Diabetes Tipe 1 – Penyebab, Gejala & Pengobatan

Diabetes Mellitus, atau biasa hanya disebut dengan diabetes, adalah kondisi kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah, baik itu karena menurunnya produksi insulin, karena resistensi tubuh terhadap insulin, atau kombinasi keduanya.

Secara umum terdapat dua tipe diabetes, yaitu:

  • diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin sama sekali.
  • diabetes tipe 2, tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin sebagaimana mestinya.

Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak bisa menghasilkan insulin, yaitu hormon yang mengontrol kadar gula darah.

Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh menghancurkan sebuah sel dalam pankreas yang disebut dengan sel beta. Sel inilah yang memproduksi hormon insulin. Karena itu, diabetes tipe 1 ssering dikategorikan sebagai kelainan terhadap sistem imun/kekebalan tubuh.

Diabetes tipe 1 terjadi saat tubuh kekurangan hormon insulin, sehingga kadar glukosa (gula darah) meningkat hingga di atas normal. Insulin berfungsi untuk menyerap nutrisi dan gula dalam darah, kemudian mensirkulasikannya ke berbagai sel tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Penderita diabetes tipe 1 hanya memproduksi insulin dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya glukosa dalam darah semakin meningkat (hiperglikemia) dan sel-sel tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang cukup.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan:

  • Dehidrasi
    Tingginya kadar gula dalam darah akan meningkatkan frekuensi urinasi (buang air kecil) sebagai reaksi untuk mengurangi kadar gula. Saat gula darah keluar bersama urine, tubuh juga akan kehilangan banyak air, sehingga mengakibatkan dehidrasi.
  • Kehilangan berat badan
    Gula dalam darah (glukosa) merupakan sumber energi bagi tubuh. Glukosa yang terbuang bersama urine juga mengandung banyak nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh manusia. Oleh karena itu penderita diabetes tipe 1 juga akan kehilangan berat badannya secara drastis.
  • Kerusakan tubuh
    Tingginya level gula dalam darah akan menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Kondisi ini juga akan merusak pembuluh darah kecil pada mata, ginjal dan jantung. Penderita diabetes beresiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.
  • Gangguan kardiovaskular
    Penderita diabetes memiliki risiko tinggi akan gangguan kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak, remaja, ataupun dewasa usia muda (dibawah 20 tahun), namun bisa juga terjadi pada orang yang berusia lebih tua.

Diabetes tipe 1 bukanlah kondisi yang umum, dan hanya mencakup 5% dari keseluruhan kasus diabetes.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Proses penghancuran sel beta dalam pankreas merupakan sebuah kelainan auto-imun, yang mana sistem imun tubuh justru menyerang dan merusak sel tubuh yang sehat di dalam tubuh.

Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, namun para ahli beranggapan bahwa faktor lingkungan (misalnya virus) memicu terjadinya gangguan ini, disamping faktor genetik/keturunan.

Tubuh yang tidak bisa memproduksi insulin menyebabkan glukosa dalam darah tidak bisa disalurkan ke sel-sel tubuh lain, sehingga sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi untuk menjalankan fungsi-fungsinya.

Tanpa insulin, terjadi penumpukan kadar glukosa berlebihan dalam darah dan menyebabkan terjadinya kondisi diabetes.

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala diabetes tipe 1 muncul akibat tingginya kandungan glukosa dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Sering buang air kecil, khususnya di malam hari. Ini terjadi karena ginjal mencoba mengeluarkan gula berlebih dari dalam darah.
  • Sering merasa haus. Terkait dengan gejala sebelumnya. Lebih sering buang air kecil berarti tubuh menjadi dehidrasi dan membutuhkan lebih banyak air.
  • Frekuensi urinasi yang tinggi membuat tubuh dehidrasi.
  • Berat badan turun drastis tanpa sebab. Energi di dalam tubuh tidak tersalurkan ke sel-sel tubuh, melainkan dibuang melalui urin.
  • Sering merasa lapar. Penderita diabetes tipe 1 sering merasa lapar karena tubuh tidak mendapatkan energi dari glukosa.
  • Tubuh tidak mendapatkan energi dari makanan yang masuk, membuat tubuh merasa lelah.
  • Mulut kering, mual, hingga muntah.

Lebih jauh, baca gejala diabetes.

Tidak seperti diabetes tipe 2, gejala diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat, hanya dalam beberapa hari atau minggu. Pada awalnya, gejalanya mungkin bisa disalahartikan sebagai gejala ringan penyakit lainnya.

Penting untuk mendeteksi diabetes tipe 1 secepatnya, karena sifatnya yang memburuk dengan cepat.

Pengobatan Diabetes Tipe 1

Diabetes tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan. Pengobatan dan penanganannya bertujuan untuk menjaga agar kadar gula darah tetap normal dan mengontrol gejalanya, guna mencegah berbagai komplikasi diabetes yang mungkin timbul.

Banyak penderita diabetes tipe 1 tetap dapat hidup panjang dan sehat. Kuncinya adalah dengan menjaga kadar glukosa dalam darah tetap berada pada level yang normal.

Karena tidak dapat memproduksi insulin, penderita diabetes tipe 1 membutuhkan asupan insulin, biasanya berupa injeksi insulin harian untuk mengontrol gula darah. Itulah mengapa diabetes tipe 1 dulu dikenal dengan istilah insulin-dependent diabetes (diabetes ketergantungan insulin).

Setelah didiagnosa mengalami diabetes tipe 1, pasien akan diberikan berbagai informasi untuk memonitor kadar gula darah sendiri di rumah menggunakan alat pengukur glukosa. Juga info penting lain seperti gejala hiperglikemia (gula darah tinggi), hipoglikemia (gula darah rendah), dan berbagai komplikasi diabetes.

Pedoman mengenai pola makan diabetes dan olahraga juga penting untuk diikuti untuk membantu mengontrol kondisi diabetes. Penderita diabetes harus mengecek kadar gula darah darahnya secara teratur, sehingga dapat menentukan pola makan, olahraga dan jumlah insulin yang dibutuhkan.

Komplikasi pada Diabetes Tipe 1

Jika tidak dikontrol dengan baik, kondisi diabetes dan tingginya gula darah bisa menimbulkan berbagai kerusakan serius bagi tubuh.

Komplikasi akibat diabetes antara lain:

  • Serangan jantung dan stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit ginjal (nephropathy)
  • Kerusakan saraf (neuropathy)
  • Gangguan mata (diabetic retinopathy)
  • Luka yang lama sembuh, khususnya di bagian kaki. Luka kecil bisa menjadi infeksi parah.
  • Penyakit gusi, berupa infeksi dan pembengkakan

Lebih jauh, baca komplikasi diabetes.

Penderita diabetes tipe 1 bisa menurunkan risiko berbagai komplikasi diabetes dengan selalu mengontrol kadar gula darah, dan mengikuti berbagai metode pengobatan dan penanganan diabetes yang diberikan oleh dokter.