8 Faktor Penyebab Flek Hitam Pada Wajah

Flek hitam atau hiperpigmentasi merupakan kondisi menggelapnya area kulit tertentu. Flek ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk di wajah, leher, maupun tangan. Meski tidak berbahaya, bercak-bercak ini tentu menjadi ancaman besar bagi para wanita yang menginginkan kulit bersih dan mulus tanpa noda.

Hiperpigmentasi sendiri terjadi saat melanin, pigmen penentu warna kulit, diproduksi berlebihan oleh sel melanosit. Dapat juga terjadi akibat keabnormalan produksi atau distribusi sel melanosit itu sendiri.

Penyebab Flek Hitam di Wajah

Flek hitam bisa dialami oleh siapapun tanpa memandang jenis kulitnya. Ada juga faktor-faktor pemicu munculnya flek hitam pada kulit, seperti disebutkan di bawah ini:

1.

Sinar ultra violet
Sinar matahari merupakan faktor utama penyebab hiperpigmentasi karena dapat mempengaruhi produksi melanin secara langsung. Melanin pada dasarnya merupakan tabir surya alami yang berfungsi untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultra violet. Namun saat mendapat paparan sinar matahari berlebihan, produksi melanin dapat terganggu dan menimbulkan flek hitam.

2.

Usia
Paparan sinar matahari yang terakumulasi dapat menimbulkan solaris lentigo yang umumnya dialami orang-orang berusia di atas 40 tahun. Hal ini dikarenakan saat usia bertambah, kemampuan kulit untuk beregenerasi berkurang. Bercak-bercak ini memiliki warna bervariasi mulai dari cokelat terang hingga hitam menyerupai liver sehingga sering disebut juga sebagai liver’s spot.

3.

Perubahan hormon
Flek hitam yang timbul akibat fluktuasi hormon sering disebut sebagai melasma atau kloasma. Bercak ini diduga terbentuk karena hormon estrogen dan progesteron dapat menstimulasi produksi melanin secara berlebihan saat terpapar sinar matahari. Melasma banyak dialami para wanita yang sedang hamil sehingga sering disebut sebagai topeng kehamilan. Namun kondisi ini juga dapat dijumpai pada wanita yang menopause, mengonsumsi pil KB, menderita disfungsi tiroid, atau menjalani terapi hormone.

4.

Hiperpigmentasi Pasca Peradangan (Post-inflammatory hyperpigmentation/PIH)
Seperti namanya, hiperpigmentasi ini timbul setelah terjadi trauma dan peradangan pada kulit. Misalnya saja setelah mendapat luka, psoriasis, terbakar, eksim, jerawat, atau melakukan waxing. Menggunakan produk kecantikan dengan bahan yang terlalu keras juga dapat memicu munculnya flek hitam.

5.

Parfum
Beberapa parfum mengandung fotosensitizer yang dapat membuat kulit lebih peka terhadap sinar matahari. Contohnya bergamot oil yang digunakan oleh 1/3 parfum dan cologne di dunia. Flek hitam yang disebut berlock dermatitis dapat muncul saat kulit Anda terkena parfum dan segera terpapar sinar matahari. Untuk mencegahnya, gunakan parfum di baju Anda, bukan di wajah, leher, atau bagian kulit lainnya. Usahakan juga untuk memilih parfum dengan kandungan fotosensitizer rendah.

6.

Polusi
Jika Anda tinggal di kota-kota besar dan memiliki flek-flek cokelat kemerahan di bagian wajah, mungkin polusi adalah penyebabnya. Flek ini berkembang karena sel-sel kulit memproduksi antioksidan dan mengeluarkan melanin berlebih untuk mencegah kerusakan akibat polutan.

7.

Konsumsi obat-obatan dan penyakit tertentu
Hiperpigmentasi dapat menjadi gejala penyakit autoimun, gastrointestinal, gangguan metabolis, atau kekurangan vitamin. Flek hitam juga dapat muncul sebagai efek samping kemoterapi dan konsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik, antimalaria, atau anti kejang.

8.

Genetik
Faktor genetik atau keturunan mempengaruhi jumlah melanin pada kulit. Orang berkulit gelap memiliki melanin alami yang lebih tinggi sehingga berisiko mengalami hiperpigmentasi lebih besar. Melasma dan PIH juga cenderung lebih banyak terjadi pada pemilik kulit gelap. Meski demikian, hiperpigmentasi jenis freckles lebih mudah terlihat pada orang dengan kulit terang.

1 KOMENTAR

  1. saya sudah berumur 26 karena kurang menjaga kesehatan kulit, mulai timbul flek hitam. hal ini sangat dikwatirkan oleh banyak wanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here