Diabetes Gestasional

    0
    1

    Diabetes gestasional adalah tingginya kadar gula darah (glukosa) yang terjadi selama masa kehamilan, dan umumnya akan normal kembali setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi pada 6% dari seluruh kehamilan, dan biasanya terjadi di masa kehamilan 5 bulan ke atas.

    Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi jumlah insulin—hormon pengontrol gula darah—yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ekstra selama kehamilan.

    Kondisi ini bisa menyebabkan beberapa masalah pada ibu dan janin, selama dan setelah melahirkan. Namun berbagai risiko akibat diabetes gestasional bisa diturunkan jika kondisinya dideteksi dan dirawat sejak dini.

    Faktor Risiko

    Seseorang memiliki risiko yang lebih besar terkena diabetes gestasional jika:

    • Obesitas atau memiliki berat badan berlebih sebelum/ketika mengandung.
    • Sebelumnya pernah melahirkan bayi dengan berat 4,5kg atau lebih (makrosomia).
    • Pernah mengalami diabetes gestasional di kehamilan sebelumnya.
    • Memiliki riwayat diabetes di keluarga, seperti orang tua, saudara kandung, dsb.
    • Memiliki tekanan darah tinggi ataupun komplikasi medis lainnya.

    Pengaruh diabetes gestasional terhadap kehamilan

    Kebanyakan ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional tetap mengalami kehamilan yang sehat serta bayi yang sehat pula.

    Akan tetapi, jika dibiarkan tidak dirawat, diabetes gestasional bisa menyebabkan komplikasi yang serius bagi bayi yang dilahirkan dan ibu.

    Risiko komplikasi bagi bayi:

    • Makrosomia, atau bayi lahir dengan berat di atas normal – menyulitkan proses kelahiran.
    • Kelahiran prematur.
    • Bayi lahir dengan gula darah rendah.
    • Hipoglikemia (gula darah rendah) – membutuhkan asupan gula tambahan.
    • Berisiko mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 saat dewasa.

    Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional juga berisiko tinggi mengalami:

    • Hipertensi dan pre-eclampsia. Diabetes gestasional meningkatkan risiko tekanan darah tinggi bagi sang ibu, dan juga pre-eclampsia—sebuah komplikasi serius kehamilan yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala lain yang bisa berakibat fatal bagi ibu dan bayi.
    • Kondisi diabetes di masa yang akan datang. Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional berisiko besar akan mengalaminya lagi di kehamilan selanjutnya. Selain itu, wanita tersebut juga berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2 di masa yang akan datang, 10-20 tahun setelah melahirkan.

    Gejala Diabetes Gestasional

    Diabetes gestasional tidak selalu menunjukkan gejala. Faktanya, kebanyakan kasus diabetes gestasional hanya dideteksi ketika gula darah ibu hamil diperiksa ketika check up.

    Beberapa wanita mungkin akan mengalami gejala umum diabetes ketika kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), seperti:

    • Frekuensi buang air kecil yang lebih sering daripada biasanya
    • Sering merasa haus
    • Mulut kering
    • Kelelahan

    Gejala-gejala diabetes gestasional di atas juga wajar terjadi selama kehamilan, sehingga cukup sulit dikenali sebagai kondisi diabetes. Jika Anda merasa khawatir dengan gejala diabetes gestasional, konsultasikan dengan dokter atau bidan Anda.

    Penyebab Diabetes Gestasional

    Diabetes gestasional disebabkan oleh berbagai perubahan yang terjadi pada wanita selama mengandung. Meningkatkanya level berbagai hormon kehamilan dapat mengacaukan kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah. Kondisi ini disebut dengan resistensi insulin.

    Sebagai konsekuensi, pankreas (organ penghasil insulin) akan memproduksi lebih banyak insulin, hingga tiga kali lipat daripada biasanya. Jika pankreas tidak mampu memproduksi jumlah insulin yang cukup untuk mengatasinya, maka kadar gula darah akan meningkat dan menyebabkan kondisi diabetes gestasional.

    Tes dan Diagnosa Diabetes Gestasional

    Dokter atau bidan Anda akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk menentukan apakah Anda berisiko terkena diabetes gestasional. Hal-hal seperti gejala, riwayat diabetes Anda dan keluarga (disamping kondisi medis lainnya), dan kondisi Anda sebelum kehamilan akan digunakan untuk mengetahui tingkat risiko tadi.

    Jika Anda memiliki satu atau beberapa faktor risiko diatas, Anda seharusnya akan diminta melakukan pengecekan lanjut berupa tes toleransi glukosa oral.

    Tes ini berupa pemeriksaan darah (Anda akan diminta untuk berpuasa setidaknya 8 jam sebelum melakukan tes). Sebelum pengambilan darah, Anda diminta meminum sirup gula (glukosa). Pengambilan sampel darah biasanya dilakukan sebanyak dua kali, yaitu satu jam, dan juga dua jam, setelah mengkonsumsi sirup glukosa.

    Jika kadar gula dalam darah Anda tinggi, maka Anda didiagnosa memiliki diabetes gestasional.

    Pada wanita yang telah didiagnosa diabetes gestasional, dokter akan melakukan tes dan pengamatan lanjutan pada setiap kunjungan rutin untuk memastikan kesehatan ibu dan kandungan. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain tes kadar gula darah, cek tekanan darah, dan juga cek kondisi kesehatan janin.

    Pengobatan Diabetes Gestasional

    Mengontrol dan memonitor kadar gula darah secara berkala sangat penting untuk menjamin kesehatan janin dan mencegah komplikasi selama kehamilan dan saat kelahiran.

    Pengobatan yang dilakukan bisa berupa:

    1. Monitoring kadar gula darah secara rutin. Saat mengandung, dokter mungkin meminta pasien untuk mengecek gula darah secara rutin setiap harinya, misalnya saat bangun tidur dan tiap setelah makan. Ini untuk memastikan bahwa kadar gula darah tetap di batas normal.
    2. Diet sehat. Mengkonsumsi jenis makanan yang tepat, dalam porsi yang sehat, adalah metode terbaik untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Ini juga penting untuk mencegah bertambahnya berat badan—yang justru bisa meningkatkan risiko komplikasi. Umumnya diet ini melibatkan makanan padat nutrisi dan serat, serta rendah kalori dan lemak. Banyak buah dan sayuran, membatasi karbohidrat olahan, menghindari yang terlalu manis, adalah beberapa contohnya. Konsultasikan dengan dokter mengenai rencana makanan yang sesuai dengan kondisi Anda.
    3. Olahraga. Gerak tubuh dan olahraga rutin sangat penting, baik itu selama kehamilan ataupun setelah melahirkan. Olahraga bisa menurunkan kadar glukosa dalam darah, dengan merangsang tubuh menggunakan glukosa sebagai energi bagi sel-sel tubuh. Juga, olahraga mampu meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin.
    4. Obat-obatan. Jika diet sehat dan olahraga dirasa tidak mencukupi, dokter akan memberikan pengobatan tambahan, yang bisa berupa tablet ataupun injeksi insulin.
    5. Memonitor kesehatan kandungan. Bagian yang terpenting adalah selalu memperhatikan kesehatan kandungan dengan monitoring rutin. Dokter akan memonitor pertumbuhan bayi dalam kandungan dengan ultrasound dan tes-tes lainnya. Kelahiran sebelum waktunya mungkin disarankan, khususnya jika kadar gula darah sang ibu tidak terkontrol dengan baik.