Jenis-Jenis Gangguan Tidur yang Paling Sering Terjadi

Sleep disorder atau gangguan tidur merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup mengganggu dan sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Kurangnya durasi dan kualitas tidur saat malam hari dapat membuat Anda kelelahan saat bangun, merasa ngantuk, serta tidak konsentrasi di pagi hingga siang harinya sehingga Anda merasa kesulitan melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan normal.

Selain itu kurang tidur juga dapat menempatkan Anda pada risiko berbagai jenis penyakit menakutkan dikemudian hari. Singkatnya, kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi keseluruhan hidup Anda baik fisik, emosional pribadi dan bahkan pekerjaan Anda.

Lalu berapa banyakkah waktu yang diperlukan untuk tidur yang cukup? Menurut National Sleep Foundation (NSF) mereka merekomendasikan 10 sampai 11 jam waktu tidur untuk remaja dan 7 sampai 8 jam untuk orang dewasa.

Ada berbagai jenis gangguan tidur yang banyak menyerang masyarakat saat ini diantaranya:

Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur dimana seseorang mengalami kesulitan untuk tertidur di malam hari hingga larut malam. Insomnia biasanya disebabkan oleh tingkat stress yang tinggi, penggunaan obat-obatan tertentu, kecemasan dan juga depresi.

gangguan tidur
Insomnia membuat penderitanya kesulitan tertidur di malam hari.

Orang-orang yang menderita insomnia biasanya merasakan gejala-gejala seperti kesulitan memejamkan mata saat mencoba untuk tidur, sering terbangun di malam hari dan kesulitan untuk tertidur kembali, bangun terlalu pagi, merasa tidurnya tidak menyegarkan, dan mendapatkan beberapa masalah di siang hari seperti kelelahan, ngantuk, bermasalah dengan mood, tidak konsentrasi, kecelakaan di tempat kerja atau saat mengemudi, dan lain-lain.

Insomnia memiliki masa berlangsung yang bervariasi di setiap orangnya. Berdasarkan jangka waktunya, insomnia dibagi menjadi dua:

  1. Insomnia jangka pendek (insomnia akut), atau
  2. Insomnia dalam jangka waktu yang lama (insomnia kronis).

Insomnia akut dapat berlangsung dari satu malam hingga satu minggu saja, sementara seseorang bisa dikatakan menderita insomnia kronis apabila mengalami insomnia setidaknya tiga kali dalam seminggu dan berlangsung selama berbulan-bulan hingga tahunan.

Sekitar 50 persen orang dewasa pernah mengalami insomnia sesekali dan 1 dari 10 orang menderita insomnia kronis. Insomnia dapat terjadi secara sendirinya atau dapat dikaitkan dengan kondisi medis atau kejiwaan seseorang.

Artikel rekomendasi terkait insomnia:

Restless Legs Syndrome (RLS)

Restless legs syndrome atau RLS merupakan suatu sindrom yang menyebabkan dorongan tidak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Para ahli tidak yakin apa yang menjadi penyebab utama RLS, tapi menurut mereka ini merupakan penyakit turunan. Obat-obatan tertentu juga telah diketahui dapat menyebabkan RLS.

Gejala yang biasanya muncul seperti munculnya sensasi tertarik, kesemutan, gatal yang sering disertai dengan rasa sakit dan nyeri di kaki yang biasanya terjadi di malam hari.

Sensasi tersebutlah yang mendorong penderita RLS ini untuk terus menggerakkan atau menendang kakinya guna mengurangi perasaan tidak nyaman. Sensasi tidak nyaman dan kebiasaan menggerakan  kaki ini membuat penderita RLS menjadi sulit untuk tertidur.

Penanganan untuk masalah RLS ini adalah dengan melakukan olahraga teratur, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol. Untuk kasus-kasus yang parah harus segera mendapatkan penanganan dokter.

