Kisah Violet Pasien Kanker Payudara Asal Afrika Dalam Melawan Kanker

kisah melawan kanker payudaraMaret 2015, saya mulai menyadari ada perubahan pada bentuk payudara saya. Ketika masih di Afrika Selatan, saya melalui internet mencari informasi, setelah mendapatkan seorang dokter saya pergi meminta bantuan. Sesampainya saya disana, dokter mengatakan bahwa membutuhkan 6 bulan untuk mengamati kondisi payudaya saya.

6 bulan kemudian saya kembali untuk lakukan pemeriksaan akan tetapi saya tidak mendapatkan pengobatan apapun. Sesampai di rumah, dalam waktu yang singkat payudara saya semakin membesar.

Pada bulan September, saya merasakan dalam payudara saya seperti ada benda asing.

Pada bulan Oktober, saya datang ke salah satu rumah sakit di China, mereka memberikan saya pemeriksaan biopsi, dan dokter mengatakan bahwa hasilnya akan keluar setelah 2 minggu. Setelah hasilnya keluar, dokter mengatakan bahwa saya mengidap kanker dan harus segera menjalani pengobatan.

Saya mengatakan kepada dokter bahwa saya sangat membutuhkan pengobatan, bisakah segera mempersiapkannya? Namun mereka mengatakan bahwa kamar di rumah sakit sudah penuh, dan mereka akan lakukan pemeriksaan kembali setelah satu bulan kemudian.

Bulan November, saya kembali terbang ke China dan ke rumah sakit tersebut. Kali ini saya telah lakukan pembayaran namun saya tidak mendapatkan pertolongan apapun, mereka hanya mengatakan bahwa kamar di rumah sakit masih penuh. Kali ini saya memutuskan untuk melalui intenet mencari informasi tentang rumah sakit lainnya.

Bulan Desember, saya kembali datang ke rumah sakit lainnya yang ada di China, mereka telah lakukan pemeriksaan pada kondisi saya dan menyarankan saya untuk membawa hasil pemeriksaan dari rumah sakit sebelumnya. Saya kembali untuk mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan oleh rumah sakit. Tetapi setelah mereka melihat hasil pemeriksaan dari rumah sakit sebelumnya, mereka mengatakan saya tidak diijinkan untuk rawat inap, karena saya seorang diri di China dan juga tidak memiliki kamar yang kosong. Saat ini payudara saya mulai mengeluarkan cairan putih, dan tidak lagi selembut yang seharusnya, menjadi sangat keras. Dengan mata telanjang saya dapat melihat tumornya telah berkembang. Dengan putus asa saya kembali ke Afrika Selatan.

Sesampainya di rumah, payudara saya berubah warna menjadi merah, sama seperti warna tumor dan mulai menunjukan cekungan di beberapa bagian, bagian cekung itu mengeluarkan cairan, rasanya sangat sakit. Biasanya pada malam hari akan terasa sakit, siang hari saya beraktifitas sehingga tidak terasa sakitnya, hanya malam hari saja saya merasa lebih sakit.

Suatu hari di bulan Februari 2016, saat saya tertidur saya merasakan banyak darah yang keluar dari payudara saya. Saya kuatir kalau saya akan pingsan karena kehilangan banyak darah, kemudian saya segera ke rumah sakit, mereka memberikan saya infus dan memberikan balutan yang sangat tebal di luka tersebut.

10 hari kemudian, saya kembali ke China, melalui internet saya menemukan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Saya langsung menghubungi mereka, pihak rumah sakit mengatakan saya harus pergi ke lantai 3 rumah sakit. Setelah itu saya langsung datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, menemui dokter Zhang. Setelah melakukan pemeriksaan pada penyakit saya, mereka segera mempersiapkan saya untuk rawat inap, dan memberikan saya paduan pengobatan komprehensif.

Seiring berjalannya pengobatan kanker, tumor di payudara saya juga perlahan-lahan mulai mengecil, dari 8×6 cm mengecil hingga 4×3 cm. Saat ini dokter menyarankan saya untuk menjalani operasi radikal. Setelah selesai menjalani operasi, saya sudah tidak merasa sakit, rasa sakit yang dulu saya rasakan semuanya telah hilang, bagian yang telah di operasi juga tidak ada tumor lagi. Setelah itu setiap dua minggu sekali, saya mendengarkan saran dari dokter untuk menjalani pengobatan.

Mengenai metode pengobatan ini saya sudah menanyakannya kepada para ahli dan mereka mengatakan kalau metode pengobatan ini adalah yang terbaru di dunia, tidak hanya sakit yang di rasakan pasien sedikit namun penyembuhannya sangat cepat. Karena itu sampai saat ini saya tidak pernah merasakan tantangan maupun kesulitan apapun. Inilah kisah saya, terimakasih!

Keterangan:
Violet pasien asal Afrika, seorang guru yang memiliki 14 tahun pengalaman mengajar Biologi. Tahun 2015 didiagnosa mengidap kanker payudara, pada 2 Maret 2016 datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, setelah menjalani Intervensi dan pengobatan komprehensif minimal invasif lainnya, kondisinya mengalami perubahan. Demi mendukung para pasien kanker payudara agar tidak takut menghadapi kanker dan juga berani melawan kanker, Dia menulis sendiri kisahnya dalam melawan kanker, berharap kanker payudara tidak lagi menakutkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here