian lakukan pijatan ringan menggunakan jari dan telapak tangan. Biarkan bahu menjadi rileks saat melakukan pijatan. Saat bahu sudah dirasa cukup rileks, hentikan pijatan. Setelah itu letakkan satu tangan di atas lengan bawah (dari siku hingga jari) tangan yang lain. Lakukan pijatan ringan di sana mulai dari siku hingga ke jari-jari dan kembali lagi. Lakukan pula dengan tangan yang lain.

6

Berhenti sejenak (time-out)
Di saat tekanan ataupun emosi memuncak, hentikan sejenak –apapun itu– aktivitas yang sedang dilakukan. Temukan tempat yang tenang untuk duduk atau bahkan berbaring. Lakukan teknik relaksasi bernapas serta berfokus untuk melepaskan tekanan dan menenangkan detak jantung. Tenangkan pikiran selama beberapa menit, nikmati waktu tersebut. Stres bisa menunggu.

7

Mendengarkan musik
Musik dapat menenangkan detak jantung yang keras, juga pikiran. Jika tekanan sudah memuncak, cobalah untuk menyisihkan waktu mendengarkan musik dengan tempo yang ringan, atau dengarkan lagu yang bisa membuat rileks. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan ‘efek tenang’ setara dengan 10mg valium. Itulah mengapa musik sering digunakan dalam terapi relaksasi.

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here