Insomnia

1295

Gangguan tidur bisa terjadi pada setiap orang, dan terdapat beberapa jenis gangguan tidur (sleep disorder) yang bisa menimpa Anda. Salah satu gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia.

Apa itu Insomnia?

Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit tidur atau tidak bisa mendapatkan tidur yang cukup. Kondisi ini menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas dengan maksimal keesokan harinya, dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan berbagai efek buruk bagi produktivitas dan kehidupan seseorang.

Orang yang mengalami insomnia memiliki satu atau beberapa gejala berikut:

  • Sulit untuk jatuh tertidur
  • Sering terbangun di malam hari dan kesulitan untuk kembali tidur
  • Bangun terlalu dini di pagi hari
  • Merasa lelah atau tidak segar ketika terbangun

Jenis Insomnia

Terdapat dua jenis insomnia, yaitu insomnia primer dan sekunder.

  • Insomnia Primer
    Insomnia primer adalah kondisi dimana seseorang memiliki gangguan tidur tanpa adanya hubungan dengan kondisi kesehatan/penyakit lain. Ini berarti insomnia yang diderita bukan merupakan gejala atau efek dari kondisi kesehatan lainnya.
  • Insomnia Sekunder
    Insomnia sekunder merupakan kondisi susah tidur yang disebabkan oleh hal-hal lain seperti kondisi kesehatan (asma, depresi, flu, dsb), pengobatan yang dilakukan, atau karena substansi-substansi lain yang dipakai (misalnya minum alkohol atau kopi).

Insomnia Akut dan Insomnia Kronis

Kondisi insomnia memiliki variasi yang berbeda mengenai berapa lama kondisi tersebut berlangsung atau seberapa sering kondisi tersebut terjadi. Insomnia bisa berlangsung dalam jangka pendek (insomnia akut) atau berlangsung dalam jangka waktu yang panjang (insomnia kronis). Insomnia juga bisa terjadi sesekali, seperti datang dan pergi begitu saja.

Insomnia akut biasanya berlangsung antara satu malam hingga beberapa minggu. Insomnia dapat dikatakan kronis jika kondisinya terjadi 3 malam dalam seminggu dan berlangsung selama sebulan atau lebih.

Gejala Insomnia

Gejala umum insomnia merupakan akibat dari waktu tidur yang kurang atau efek dari tidur yang tidak berkualitas, yaitu:

  • Merasa ngantuk sepanjang hari
  • Lesu dan kurang berenergi
  • Cepat marah dan mudah terpancing emosi
  • Kesulitan berkonsentrasi dan sering lupa
  • Menurunnya sistem imun tubuh
Rekomendasi:  Kolesterol Tinggi

Jika tidak ditangani, dalam jangka panjang, insomnia bisa menyebabkan efek negatif yang serius bagi produktivitas dan kehidupan penderitanya.

Baca juga: Efek kurang tidur bagi tubuh

Penyebab Insomnia

Insomnia dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti yang disebutkan di bawah ini.

Insomnia akut (jangka pendek) antara lain dapat disebabkan oleh:

  • Tekanan hidup yang signifikan, seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang terdekat, perceraian, pindah tempat tinggal, penyakit yang berkepanjangan, dll.
  • Penyakit yang sedang diderita
  • Gangguan fisik dan/atau emosional
  • Kondisi lingkungan, seperti suara yang bising ketika malam, cahaya, suhu yang ekstrem (terlalu panas atau dingin pada waktu tidur).
  • Penggunaan atau sedang dalam pengobatan tertentu
  • Gangguan pada waktu tidur normal, misalnya karena jet lag atau perubahan zona waktu yang signifikan.

Penyebab insomnia kronis (jangka panjang) antara lain:

  • Depresi
  • Kecemasan berlebih
  • Stres kronis
  • Sakit atau merasa tidak nyaman di malam hari

Mengatasi Insomnia

Langkah pertama yang harus diketahui adalah penyebab insomnia itu sendiri, dan juga jenis insomnia yang dialami pasien.

Jika insomnia disebabkan oleh pola hidup dan kebiasaan yang kurang sehat, maka dokter akan memberikan arahan untuk perbaikan pola hidup dan tips meningkatkan kualitas tidur bagi pasien. Jika insomnia disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, misalnya stres, maka dokter akan terlebih dahulu mencoba mengatasi masalah tersebut.

Mengobati insomnia dapat dilakukan dengan obat-obatan, terapi perilaku koginitf, ataupun kombinasi antara keduanya.

Penggunaan obat tidur merupakan pilihan terakhir, atau solusi jangka pendek, jika pasien benar-benar kurang tidur.

Terapi perilaku kognitif merupakan metode pengobatan insomnia paling efektif, dengan cara mengubah perilaku dan pola pikir pasien yang menjadi penyebab timbulnya kondisi insomnia.

Baca juga: Tips atasi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur

Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan berbagai update mengenai kesehatan di sosial media.