keracunan makanan akibat kontaminasi

Keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang bisa secara cepat menjadi endemi. Gejala-gejala keracunan makanan termasuk muntah, mencret, sakit perut, sakit kepala, dan bahkan tak jarang demam.

Salah satu penyebab keracunan makanan adalah kontaminasi silang. Di artikel ini, kita akan membahas keracunan yang disebabkan oleh kontaminasi silang dan langkah-langkah untuk mencegahnya.

Apa itu kontaminasi silang?

Kontaminasi silang merupakan kejadian di mana bakteri berpindah secara tidak sengaja dari satu bahan makanan ke bahan lain dan memiliki efek negatif pada kesehatan. Jenis kontaminasi silang yang paling umum ditemui adalah kontaminasi dari makanan mentah ke makanan matang atau yang siap dikonsumsi.

Selain itu, kontaminasi silang bisa juga terjadi karena adanya transfer mikroorganisme dari manusia ke bahan makanan, dan dari peralatan masak ke makanan.

Langkah-langkah menghindari kontaminasi silang:

  1. Jaga kebersihan dapur dan tangan Anda

Karena kontaminasi silang bisa terjadi karena adanya perpindahan bakteri dari manusia ke makanan dan dari peralatan masak ke makanan, Anda harus memerhatikan kebersihan dapur dan tangan Anda.

  • Cuci bersih semua peralatan yang Anda gunakan untuk membersihkan atau memasak daging dan ikan sebelum menggunakannya untuk bahan makanan lain (pisau, talenan, baskom, dan sebagainya).
  • Bersihkan semua permukaan dapur dengan produk antikuman untuk mencegah bakteri berpindah dari dapur ke anggota keluarga Anda.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bahan makanan mentah. Tahukah Anda bahwa ada 7 langkah cuci tangan yang benar? Meskipun terlihat berlebihan, mengikuti setiap langkah ini akan memastikan Anda terhindar dari keracunan makanan. Ajari pula si kecil ke-7 langkah cuci tangan ini sebelum dan sesudah makan, setelah buang air, dan ketika sampai di rumah dari sekolah atau bermain di luar rumah.
  1. Kenali bahan makanan yang berpotensi menyebabkan kontaminasi silang

Bahan-bahan makanan mentah mengandung banyak bakteri dan mikroorganisme yang berpotensi mengakibatkan kontaminasi silang: ikan, daging ayam, sapi dan babi, dan makanan yang berasal dari laut.

Selain itu, bahan makanan yang sudah tidak segar memiliki risiko lebih besar menyebabkan kontaminasi silang. Ketika sedang berbelanja, pastikan ikan, daging, dan seafood yang Anda beli masih segar.

  1. Simpan bahan-bahan makanan secara aman

Karena kontaminasi silang melibatkan perpindahan bakteri dari satu bahan makanan ke yang lainnya, proses penyimpanan merupakan suatu langkah pencegahan yang efektif:

  • Mulai dari saat berbelanja, pastikan ikan dan daging mentah tidak menyentuh bahan makanan lain seperti sayur dan buah. Jika Anda berbelanja di pasar, pastikan plastik ikan dan daging tidak bocor. Anda bisa juga membawa keranjang khusus untuk ikan dan daging mentah serta keranjang untuk bahan makanan lain.
  • Segera simpan bahan makanan di kulkas atau lemari pembeku ketika Anda sampai di rumah. Biasakan agar ikan dan daging tidak diletakkan berdekatan dengan bahan makanan lain. Sebaiknya, simpan ikan dan daging di dalam wadah plastik atau kaca yang tertutup rapat.
  1. Masak makanan hingga matang secara menyeluruh

Cara terbaik untuk membunuh bakteri yang berbahaya bagi kesehatan adalah dengan memasak bahan makanan secara menyeluruh. Kesalahan utama yang banyak orang lakukan adalah lalai memastikan bahwa bahan makanan matang luar-dalam.

Pastikan warna bahan makanan merata setelah dimasak. Misalnya jika masih ada bagian berwarna merah muda di daging ayam yang sudah dimasak, Anda perlu memasaknya lebih lama.

Sayur-sayuran hijau tidak perlu dimasak terlalu lama. Jaga agar warnanya tetap hijau segar dan tidak layu agar vitamin yang terkandung di dalamnya tidak telanjur hilang. Sayur-sayuran dan buah-buahan yang dimakan mentah sebaiknya dicuci dengan larutan air dan cuka putih untuk membunuh bakteri yang berbahaya sebelum dikonsumsi.

Sebenarnya cara untuk mencegah keracunan makanan karena kontaminasi silang cukup mudah. Ingatkan setiap anggota keluarga Anda untuk secara telaten menjaga kebersihan tangan, dapur dan kulkas agar terhindar dari keracunan makanan. Jika salah seorang anggota keluarga menunjukkan gejala-gejala keracunan makanan seperti yang tertulis di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut.

1 KOMENTAR

  1. Selalu memperhatikan makanan minuman yang akan dikonsumsi sangat penting, termasuk makanan minuman buatan pabrik. Ayah saya pernah keracunan gara-gara makan ketela rebus. Msalahnya, ketela itu tidak mulus tetapi ada bagian yang dimakan hama.

    Sayangnya, sebelum direbus, bagian ketela yang dimakan hama itu tidak dibuang. Ketela hanya dicuci bagian luarnya. Sementara, bagian yang dimakan hama tidak dipotong sampai sampai habis. Hanya dipotong ujung luarnya.

    Akibatnya, ayah saya keracunan beberapa saat setelah mengonsumsi ketela rebus itu. Untung kejadiannya sekitar pukul 19.00 sehingga bisa segera diperiksa dokter. Kebetulan tempat praktek dokter tidak jauh dari rumah.

    Ya, hati-hati dengan makanan. Harus dipastikan aman. Misalnya makanan tidak basi, tidak kedaluwarsa, tidak terkontaminasi, dsb.

    Tips dalam artikel di atas sangat baik dan perlu dijalankan. Seperti bagaimana memilih makanan sehat saat belanja, bagaimana penyimpanannya, tempat untuk membungkus belanjaan, dsb. Sangat lengkap dan sangat berguna. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here