Gejala Sakit pada Anak yang Harus Anda Perhatikan

Waspadai selalu gejala sakit pada anak agar si kecil tetap sehat dan tumbuh berkembang dengan baik.

Anak Anda tiba tiba jatuh sakit? Padahal sebelumnya ia tampak baik baik saja. Jika hal ini yang terjadi pada si kecil, jangan buru-buru menyalahkannya yang sering jajan sembarangan. Bisa jadi Anda lah yang kurang mewaspadai gejala penyakit yang menyerangnya.

Nah agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, yuk cari tahu daftar gejala penyakit pada anak yang seringkali luput dari pengawasan kita sebagai orang tua.

Demam Tinggi

Jangan pernah menganggap remeh demam yang menyerang si kecil. Terlebih jika suhunya diatas normal, yaitu melebihi 39,4° celsius. Segeralah periksakan buah hati Anda ke dokter, terutama jika demam tinggi yang dideritanya tak kunjung reda lebih dari dua sampai lima hari.

Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit serius, mengingat demam tinggi seringkali dihubungan dengan gangguan kesehatan yang cukup serius.

Sering Haus

Si kecil sering merasa haus, khususnya menjelang tidur? Jangan abaikan gejala penyakit yang satu ini. Segeralah periksakan di kecil ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah rasa haus yang timbul terkait dengan kondisi yang lebih serius atau tidak, misalnya saja diabetes tipe 1.

Pemeriksaan sangat penting untuk dilakukan, mengingat dengan mengetahui hasilnya, Anda bisa mengupayakan langkah pengobatan selanjutnya.

Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak dan usia dibawah 20 tahun. Gejala-gejalanya antara lain sering merasa haus, sering buang air kecil, kelelahan dan dehidrasi, serta berat badan yang turun drastis. Diabetes tipe 1 berkembang dengan cepat dan tiba-tiba, sehingga deteksi dini sangat penting dilakukan.

Kesulitan Bernafas

Ketika anak demam, ia seringkali kesulitan bernafas. Kondisi yang satu ini wajar terjadi dan biasanya akan berangsur membaik seiring dengan menurunnya suhu tubuh. Namun jika kondisi tersebut berlanjut, bahkan setelah suhu tubuh menurun, ada baiknya jika Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan lebih lanjut juga bisa dilakukan guna mendeteksi kemungkinan si kecil menderita asma, bronkhitis atau penyakit saluran pernapasan lainnya.

Sakit Perut

Sakit perut pada anak seringkali dianggap remeh oleh kebanyakan orang tua. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, maka mulai saat ini jangan lagi menganggap remeh sakit perut yang dikeluhkan si kecil.

Segeralah berkonsultasi dengan ahli medis terdekat guna mengetahui penyebab rasa sakit pada perut si kecil. Hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat rasa sakit pada perut bisa menjadi salah satu indikasi adanya gangguan pada organ pencernaan. Terlebih jika rasa nyeri dirasakan pada perut kanan bawah yang bisa jadi merupakan pertanda usus buntu.

Tubuh Lemah

Anak yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi lesu adalah pertanda kurang baik. Jangan abaikan perubahan perilaku yang satu ini. Coba cari tahu alasannya. Jika si kecil mengeluhkan badannya lemas, Anda bisa menyarankannya untuk beristirahat guna memulihkan kembali kondisi tubuhnya.

Namun jika ternyata kondisi berlanjut, segeralah hubungi dokter. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah ada gangguan kesehatan serius yang diderita si kecil mengingat kelelahan biasanya terjadi akibat pola makan yang salah, gaya hidup yang tidak sehat, malabsorpsi, depresi, sampai gangguan ginjal dan kanker.

Sering Muntah

Batuk terlalu keras, makan berlebihan dan gangguan pada pencernaan bisa memicu si kecil untuk muntah. Hal ini wajar terjadi pada anak seusianya, terutama yang masuk kategori usia balita. Namun jangan lantas mengabaikannya begitu saja, khususnya jika muntah terjadi berkali kali. Segera ganti cairan yang hilang dengan memberikannya cairan pengganti agar tidak dehidrasi.

Waspadai juga ketika muntah yang dialami si kecil disertai dengan sakit kepala. Bisa jadi keduanya merupakan pertanda ia terserang meningitis. Jadi dengan mengetahui gejalanya, Anda bisa segera mengupayakan penanganan terbaik. Salah satunya dengan berkonsultasi bersama ahlinya.

Wajah Bengkak

Gejala penyakit pada anak ternyata juga bisa diamati melalui tampilan wajah. Coba amati wajah buah hati Anda. Apakah wajahnya tampak normal? Ataukah ada perubahan? Jangan abaikan perubahan sekecil apapun yang terlihat. Terlebih jika perubahan yang terjadi berupa pembengkakan pada wajah.

