Kandungan Nutrisi Jeruk dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jeruk (latin: Citrus Sinensis) merupakan salah satu buah-buahan suku Rutaceae yang diperkirakan berasal dari Asia Tenggara dan Asia Timur. Jeruk sempat dianggap sebagai buah-buahan mewah dan dihargai sangat mahal sebelum abad ke-20 di Eropa. Buah ini bahkan hanya disajikan saat perayaan khusus seperti hari raya Natal dan hari-hari besar lainnya.

Namun kini, jeruk telah menjadi salah satu buah yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Rasanya yang manis, asam, dan segar membuatnya disukai banyak orang. Jeruk pun mengandung berbagai vitamin, nutrisi, dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Di Indonesia, buah ini sangat mudah dijumpai di pasaran dengan harga terjangkau.

Kandungan Gizi Jeruk

Sudah bukan rahasia lagi jika jeruk dikenal sebagai buah yang banyak mengandung vitamin C. Kandungan vitamin C dalam jeruk bahkan mencapai 53,2 mg per 100 g atau mencukupi 90% kebutuhan harian. Namun tak hanya itu, jeruk juga kaya akan zat bermanfaat lainnya.

Di antaranya termasuk serat pangan pektin, folat, vitamin B1, vitamin A serta antioksidan flavanoid beta karoten, beta cryptoxanthin, zeaxanthin, dan lutein. Jeruk juga mengandung potasium, tembaga, asam pantotenik, dan kalsium dalam jumlah cukup banyak.

Kandungan fitonutrien dalam jeruk sendiri cukup beragam, yakni citrus flavanones, anthocyanins, hydroxycinamic acids, hesperidin, naringin, naringenin, dan berbagai polifenol lainnya. Fitonutrien ini lebih banyak ditemukan pada kulit dan daging buah berwarna putih di bagian dalam jeruk, bukan di cairannya.

Manfaat Jeruk untuk Kesehatan

manfaat jeruk untuk kesehatan
Jeruk mengandung banyak manfaat untuk kesehatan

Dengan berbagai vitamin dan mineral tersebut, tidak diragukan lagi jeruk memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa di antaranya:

Mencegah penyakit jantung dan stroke
Seperti buah-buahan lain, jeruk memiliki kandungan kalori yang rendah. Jeruk justru mengandung serat pangan pektin yang mampu mengikat kolesterol dengan asam empedu di dalam usus besar. Akibatnya, penyerapan ulang kolesterol bisa ditekan dan kadar kolesterol di dalam darah pun berkurang.

Vitamin C yang ada di dalamnya juga membantu mencegah oksidasi kolesterol yang diakibatkan oleh radikal bebas. Jika teroksidasi, kolesterol dapat menempel di dinding arteri dan membentuk plak yang memicu pengerasan dinding arteri atau ateroklerosis.

Tak hanya itu, kandungan folat dalam jeruk juga diyakini mampu menurunkan kadar homosistein, salah satu faktor penyebab penyakit kardiovaskular. Sedangkan potasium dan flavanone herperidin di dalamnya membantu menurunkan darah tinggi. WHO juga menyarankan agar buah-buahan citrus disertakan dalam diet untuk pencegahan penyakit kardiovaskular seperti jantung serta stroke.

Penelitian besar di Amerika yang dikaji oleh CSIRO (The Commonwealth Scientific and Industrial Research) menunjukkan bahwa penambahan konsumsi buah dan sayur sebanyak satu porsi dalam sehari mengurangi risiko stroke hingga 4%. Angka ini meningkat hingga 19% untuk buah-buahan citrus termasuk jeruk.

Mengontrol kadar gula dalam darah
Selain kolesterol, serat pangan berfungsi untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Gula alami dalam jeruk, fruktosa, juga menjaga kadar gula agar tidak naik terlalu tinggi setelah makan. Karena itulah jeruk dikenal sebagai salah satu buah yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Jeruk pun mengandung antioksidan antingerin yang membantu menjaga berat badan agar tetap ideal, mencegah obesitas, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Ketiganya merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam perawatan penderita diabetes.

Menurunkan risiko kanker usus besar
Tingginya serat pangan pada jeruk juga membantu tubuh menangkap senyawa kimia penyebab kanker dan menjauhkannya dari sel-sel usus besar. Pektin juga melindungi membran mukosa pada usus besar dengan mengurangi paparan senyawa beracun.
Ditambah lagi, jeruk kaya akan vitamin C yang merupakan salah satu antioksidan alami yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas pemicu kanker. Sebanyak 48 penelitian yang dikaji CSIRO bahkan menunjukkan bahwa diet yang menyertakan buah-buahan citrus menyediakan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker secara signifikan.

Berpotensi mencegah kanker dan bisul perut
Salah satu penelitian yang diterbitkan di “Journal of the American College of Nutrition” mengungkap potensi jeruk untuk mencegah kanker dan bisul perut. Hasil studi menunjukkan bahwa risiko terkena infeksi Helicobacter pylori, bakteri penyebab bisul pada perut, lebih rendah 25% pada partisipan yang memiliki kadar vitamin C tinggi dalam darah.

Belum dapat dipastikan apakah H. Pylori menurunkan kadar vitamin C dalam darah atau sebaliknya. Meski demikian, Dr. Joel A. Simon, peneliti utama dalam studi ini menyarankan orang-orang yang positif terinfeksi H. Pylori untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk.

Meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C merupakan antioksidan larut air yang utama dalam tubuh kita. Vitamin ini membantu tubuh meningkatkan resistensi terhadap kuman penyebab penyakit, termasuk flu dan infeksi telinga. Jeruk pun mengandung vitamin A yang mampu menjaga kesehatan membran mukosa agar kuman penyebab penyakit tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

Manfaat ini akan lebih banyak Anda dapatkan jika mengonsumsi jeruk segar. Salah satu studi yang diterbitkan di British Journal of Nutrition bahkan menunjukkan bahwa meminum segelas jus jeruk jauh lebih bermanfaat daripada mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen.

Terkait: 14 Makanan untuk Menambah Kekebalan Tubuh

Mencegah pembentukan batu ginjal
Penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition menjunjukkan bahwa risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat berkurang pada wanita yang meminum ½ hingga 1 liter jus jeruk, grapefruit, dan apel setiap hari. Kadar pH dan eksresi asam sitrat juga meningkat pada urin mereka.

Menjaga kesehatan sistem pernafasan
Jeruk termasuk buah yang memiliki kandungan beta cryptoxanthin tinggi selain labu, pepaya, peach, dan jagung. Penelitian yang diterbitkan di “Cancer Epidemiology, Biomakers, and Prevention” mengungkap bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan kaya cryptoxanthin memiliki risiko terkena kanker paru 27% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

Mengurangi risiko terkena radang sendi
Penelian yang diterbitkan dalam “American Journal of Clinical Nutrition” menyatakan jika meminum segelas sari jeruk setiap hari dapat menurunkan risiko terkena radang sendi secara signifikan. Dari 25 ribu partisipan, mereka yang asupan zeaxaanthinnya paling tinggi memiliki risiko 52% lebih rendah, sedangkan yang asupan cryptoxanthinnya tertinggi memiliki pengurangan risiko sebesar 49%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here