Daftar Isi

Setiap orang, suatu waktu, pasti pernah merasa tertekan, sedih ataupun murung. Akan tetapi perasaan seperti itu biasanya hanya berlangsung dalam waktu pendek sebagai respon alami terhadap kehilangan, kegagalan, kesulitan hidup, dan sebab lainnya.

Namui hal tadi di atas tidak bisa dikategorikan sebagai depresi. Depresi merupakan penyakit atau gangguan mental yang serius, berlangsung dalam waktu yang panjang, dan membutuhkan bantuan medis untuk mengatasinya.

Apa itu depresi?

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental. Kondisi ini ditandai dengan mood (suasana hati) yang rendah, terpuruk, perasaan sedih berkepanjangan, sangat tertekan, ataupun frustasi yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari dalam waktu yang lama.

Depresi bisa berlangsung selama berbulan-bulan, dan jika tidak ditangani, depresi bisa berlangsung hingga bertahun-tahun.

Depresi sangat umum terjadi dan merupakan kondisi mental yang serius—namun dapat diobati.

Mengapa depresi berbahaya?

Depresi dapat merusak kualitas hidup seseorang, karena kurangnya motivasi dalam melakukan pekerjaan, rasa putus asa, perasaan tidak berguna, dalam waktu panjang akan mempengaruhi cara seseorang menghadapi segala sesuatu dalam hidup.

Kondisi depresi akan menurunkan prestasi pada orang usia sekolah, merusak produktivitas kerja, merusak kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.

Dalam hubungan intra-personal, depresi bisa menyebabkan rusaknya hubungan seseorang dengan teman, keluarga, dan orang lain. Mood yang tertekan, tidak bersemangat, mudah tersinggung, dan defensif yang ditunjukkan oleh orang yang depresi juga membuat segalanya menjadi lebih buruk lagi.

Yang paling parah, depresi juga memicu pemikiran-pemikiran yang buruk dan negatif, khususnya bunuh diri. Tidak sedikit penderita depresi yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Depresi di Indonesia

Di Indonesia sendiri, depresi adalah gangguan yang umum. Berikut adalah beberapa fakta singkat tentang depresi yang dihimpun dari berbagai sumber:

  • Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyatakan bahwa penderita depresi di Indonesia mencapai 3,7 persen dari populasi, atau sekitar 9 juta orang.
  • Dari 9 juta orang tersebut, hanya 8 persen yang mendapatkan pengobatan dan penanganan yang sesuai.
  • Data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan bahwa 50 persen kasus depresi terjadi pada usia produktif, yaitu pada usia 20-25 tahun.

Penyebab Depresi

Penyebab depresi tidak sepenuhnya diketahui, dan lebih seringnya disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik, biologis, lingkingan, dan kondisi psikilogis dan sosial seseorang. Depresi adalah penyakit yang kompleks karena bisa terjadi dengan banyak sebab sekaligus.

  • Beberapa ahli mengatakan bahwa depresi sangat berhubungan dengan otak, pada sistem neurotransmitter. Teknologi seperti MRI menunjukkan bahwa hasil penggambaran pada otak yang depresi berbeda dengan orang yang tidak depresi.

Berikut adalah beberapa faktor kuat yang bisa menyebabkan depresi:

  • Genetik. Sejarah depresi di keluarga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi.
  • Kematian atau kehilangan seseorang. Rasa sedih akibat kehilangan seseorang yang disayangi, walaupun normal, bisa meningkatkan risiko depresi pada seseorang.
  • Peristiwa besar atau perubahan signifikan dalam hidup. Ini bisa saja berupa perceraian, kehilangan pekerjaan, putus dari hubungan serius, bankrut, melahirkan, terkena penyakit serius, masalah keluarga, dan lain sebagainya.
  • Trauma masa kecil. Pernah mengalami trauma di masa lalu, misalnya akibat kekerasan fisik, seksual, dan emosional, membuat seseorang rentan terkena depresi di masa yang akan datang.
  • Pesimis, rasa minder (tidak percaya diri) yang berlebihan. Bisa diakibatkan oleh kekurangan fisik tertentu, penampilan, dan lain sebagainya
  • Penyalahgunaan obat terlarang (NARKOBA).

Depresi dan duka cita/rasa sedih

Rasa sedih adalah hal yang manusiawi, sebagai respon normal terhadap kehilangan, baik itu kehilangan anggota keluarga, perceraian atau putus dari hubungan serius, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan lainnya.

Setiap orang bisa berduka, namun tidak semuanya mengalami depresi akibat hal tersebut. Setiap orang berbeda dan cara mereka menghadapi kehilangan pun berbeda. Depresi bisa terjadi jika perasaan sedih berlangsung dalam waktu yang lama, serta melibatkan perasaan putus asa, merasa bersalah, merasa tidak berguna, frustasi berkepanjangan, pikiran negatif, dan gejala depresi lainnya.

Gejala Depresi

Gejala depresi bisa berbeda bagi setiap orang. Intensitas, frekuensi, dan lama depresi juga bervariasi pada tiap orang, tergantung pada karakter individu dan faktor di sekelilingnya.

Gejala depresi yang umum antara lain:

  • Mood tertekan sepanjang hari, khususnya di pagi hari
  • Rasa sedih yang berkepanjangan
  • Merasa bersalah, tidak berguna, tidak tertolong lagi, dan membenci diri sendiri
  • Kehilangan minat terhadap kegiatan atau aktivitas yang biasanya digemari
  • Insomnia (susah tidur) ataupun hypersomnia (tidur berlebihan)
  • Lelah dan tak berenergi, tidak bersemangat dalam mengerjakan sesuatu
  • Kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan
  • Sulit berkonsentrasi, menurunnya kemampuan berpikir dan mengambil keputusan
  • Sering berpikiran negatif, misalnya berpikir tentang/ingin bunuh diri
  • Rasa cemas berlebihan

Pertanda utama dari depresi yang biasanya tampak dari luar (oleh orang lain) adalah mood yang tertekan (sedih, terpuruk) sepanjang hari, serta hilangnya ketertarikan pada hal-hal yang biasanya dia sukai.

Pengobatan Depresi

Depresi adalah kondisi medis yang bisa disembuhkan. Tiga komponen utama dalam mengatasi depresi adalah:

  • Support atau dukungan dari teman dan keluarga
  • Terapi psikologis (osychotherapy) – atau terapi berbicara, guna mengetahui pemicu depresi, memberi pikiran positif, membangkitkan motivasi, dan memecahkan masalah.
  • Obat-obatan – antidepresan.

Penanganan depresi juga biasanya melibatkan olahraga dan beberapa terapi lainnya.

Kondisi Lainnya

Anemia

Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin untuk mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika anemia

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah tingginya kadar gula darah (glukosa) yang terjadi selama masa kehamilan, dan umumnya akan normal kembali setelah melahirkan.

Diabetes

Apa itu diabetes? Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa). Glukosa sendiri berasal dari makanan

Scroll to Top