Selain akibat benturan, bengkak pada wajah bisa menjadi petunjuk bahwa si kecil mengalami alergi atau infeksi. Mintalah petunjuk ahli medis untuk penanganan terbaik.

Bibir Membiru

Warna bibir seringkali berubah setelah mengonsumsi makanan tertentu. Ia juga bisa berubah akibat suhu yang terlalu dingin. Namun jika perubahan warna terjadi tanpa penyebab yang jelas, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dilakukan mengingat perubahan warna bibir yang terjadi tiba tiba bisa menjadi petunjuk menurunnya kadar oksigen dalam darah dan adanya gangguan sirkulasi darah.

Bibir yang membiru juga bisa menjadi petunjuk awal gangguan pada jantung, pneumonia, dan asma. Jadi jangan abaikan begitu saja perubahan warna bibir si kecil guna memastikannya tetap sehat.

Gatal-Gatal

Gatal merupakan gangguan kesehatan pada kulit yang wajar terjadi. Namun jika gatal disertai dengan demam, muntah, kesulitan bernafas dan rasa nyeri pada perut, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan cara ini penanganan medis bisa segera diperoleh begitu si kecil, misalnya, terbukti mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius.

Pendarahan

Jangan pernah mengabaikan luka sekecil apapun yang dialami si kecil. Segera rawat lukanya dengan baik agar tidak terjadi pendarahan dan infeksi. Namun jika pendarahan terlanjur terjadi, jangan lantas panik. Segera bawa si kecil ke dokter untuk penanganan terbaik.

Muntah Setelah Mengalami Benturan di Kepala

Anak usia balita rawan mengalami benturan di kepala saat bermain. Karena itu Anda sebagai orang tua perlu lebih berhati hati saat mengawasinya bermain. Ketika anak mengalami benturan di kepala, coba amati apakah ia mengalami perubahan perilaku setelahnya. Jika ya, maka ada baiknya untuk segera menghubungi dokter guna mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Terlebih jika setelah mengalami benturan, si kecil muntah.

Penanganan medis tentunya diperlukan agar kondisinya segera pulih setelah mengalami benturan tadi.

Mimisan

Mimisan merupakan pendarahan yang terjadi pada hidung akibat tipisnya pembuluh darah di area hidung. Pembuluh darah tersebut biasanya akan menebal setelah anak mengalami pubertas.

Namun jika mimisan tetap dialami, bahkan sampai lebih dari lima kali dalam sebulan, maka Anda perlu waspada. Bisa jadi mimisan yang dialami si kecil bukan mimisan biasa.

Konsultasikanlah dengan dokter keluarga agar diketahui penyebab yang pasti sekaligus kemungkinan si kecil menderita penyakit tertentu yang menyebabkan ia sering mimisan.

Luka yang Tidak Kunjung Sembuh

Anak-anak berpotensi mengalami luka, mulai dari lecet sampai luka serius saat bermain. Hal ini sering terjadi. Namun jika luka yang dialami tak kunjung membaik, Anda perlu waspada. Bisa jadi anak Anda menderita penyakit tertentu seperti diabetes dan kanker yang membuat tubuhnya kesulitan memulihkan luka secara alami.

Berat Badan Turun Drastis

Jangan abaikan berat badan anak yang tiba tiba turun drastis. Coba cari tahu penyebabnya. Apakah si kecil kekurangan nutrisi? Atau apakah aktivitasnya terlalu berlebihan sehingga semua kalori yang diterimanya terpakai sebagai energi? Atau apakah ia terserang penyakit tertentu?

Hal ini sangat penting dilakukan mengingat penurunan berat badan yang terjadi secara tiba tiba seringkali dihubungkan dengan penyakit tertentu.

Pusing

Jika anak Anda sering mengeluh pusing, waspadalah. Karena bisa jadi kondisi tersebut menjadi petunjuk awal gangguan kesehatan yang cukup serius. Bisa jadi si kecil hanya terserang anemia. Namun bisa juga pusing yang dikeluhkannya menjadi petunjuk adanya tumor di kepala. Untuk memastikannya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Gangguan Penglihatan

Selain keluhan pusing, Anda juga perlu segera tanggap ketika si kecil mengeluhkan pandangannya yang buram. Sama halnya dengan pusing, gangguan penglihatan juga bisa menjadi petunjuk awal tumor otak. Pemeriksaan lebih dini tentunya sangat disarankan guna memastikan apakah si kecil mengalami gangguan kesehatan yang serius atau hanya mengalami gangguan penglihatan ringan.

Dari daftar gejala sakit pada anak tersebut, manakah yang sering Anda jumpai atau dikeluhkan si kecil? Jika ada salah satu atau lebih gejala yang sering Anda jumpai, segeralah hubungi dokter. Jangan tunggu sampai si kecil sakit ya, Bunda. Kenali dan amati gejalanya sedini mungkin untuk penanganan terbaik. Semoga bermanfaat.