Manggis – Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Buah manggis (latin: Garcinia mangostana) merupakan salah satu buah-buahan tropis yang diyakini berasal dari Indonesia, tepatnya di kepulauan Sunda dan Maluku. Rasanya yang nikmat dan penampilannya yang unik membuat manggis kerap disebut sebagai ratunya buah dan dikabarkan menjadi buah favorit Ratu Victoria.

Manggis juga sering dianggap sebagai buah dewa karena mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Penggunaan manggis untuk pengobatan bahkan telah dimulai sejak abad ke-18. Nutrisi dalam manggis tersebar mulai dari daging buah sampai kulitnya. Tak heran jika akhir-akhir ini sedang booming suplemen dari kulit manggis yang menawarkan berbagai khasiat kesehatan.

Kandungan Gizi & Nutrisi Manggis

Manggis mengandung lebih dari 40 senyawa kimia alami bernama Xhanthones. Di antaranya ada Alpha mangostin, gamma-mangostin, dan garcinone E. Xhanthones disebut-sebut sebagai antioksidan paling aktif yang pernah ditemukan di alam. Manggis juga mengandung senyawa bermanfaat lain seperti catechin, polisakarida, kuinon, stilbene, dan polifenol.

kandungan manggis
Kandungan Manggis (100 g)

Tak hanya itu, manggis merupakan sumber makanan yang kaya akan serat dan karbohidrat. Buah ini juga memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, magnesium, dan potasium yang tinggi. Manggis pun mengandung vitamin B kompleks seperti tiamin, niacin, dan asam folat dalam jumlah sedang.

Pada gambar, anda bisa melihat kandungan manggis dalam sajian 100 gram (sumber: USDA National Nutrient data base). Klik gambar untuk memperbesar.

Manfaat Manggis untuk Kesehatan

Beragam nutrisi yang ada di dalam manggis membuatnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Simak khasiat buah manggis berikut ini:

Melawan radikal bebas dan membantu mengurangi risiko kanker
Dari 40 lebih Xhanthones yang ada di manggis, masing-masing senyawa tersebut punya komposisi kimia tersendiri dan memiliki fungsi yang spesifik. Misalnya saja alpha-mangostin yang berfungsi sebagai antioksidan dan Garcinone E sebagai agen anti tumor yang kuat.

Manggis juga memiliki catechin yang antioksidannya lima kali lebih kuat dari vitamin C. Polisakarida pun berpotensi sebagai senyawa anti kanker dan anti bakteri. Cara kerjanya adalah dengan menghambat kemampuan sel termutasi untuk menempel di sel sehat agar kanker tidak tersebar.

Tak hanya itu, manggis juga mengandung quinon dan stilbene yang berfungsi sebagai antioksidan yang kuat. Polifenol di dalam manggis pun diketahui lebih kuat daripada vitamin E. Hasil tes laboratorium ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) bahkan menunjukkan bahwa jus manggis memiliki kemampuan 20 hingga 30 kali lebih banyak untuk menahan radikal bebas dibandingkan buah dan sayuran lain dalam jumlah sama.

manfaat manggis untuk kesehatan
Buah manggis memberi banyak manfaat kesehatan. Kredit: SMasters via Wikimedia Commons

Meningkatkan sistem imun
Manggis kaya akan vitamin C, yakni mencukui sekitar 12% kebutuhan harian tubuh per 100 g. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami larut air yang berfungsi menangkal radikal bebas. Mencukupi kebutuhan vitamin C membantu Anda meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan kuman penyakit penyebab flu, hingga radikal bebas penyebab kanker.

Mengandung senyawa anti inflamasi dan anti jamur
Manggis sudah banyak digunakan oleh masyarakat Asia Tenggara selama ratusan tahun untuk mengobati infeksi, mengurangi rasa sakit, menurunkan demam, dan penyakit tropis lainnya. Hal ini dikarenakan manggis mengandung gamma-mangostin yang merupakan anti inflamasi kuat.

Hasil penelitian yang diterbitkan di “Nutrition Journal” menunjukkan bahwa mereka yang meminum jus manggis dua kali sehari mengalami penurunan peradangan di aliran darahnya secara signifikan. Manggis juga dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit gusi seperti periodontitis.

Manggis yang dibuat salep pun sering dipakai untuk menyembuhkan eksim dan penyakit kulit lain. Sementara bagian kulitnya yang direbus dapat dioleskan ke tubuh sebagai lotion astringent. Akar pohon manggis juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa sakit menjelang menstruasi.

Obat disentri, diare, dan masalah kandung kemih
Bagian kulit pada manggis dapat dikeringkan, diiris, dan ditumbuk untuk mengobati disentri. Kulit manggis juga biasa digunakan untuk mengobati diare, radang kandung kemih, kencing nanah, dan gleet. Cara menggunakannya, rebus kulit manggis semalaman dan berikan pada penderita diare kronis. Masyarakat Filipina juga sering membuat jamu dari daun dan kulit kayu manggis untuk merawat penyakit yang sama.

Membantu meningkatkan metabolisme
Manggis mengandung berbagai macam vitamin B kompleks termasuk tiamin, folat, dan niacin. Vitamin-vitamin tersebut bertindak sebagai kofaktor yang membantu meningkatkan metabolisme tubuh untuk mengolah karbohidrat, lemak, serta protein.

Manggis pun memiliki kalori yang sangat rendah, hanya 63 kalori per 100 g, dan bebas lemak jenuh maupun kolesterol. Manggis justru kaya akan serat pangan, sekitar 13% kebutuhan harian per 100 g, sehingga cocok dikonsumsi oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Menjaga tekanan darah dan detak jantung tetap normal
Manggis mengandung mineral bermanfaat seperti potasium dan magnesium. Potasium berguna untuk mengontrol tekanan darah agar tetap normal. Manggis pun mampu melancarkan tekanan darah sehingga menurunkan risiko terkena atherosclerosis, penyumbatan jantung, dan sakit di bagian dada. Magnesium juga diyakini dapat mengatur fungsi elektrik pada jantung agar detak jantung dan tekanan darah terjaga.

Membantu pengobatan TB
Salah satu penelitian di Thailand menunjukkan bahwa alfa mangostin, beta mangostin, dan garcinone B dapat menghambat infeksi mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB (dulu disebut TBC). Manggis juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh yang sangat diperlukan bagi pasien penderita TB.

Menjaga kesehatan kulit
Fungsi anti bakteri dalam manggis juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit agar terhindar dari jerawat, noda, dan kulit berminyak. Xanthone juga dapat memperbaiki sel kulit yang rusak dan melindunginya dari efek negatif radikal bebas. Seperti diketahui, radikal bebas dapat memicu penuaan dini yang merusak penampilan Anda.