Masa menyusui adalah masa dimana ibu harus berusaha untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) semaksimal mungkin untuk buah hati demi pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut Prasetyo dkk pada tahun 2015, ASI Eksklusif yaitu pemberian ASI tanpa menambah jenis makanan maupun minuman lainnya. Anjuran ini dilakukan pada bayi sejak usia 0 – 6 bulan.

Sponsored Links
menyusui anak dengan asi
Tak perlu takut dan khawatir saat memberi ASI pada bayi.

Menurut Health pada tahun 2003, ASI Eksklusif berperan sebagai pelindung bayi dengan membentuk benteng pertahanan tubuh berupa antibodi yang akan selalu aktif dalam melawan kuman-kuman penyakit, sehingga bayi akan terhindar dari sakit. Apabila ASI diberikan hingga anak 2 tahun, maka antibodi terbentuk dengan sempurna.

Koerber pada tahun 2006 dan Oddy pada tahun 2004 menyatakan bahwa ASI pertama mengandung kolostrum yang berperan dalam pembentukan antibodi bayi sebagai pelindung saat berada di lingkungan yang penuh kuman berbahaya.

Menurut Kaur et al pada tahun 2016, antibodi pada bayi dengan ASI tidak dimiliki oleh bayi dengan susu sapi. Antibodi yang didapatkan dari ASI ini, menurut Langley-Evans pada tahun 2015, juga ikut mencegah terjangkitnya penyakit degeneratif pada masa depan seperti penyakit diabetes mellitus.

Namun, dalam memberikan ASI kepada buah hati, seringkali ibu mengalami beberapa hambatan sehingga enggan dan akhirnya menyerah. Berikut ini hambatan-hambatan ketika menyusui beserta tips dan trik dalam menghadapinya :

“Saya tidak menyusui sejak hari pertama anak dilahirkan”

Memberikan ASI langsung setelah melahirkan merupakan tonggak awalan yang akan memperlancar pemberian ASI seterusnya, proses ini disebut Inisiasi Menyusui Dini (IMD), yang dilakukan 30 menit sampai 1 jam pertama setelah bayi dilahirkan. Proses IMD ini sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi karena kolostrum pada ASI yang pertama kali keluar membentuk pertahanan tubuh bayi, meningkatkan keintiman hubungan ibu dan bayi, serta melatih refleks menghisap bayi.

Namun beberapa kendala mungkin terjadi setelah melahirkan sehingga proses menyusui awalan ini tidak tercapai, misalnya kondisi ibu atau anak yang mengharuskan perawatan terpisah, adanya kendala medis, atau jika ibu melahirkan dengan operasi.

Ada pula beberapa ibu yang belum dapat mengeluarkan ASI-nya sampa tiga hari setelah melahirkan. Tapi ibu tidak perlu khawatir, karena bayi akan tetap bertahan dengan zat gizi yang dibawanya dari dalam kandungan sebagai simpanan.

“Berat badan bayi saya kok menurun ya? Sepertinya ASI saya kurang banyak…”

Ungkapan tersebut sering muncul pada ibu yang menyusui dengan ASI eksklusif. Setelah beberapa bulan paska melahirkan, beberapa ibu biasanya mengalami kendala lain yaitu berat badan bayi menurun atau tidak segera naik. Kenyataan ini mengecewakan ibu dan menurunkan semangat untuk memberikan ASI eksklusif serta menganggap ASI yang diberikannya tidak cukup untuk bayinya.

Sponsored Links

Faktor psikologis inilah yang kadang mengalahkan prinsip ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa tambahan apapun, sehingga mulai memberikan air tajin, pisang lumat, dan susu formula untuk menambah asupan zat gizi bayinya.

Akan tetapi, ibu perlu mengetahui bahwa penurunan berat badan bayi masih wajar selama angkanya masih dalam batas berat badan normal bayi berdasarkan usianya yang dapat diketahui dari grafik berat badan di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau menanyakannya kepada bidan atau pegawai puskesmas terdekat.

Selain itu, umumnya berat badan bayi memang akan turun pada minggu-minggu pertama setelah lahir. Jadi, ibu tidak perlu khawatir dengan penurunan berat badan tersebut selama cara menyusui sudah dilakukan dengan benar. Ibu harus meningkatakan rasa percaya diri bahwa ASI yang dikeluarkan memang sudah cukup.

“Saya tidak mengetahui cara menyusui yang benar, memangnya seperti apa?”

Bagi para ibu menyusui, terutama yang masih muda dan baru menjadi seorang ibu, pengetahuan mengenai cara menyusui yang baik dan benar perlu diketahui sejak hamil. Sehingga saat hambatan menyusui terjadi, ibu tidak panik atau kebingungan.

Proses menyusui merupakan suatu keselarasan. Contohnya IMD, ketika ibu kehilangan momen tersebut menyebabkan terlambatnya rangsangan keluarnya ASI, bayi menjadi tidak terbiasa menghisap dan ibu akan kesulitan memberikan ASI dihari-hari selanjutnya. Ketidaktepatan cara menyusui berpengaruh pada keberhasilan ASI selanjutnya.

Akan tetapi proses menyusui juga tidak akan berhenti hanya dengan kehilangan momen tersebut. Ibu masih bisa mengejar ketertinggalannya dengan cara tetap melakukan pemberian ASI. Jika bayi terus dilatih untuk menghisap puting susu ibu, rangsangan itu membantu keluarnya hormon prolaktin yang berfungsi memproduksi ASI dan hormon oksitosin yang kemudian akan mengeluarkan ASI tersebut.

Oleh karena itu ibu harus terus melatih bayi menghisap puting susu ibu. Pemberian ASI pada bayi juga harus dilakukan sesering dan semau bayi. Jangan pula diberikan dot/empeng pada bayi, biarkan bayi beradaptasi hanya dengan puting susu ibu.

Untuk kesehatan ibu dan banyaknya produksi air susu yang dihasilkan, pastikan juga ibu mendapatkan makanan yang bergizi seimbang setiap harinya, minum yang cukup, rileks dan beristirahat dengan cukup. Apabila kondisi ibu dan anak sudah mendukung, ibu paham tentang cara menyusui yang benar, adanya  motivasi dari orang disekitar ibu untuk memberi ASI, terutama ASI ekslusif 6 bulan, maka ibu telah melakukan satu peran besar dalam membangun kualitas anak yang baik.

Let it Go Mom! Masalah-masalah ketika menyusui pasti dapat diselesaikan dengan kepercayaan diri tinggi dan keyakinan bahwa memberi ASI adalah yang terbaik untuk kesehatan anak dimasa depan. Dengan menerapkan solusi diatas, maka ibu akan dapat menyusui dengan lebih lancar.

Artikel ini ditulis oleh Bertri Maulidya Masita dan Jusephina, Mahasiswi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dengan judul asli “Tak Perlu Khawatir Ketika Menyusui, LET IT GO MOM!” 
Sponsored Links

1 KOMENTAR

  1. Iya memang banyak ibu malas dan takut memberikan susu asinya sehingga susu formula menjadi alternatif, padahal lebih baik asi daripada susu formula, ini juga disebut dalam setiap iklan susu formula sekaligus menganjurkan ibu2 untuk memberikan asi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here