Sleep apnea

Sleep apnea merupakan salah satu penyakit gangguan tidur yang ditandai dengan munculnya suara dengkuran atau dengusan saat sedang tertidur. Sleep apnea merupakan jenis gangguan tidur serius yang terjadi ketika pernapasan seseorang terganggu saat tertidur.

Ada dua tipe sleep apnea:

  1. Obstructive Sleep Apnea disebabkan oleh penyumbatan jalan napas, biasanya terjadi ketika jaringan lunak di belakang tenggorokan terblokir selama tidur. Gejala yang mucul biasanya mendengkur saat tertidur, ngantuk di siang hari, kelelahan, gelisah dan terengah-engah saat tidur serta kesulitan berkonsentrasi.
  2. Central Sleep Apnea disebabkan bukan karena saluran pernapasan yang terblokir melainkan kegagalan otak memberitahu tubuh untuk bernapas. Tipe ini disebut apnea central karena berkaitan dengan fungsi sistem saraf pusat. Gejala yang muncul pada tipe ini biasanya bangun dengan terengah-engah berulang kali di malam hari.

Narkolepsi

Narkolepsi atau sering disebut sebagai serangan tidur merupakan gangguan neurologis yang berkaitan dengan regulasi tidur yang mempengaruhi pengendalian tidur dan bangun. Penyebab narkolepsi adalah kelainan pada bagian otak yang mengontrol tidur.

Selain itu gangguan ini juga dapat disebabkan oleh rendahnya senyawa hypocretin yang membantu tingkat kontrol seseorang untuk terjaga.

Ciri-ciri penderitanya diantaranya kantuk berlebihan di siang hari, tiba-tiba tertidur di siang hari dan tidak bisa tertahan, serta kelemahan otot juga merupakan iri khas narkolepsi.

Saat serangan tidur ini menyerang penderita tidak dapat menahannya bahkan sering kali terjadi di tempat dan saat-saat yang tidak diharapkan sperti saat sedang berjalan atau sedang melakukan aktivitas lain.

Mereka dengan narkolepsi juga bisa menderita cataplexy yang merupakan suatu kondisi dimana seseorang dapat pingsan tiba-tiba hanya karena reaksi emosional. Untuk jenis gangguan ini biasanya disarankan penggunaan obat oleh dokter yang menanganinya.

Sleepwalking

Sleepwalking merupakan salah satu gangguan tidur yang paling umum terjadi pada anak-anak dan belum ada yang tahu penyebab utama terjadinya gangguan ini. Namun para peneliti mengira penyebab dari sleepwalking pada anak-anak disebabkan oleh kurangnya waktu tidur atau tidur yang tidak efisien, penggunaan beberapa obat, sakit atau demam.

Hal ini ada hubungannya dengan perkembangan otak pada anak. Gejala yang biasanya muncul adalah berjalan pada saat tidur, kesulitan bangun, dan makan tengah malam dengan menggunakan peralatan yang salah.

Salah satu cara untuk menghindari terjadinya masalah ini adalah dengan mengurangi cairan sebelum tidur dan menciptakan suatu lingkungan tidur yang tenang dan menjaga jadwal tidur yang teratur.

REM Sleep Behaviour Disorder

REM merupakan suatu gangguan tidur yang disebabkan karena otak mencegah gerakan motorik saat tidur sehingga saraf motorik tidak dapat berfungsi dengan baik. Gejala yang biasanya terjadi adalah gerakan tiba-tiba dan berlangsung dengan intens saat tertidur.

Orang dengan gangguan REM biasanya sering melompat tiba-tiba dari tempat tidur saat tertidur dan merusak benda di sekelilingnya secara tidak sadar. Gangguan ini merupakan salah satu gangguan yang sangat langka karena hanya kurang dari satu persen saja dari jumlah populasi yang mengalami gangguan ini.

Bagi mereka yang didiagnosis menderita gangguan ini maka sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengurangi dampak-dampak yang tidak diinginkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here