Karbohidrat

Karbohidrat adalah salah satu komponen asupan utama bagi manusia, dan peran utamanya adalah sebagai sumber energi tubuh. Tubuh membutuhkan karbohidrat untuk memproduksi glukosa sebagai bahan bakar untuk energi utama tubuh.

Otak dan sistem saraf tubuh membutuhkan suplai glukosa–yang berasal dari karbohidrat–secara terus menerus agar bisa berfungsi optimal. Otot juga menyimpan dan menggunakan glukosa sebagai energi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

Karbohidrat bisa ditemukan pada banyak makanan, baik yang sehat maupun yang tidak, seperti roti, nasi, kacang-kacangan, susu, kentang, minuman ringan/soda, kue, dan banyak lainnya. Bentuknya juga bisa bermacam-macam, misalnya gula, serat, dan pati.

Fungsi karbohidrat

karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh.
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi tubuh, khususnya otak dan sistem saraf. Sebuah enzime di dalam tubuh akan mengurai karbohidrat dan mengubahnya menjadi glukosa (gula darah), dimana glukosa akan digunakan sebagai energi utama sel-sel tubuh.

Karbohidrat juga berperan sebagai cadangan energi bagi tubuh, yang akan dihidrolisis sebaga gula ketika sel tubuh membutuhkan.

Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Karbohidrat dalam makanan

Sebagai sumber energi bagi tubuh, karbohidrat hadir dalam berbagai bentuk, yang umumnya dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu:

  1. Karbohidrat sederhana
  2. Karbohidrat kompleks

Karbohidrat sederhana

Karbohidrat sederhana meliputi sukrosa (gula yang terdapat jus serta pada produk makanan olahan/pabrikan, seperti snack, minuman soda, dsb), dan laktosa (gula yang terdapat pada susu).

Karena cepat diserap oleh tubuh, energi dengan cepat di dapatkan dari karbohidrat sederhana tetapi hanya bertahan dalam waktu singkat saja.

Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna dan diserap oleh tubuh. Hal ini menyebabkan peningkatan gula darah dan kadar insulin menjadi lebih lambat dan stabil.

Energi yang dihasilkan dari karbohidrat kompleks juga akan lebih lambat. Akan tetapi energi tersebut akan bertahan lebih lama.

Serat adalah salah satu karbohidrat kompleks, dan dapat diklasifikasikan menjadi larut (soluble) dan tidak larut (insoluble).

Serat larut bisa dipecah dan menyediakan energi. Serat larut ditemukan dalam banyak buah-buahan dan sayuran termasuk sayuran berdaun hijau, seledri, wortel, apel, pir, dan lain sebagainya.

Serat tidak larut tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan kita, dan tidak memberikan energi. Serat larut umumnya ditemukan di seluruh sereal gandum, roti, dan nasi. Serat tidak larut memiliki peran penting dalam kesehatan dengan mempromosikan gerak usus dan rasa kenyang.

Indeks Glikemik

Tubuh menggunakan glukosa (gula) sebagai energi, dan level glukosa dalam darah merefleksikan energi yang siap digunakan.

Berbagai jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh akan meningkatkan level gula darah pada tingkat tertentu. Kadar peningkatan gula darah setelah mengkonsumsi suatu makanan yang mengandung karbohidrat disebut Indeks Glikemik (IG).

Secara sederhana, Indeks Glikemik (IG) adalah angka/tingkatan/rangking suatu makanan berdasarkan efeknya terhadap peningkatan gula darah.

IG dapat dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Semaking tinggi IG berarti semakin tinggi pula peningkatan gula darah dan glukosa yang diserap dan digunakan.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat IG, antara lain jenis karbohidrat itu sendiri, jumlah partikel dalam makanan, proses pengolahan, hingga konsumsi nutrisi lain (protein, lemak, dll.) secara bersamaan.

Umumnya, semakin banyak proses pengolahan suatu makanan maka semakin tinggi tingkat IG-nya. Contoh makanan-makanan olahan yang dimaksud antara lain produk olahan tepung, nasi, mie, dan makanan cepat saji. Sebaliknya, makanan dengan tinggi serat (misalnya buah dan sayuran), protein, dan lemak umumnya memiliki tingkat IG yang rendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here