Cyberbullying di Media Sosial Dikaitkan Dengan Depresi Pada Remaja

Saat ini cyberbullying pada remaja menjadi isu panas yang cukup membuat prihatin banyak kalangan. Kondisi ini cukup memprihatikan karena beberapa kasus cyberbullying berakhir dengan tindakan bunuh diri dari korbannya akibat tekanan yang terus menerus.

Sebuah temuan terbaru yang diterbitkan di JAMA Pediatrics menemukan hubungan yang serius antara cyberbullying di media sosial dengan kondisi depresi pada remaja. Dimana sekitar satu dari lima remaja dimungkinkan mengalami cyberbullying di media sosial.

cyberbullying di internet dan sosial media
Cyberbullying di internet dan sosial media menyebabkan banyak kasus depresi pada anak dan remaja.

Sayangnya, kebanyakan anak-anak atau remaja yang sedang mengalami kasus ini memilih untuk diam dan tidak memberitahu siapapun. Hal inilah yang menyebabkan mereka yang mengalami cyberbullying lebih mungkin menjadi depresi.

“Ketika anak-anak atau remaja sedang mengalami cyber-bullying, mereka sering enggan untuk memberitahukan siapa pun,” kata Michele Hamm, penulis Mood HealthDay dari University of Alberta di Kanada, dikutip dari Health USnews.

Peneliti juga menemukan beberapa fakta lain, dari beberapa kasus bullying yang diamati ternyata sebagian besar korbannya adalah anak perempuan. Namun, peneliti tidak menemukan hubungan yang jelas antara cyberbullying dan bunuh diri meskipun beberapa kasus yang sudah terjadi menunjukan korelasi yang kuat.

Hamm menyatakan cyberbullying bisa sangat merugikan anak-anak. Sehingga diperlukan kerja sama antara berbagai pihak, khususnya orangtua.

Salah satu cara untuk menghadapi kasus seperti ini adalah dengan memberikan gambaran umum kepada anak mengenai apa yang harus dilakukan apabila menghadapi cyberbullying. Pengetahuan mengenai cyberbullying juga harus dikenalkan kepada anak-anak sehingga anak-anak menjadi paham bagaimana harus bersikap untuk mengatasinya.

Saran terbaik yang bisa diberikan kepada orangtua adalah untuk sering memantau penggunaan internet anak-anak mereka. Karena orangtua berada dalam posisi untuk menemukan dan membantu anaknya apabila mereka menerima cyberbullying.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan bertanya langsung kepada anak-anak karena mungkin saja mereka tidak menyadari bahwa orangtuanya sudah mengetahui kondisi mereka.