Depresi: Karakteristik, Gejala dan Penyebab Depresi

gejala dan penyebab depresi
Sponsored Links

Apa itu Depresi?

Setiap orang suatu saat pasti pernah merasa depresi, sedih atau murung. Akan tetapi perasaan seperti itu biasanya hanya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Perasaan depresi bisa muncul dengan alami sebagai respon dari kehilangan, kesulitan hidup, kehilangan percaya diri, dan lain sebagainya.

Namun jika perasaan tersebut sangat intense –ditambah dengan perasaan hopeless, helpless, dan worthless— serta berlangsung dalam waktu yang panjang, maka kondisi tersebut disebut dengan depresi klinis, yaitu kondisi depresi yang membutuhkan penanganan medis (clinical depression).

depresi
painted by: van Gogh

Depresi klinis (selanjutnya hanya disebut Depresi) merupakan sebuah gangguan mental/mood berupa perasaan sedih berkepanjangan, terpuruk, sangat tertekan, atau frustasi yang terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari dalam waktu yang lama.

Depresi memang umum terjadi dan merupakan kondisi yang serius –namun dapat diobati.

Gejala dan pertanda depresi

Gejala depresi sangat bervariasi bagi setiap orang yang sedang mengalami depresi.

Intensitas, frekuensi, dan berapa lama depresi berlangsung, akan berbeda-beda tergantung pada individu dan faktor di sekelilingnya.

Namun berikut ini adalah gejala umum yang dialami saat depresi:

  • Merasa bersalah, tidak berguna, membenci diri sendiri dan/atau merasa tidak tertolong lagi
  • Putus asa dan/atau pesimis
  • Kelelahan, energi menurun, kepayahan sepanjang hari
  • Sulit untuk berkonsentrasi, mengingat detail dan mengambil keputusan
  • Insomnia, terbangun dini hari, atau berlebihan tidur
  • Makan berlebihan, atau kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan minat pada aktifitas yang biasanya digemari
  • Perasaan sedih yang persisten, murung, dan/atau merasa ‘kosong’
  • Tampak tidak semangan menjalani hidup
  • Pernah berpikir dan/atau ingin bunuh diri

Pertanda utama depresi yang tampak dari luar (oleh orang lain) adalah mood yang buruk (sedih/depresi) sepanjang hari, serta hilangnya ketertarikan pada hal-hal yang biasanya disukai.

Namun umumnya orang yang mengalami depresi akibat kehilangan seseorang yang dicintai tidak dikatakan sebagai depresi klinis.

Apa yang menyebabkan depresi?

Penyebab depresi belum diketahui secara pasti. Beberapa mengatakan bahwa depresi berhubungan dengan otak, pada sistem neurotransmitter. Teknologi seperti MRI menunjukkan bahwa hasil penggambaran pada otak orang yang depresi berbeda dengan orang yang tidak depresi.

Bagian otak yang terlibat dalam mengontrol mood, berpikir, tidur, nafsu makan dan tingkah laku tampak berbeda pada orang yang sedang depresi. Namun hasil tersebut tidak bisa digunakan untuk mengungkap penyebab pasti depresi.

Lebih seringnya, depresi disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, biologis, lingkungan dan juga psikologis. Depresi klinis merupakan penyakit yang kompleks, karna bisa terjadi dengan banyak alasan.

Beberapa orang mengalaminya akibat penyakit serius/berkepanjangan; beberapa orang lainnya mengalaminya akibat perubahan hidup (pindah rumah, berhenti bekerja, dll) dan meninggalnya seseorang yang disayangi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here