Jambu Biji – Kandungan Gizi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Jambu biji (Psidium guajava) termasuk buah-buahan tropis yang mudah didapatkan di Indonesia. Buah ini mampu berbuah sepanjang musim, dengan panen raya biasanya jatuh di bulan Februari dan Maret. Jambu biji bahkan dapat ditanam di pekarangan maupun pot. Harganya pun cukup murah dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

Jambu biji memiliki rasa antara manis dan asam. Tak hanya menawarkan kelezatan, buah asal Brazil ini juga mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan Gizi Jambu Biji

Jambu biji merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, dengan jumlahnya mencapai 228 mg per 100 g atau tiga kali lebih banyak dari kebutuhan harian. Vitamin ini terutama terdapat di bagian daging buah luar di bawah kulitnya.

Jambu biji juga kaya akan serat pangan dan vitamin B kompleks asam folat, asam pantotenik, piridoksin, dan niacin. Ada juga riboflavin, tiamin, vitamin A, E, dan K meski jumlahnya tidak sebanyak vitamin C (lihat tabel kandungan jambu biji pada gambar di samping).

kandungan buah jambu bijiTak hanya itu, jambu biji dilengkapi dengan berbagai elektrolit dan mineral. Yang cukup menonjol adalah potasium, disusul dengan mangan, magnesium, zat besi, tembaga, kalsium, seng, fosfor, dan selenium.

Adapun fitokimia yang dikandungnya adalah karotenoid serta polifenol galokatokin, leukosianidin, dan likopen yang lebih tinggi jumlahnya di jambu biji berwarna merah dibandingkan putih.

Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan

Berbagai manfaat untuk kesehatan dimiliki jambu biji seperti tercantum di bawah ini:

Meningkatkan sistem imun
Jambu biji mengandung vitamin C yang jauh lebih besar dibandingkan jeruk, hampir 4 kali lipatnya. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan kaya vitamin C dapat membantu tubuh mengembangkan daya tahan untuk melawan kuman penyebab penyakit.

Vitamin C juga diperlukan untuk sintesis kolagen yang sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah, kulit, organ, dan tulang. Vitamin A di dalamnya pun penting untuk menjaga kesehatan membran mukosa dan kulit sebagai salah satu sistem pertahanan tubuh.

Menurunkan risiko kanker kanker
Jambu biji sering dijadikan bahan penelitian untuk melihat pengaruhnya terhadap perkembangan kanker prostat, payudara, dan oral. Hasilnya, minyak daun jambu biji dianggap dapat mencegah proliferasi sel-sel kanker dengan sangat baik. Buahnya juga diduga dapat menurunkan risiko kanker prostat dan mencegah perkembangan sel kanker payuradara karena kandungan likopennya yang melimpah.

Ditambah lagi, vitamin C pada jambu biji berfungsi sebagai antioksidan yang menghambat proliferasi radikal bebas.

Menurunkan dan menambah berat badan
Jambu biji sangat cocok dijadikan teman diet bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Buah ini kaya akan vitamin, protein, mineral, dan serat, namun tidak mengandung kolesterol dan hanya memiliki karbohidrat tercerna dalam jumlah rendah. Kadar gula jambu biji juga termasuk lebih rendah dibandingkan apel, jeruk, dan anggur.

Jambu biji pun dapat membantu menambah berat badan untuk orang-orang bertubuh kurus. Diduga hal ini dikarenakan melimpahnya nutrisi yang dikandungnya sehingga metabolisme bisa berjalan optimal dan tubuh dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Mengobati diare, disentri, dan gastroenteritis
Jambu biji banyak mengandung astringent, senyawa yang dapat meredakan gejala diare, disentri, dan gastroenteritis (radang lambung dan usus). Sifat astringent yang basa serta memiliki manfaat disinfektan dan anti bakteri mampu menghambat perkembangan mikroba dan menghilangkan kelebihan lendir dari usus.

Nutrisi lain dalam jambu biji seperti karotenoid, vitamin C, dan potasium berfungsi membantu memperkuat sistem pencernaan. Sementara seratnya dapat melindungi usus besar dari paparan racun berbahaya penyebab kanker.

manfaat jambu biji
Jambu biji mengandung vitamin C tinggi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. [image by healthmeup.com]
Meredakan konstipasi
Banyak mitos yang mengatakan bahwa jambu biji dapat menyebabkan konstipasi. Padahal, seratnya yang tinggi berfungsi sebagai laksatif yang dapat membantu melancarkan pergerakan usus, mengeluarkan kelebihan cairan, membersihkan usus dan sistem pengeluaran secara menyeluruh, serta mencegah sembelit (susah BAB) atau diabetes.

Mengontrol kadar glukosa
Tingginya kadar serat pangan dalam jambu biji membantu penyerapan gula oleh tubuh sehingga kadar glukosa tidak meningkat tajam setelah makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jambu biji dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2 dan menurunkan kadar gula darah.

Mengatur tekanan darah tinggi dan kolesterol
Serat dan potasium dalam jambu membantu menurunkan kolesterol dan mencegahnya menggumpal sehingga tekanan darah tetap terkontrol. Potasium diperlukan untuk menjaga detak jantung dan tekanan darah. Sedangkan serat menghalangi penyerapan kolesterol LDL oleh usus.

Menyehatkan mata
Kandungan vitamin A yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mata cukup banyak terdapat di jambu biji. Vitamin ini bermanfaat untuk mencegah munculnya katarak, degenerasi makula, dan penyakit mata umum lainnya. Tidak hanya mencegah turunnya kemampuan penglihatan, namun juga meningkatkannya kembali.

Menyehatkan kelenjar tiroid
Tingginya kandungan tembaga pada jambu biji bermanfaat untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid yang merupakan salah satu kelenjar paling penting dalam tubuh. Tembaga akan mengatur metabolisme tiroid dengan membantu mengontrol produksi dan penyerapan hormon.

Menyehatkan otak
Manfaat lain dari jambu biji yang tak kalah penting adalah menyehatkan otak. Hal ini dikarenakan jambu biji mengandung vitamin B3 (niacin) yang dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menstimulasi fungsi kognitif. Jambu biji juga memiliki vitamin B6 yang merupakan nutrisi penting untuk otak dan saraf.

Meredakan batuk dan pilek
Jus jambu biji yang belum matang bermanfaat untuk meredakan batuk dan pilek. Astringent, vitamin C, dan zat besi di dalamnya akan membantu meredakan hidung tersumbat, membersihkan sistem pernafasan, tenggorokan, dan paru-paru, serta mencegah perkembangan mikroba.

Merawat kesehatan kulit
Astringent yang banyak terdapat pada jambu biji mentah dan daunnya dapat membantu merawat kesehatan kulit dan menghindarkannya dari masalah. Manfaat tersebut bisa didapatkan baik dengan memakan jambu biji maupun mengambil sarinya untuk mencuci wajah.

Vitamin A, B, C, dan potasium juga termasuk antioksidan dan dapat digunakan untuk detoksifikasi sehingga mampu membuat kulit sehat bercahaya dan awet muda. Apalagi, jambu biji merah juga kaya akan likopen yang mampu mencegah kerusakan kulit akibat sinar ultra-violet.

2 KOMENTAR

  1. Terima kasih atas artikelnya yang bermanfaat, sedikit tambahan jambu biji juga mengandung likopen yang bermanfaat dalam mengatasi paparan sinar UV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here