Cryosurgery Memberikan Harapan Hidup Bagi Pasien Kanker Paru Stadium 4

Penang, Malaysia 22 Mei 2016, matahari bersinar, anak-anak di sepanjang jalan, semuanya penuh dengan keceriaan. Saat itu, Li Lixiang baru saja keluar dari rumah sakit, kepalanya pusing karena terus memikirkan kata-kata dokter. “Anda memiliki benjolan sebesar 9cm di paru-paru Anda….”

pasien kanker paru stadium iv
Li Lixiang dan keluarga

Terdiagnosa Kanker Paru Stadium IV

Pada Desember 2015, Li Lixiang menemukan adanya pembengkakan kelenjar getah bening seukuran telunjuk di leher kanannya, ia sering mengalami batuk, minum obat pun tidak membuahkan efek apapun. Li Lixiang memiliki bisnis di Indonesia, dan beberapa kliennya berkali-kali mengingatkan, “Kamu sudah batuk sangat lama, seperti ini terus juga tidak baik.” Keluarga juga sudah berkali-kali mendesaknya, “Segera berobat, jangan khawatir, saya akan menemanimu.” Li Lixiang memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di Malaysia.

Sesampainya di sana, ia menjalani pemeriksaan CT scan dan dokter menemukan adanya beberapa tumor besar pada paru-paru kanannya, banyak nodul pada kedua paru dan ada pembesaran kelenjar getah bening di leher. Hasil biopsi menyatakan : adenokarsinoma metastasis. Adenokarsinoma paru stadium 4 dengan metastasis kelenjar getah bening klavikula kanan T4N3M1.

Mendengar hasil diagnosis, Li Lixiang sangat sedih, air matanya pun mengalir. Dokter Malaysia menyarankan untuk kemoterapi, tapi ia menolak karena tahu efek sampingnya terhadap tubuh dan kualitas hidupnya ke depan, “Saya takut tidak kuat.”

Kembali ke Indonesia, dokter menyarankan, “Pergi ke Guangzhou, di sana ada rumah sakit kanker yang lebih bagus, ada kantor perwakilannya di Medan, coba konsultasi dahulu.” Setelah konsultasi, pada 1 Juni 2016, Li Lixiang memutuskan untuk menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou
Li Lixiang bersama seorang suster di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Cryosurgery Menyusutkan Tumor Hingga 90%

Pada 3 Juni, Li Lixiang menjalani pengobatan Cryosurgery. Dr. Bai Haishan yang ahli dalam bidang ini yang membantunya menjalani pengobatan Cryosurgery. Beliau menjelaskan bahwa metode Cryosurgery dapat diterapkan pada berbagai jenis tumor padat, terutama pada kanker paru dan kanker hati.

“Pertama-tama akan disuntikkan gas Argon hingga suhu mencapai -160ᵒ, sehingga sel tumor akan menjadi bola-bola es, selanjutnya akan disuntikkan gas Helium yang mencapai suhu 40ᵒ untuk memberikan Ablasi instan pada sel-sel kanker, sehingga sel kanker mati,” jelas Dr. Bai Haishan. Proses Cryosurgery berjalan dengan lancar, Li Lixiang tidak merasakan keluhan apapun.

Untuk membunuh sel kanker hingga tuntas, Li Lixiang menjalani 4 kali Intervensi dan 1 kali Cryosurgery. Pada 2 September, Li Lixiang kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan ulang, Hasil CT scan menunjukkan sel tumornya mengecil hingga 90%. “Saya sangat berterimakasih kepada Modern Cancer Hospital Guangzhou, sekarang saya sudah tidak batuk-batuk lagi, nafsu makan dan pola tidur saya juga kembali baik.” Teringat pengalaman 6 bulan lalu, Li Lixiang kembali menangis, tapi kali ini wajahnya dipenuhi dengan sukacita.

hasil pengobatan kanker
Sebelum (atas) dan sesudah pengobatan (bawah)

Pada tahun 1998, metode pengobatan Cryosurgery telah mendapatkan persetujuan dari FDA, Amerika, kini semakin banyak diterapkan dalam pengobatan klinis. “Dengan mengkombinasikan suhu panas dan dingin, kelebihan yang didapat adalah 1+1>2, meskipun proses ini bertujuan untuk menghancurkan sel tumor, namun bagi pasien, metode pengobatan ini sangat minim luka.

Kami menggunakan pisau bedah yang berdiameter sekitar 1mm, sangat minim luka, kemudian dikombinasikan dengan Radiofrequency Ablation (RFA) yang dapat secara signifikan meningkatkan efektifitas pengobatan dan mempersingkat durasi pengobatan. Jika dibandingkan dengan Radiofrequency Ablation (RFA) biasa, kombinasi metode ini juga dapat mengurangi ketidaknyamanan dan nyeri pendarahan pasca operasi serta berbagai komplikasi lainnya,” jelas Dr. Bai Haishan.