Diabetes

    Diabetes adalah penyakit kronis yang kasusnya terus meningkat. Menurut WHO, jumlah penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat ke-tujuh dunia, dengan kisaran penderita sekitar 10 juta orang.

    Di Indonesia, diabetes juga dikenal dengan sebutan kencing manis ataupun penyakit gula.


    Apa itu diabetes?

    Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa). Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.

    Diabetes merupakan penyakit yang sangat berkaitan dengan hormon insulin. Normalnya, pankreas melepaskan insulin untuk membantu tubuh menyimpan dan mengedarkan gula dan lemak dari makanan yang kita konsumsi ke berbagai sel di dalam tubuh.

    Diabetes terjadi ketika:

    1. Pankreas tidak menghasilkan insulin
    2. Pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup
    3. Sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insunlin sebagaimana mestinya (resistensi insulin)

    Hormon insulin dan diabetes

    Tubuh terdiri atas jutaan sel, dan semuanya membutuhkan energi untuk dapat terus bekerja. Energi untuk sel didapatkan melalui makanan yang masuk kita konsumsi. Ketika kita makan dan minum, sebagian besar makanan akan diubah menjadi bentuk gula yang paling sederhana, yang disebut ‘glukosa’ atau ‘gula darah’.

    Selanjutnya, glukosa akan diedarkan melalui aliran darah ke sel-sel tubuh sebagai energi utama agar kita bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Kadar glukosa dalam darah dikontrol oleh hormon insulin, yang dihasilkan oleh pankreas dalam jumlah kecil setiap waktunya. Jika kadar glukosa meningkat, maka pankreas akan menghasilkan lebih banyak insulin untuk mengontrolnya, baik untuk disimpan ataupun untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

    Pada orang yang memiliki diabetes, kadar glukosa dalam darah (gula darah) sangat tinggi, yang bisa terjadi karena tubuh tidak menghasilkan insnulin, sel-sel tubuh mereka tidak merespon insulin (resistensi insulin), ataupun keduanya.

    Gejala diabetes

    Tanda dan gejala diabetes yang umum antara lain:

    • Sering buang air kecil
    • Sering merasa haus
    • Sering merasa lapar, karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi
    • Berat badan bertambah, karena sering lapar sehingga frekuensi makan meningkat
    • Berat badan menurun drastis tanpa alasan jelas (biasanya terjadi pada diabetes tiupe 1)
    • Kelelahan
    • Pandangan buram/kabur
    • Luka yang lambat sembuh
    • Sering mengalami penyakit gusi. Gusi merah dan bengkak
    • Sering kesemutan di bagian kaki dan tangan

    Pada penderita diabetes tipe 1, gejalanya bisa terjadi secara mendadak dan parah dalam waktu singkat. Jika gejala di atas terjadi secara mendadak, segera kunjungi dokter atau lakukan tes gula darah.

    Sedangkan pada diabetes tipe 2, gejala diabetes yang terjadi sangat ringan dan secara perlahan akan meningkat. Pada tahap awal, gejalanya hampir tidak kelihatan sama sekali sehingga kondisi diabetesnya tidak terdeteksi sampai gejalanya mulai parah.

    Pra-diabetes

    Pra-diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah di atas batas normal, tapi tidak cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes.

    Gejalanya mirip dengan diabetes, namun sangat ringan, bahkan hampir tidak tampak, sehingga sering diabaikan. Jika kadar gula darah Anda di atas normal, lama kelamaan kondisi tersebut bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2.

    Pra-diabetes bisa ditangani dengan menurunkan berat badan dan menjalankan pola hidup sehat, sehingga kondisinya tidak berkembang menjadi diabetes.

    Tipe Diabetes

    Diabetes tipe 1

    Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak menghasilkan insulin sama sekali. Ini terjadi karena kelainan yang menyebabkan sistem imun tubuh menyerang sel penghasil insulin di pankreas (disebut sel beta).

    Orang yang mengalami diabetes tipe 1 sangat bergantung pada injeksi insunlin untuk mengontrol kadar gula darahnya.

    Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak atau dewasa usia muda (dibawah 20 tahun), namun bisa juga terjadi pada usia yang lebih tua. Gejalanya berkembang dengan cepat dan drastis.

    Kasus diabetes tipe 1 sangat sedikit, tidak mencapai 10% dari keseluruhan kasus diabetes.

    Selengkapnya, baca tentang diabetes tipe 1.

    Diabetes tipe 2

    Tidak seperti diabetes tipe 1, orang yang mengalami diabetes tipe 2 tetap menghasilkan hormon insulin. Akan tetapi, insulin yang diproduksi tidak mencukupi, atau karena sel-sel tubuh tidak merespon insulin sebagaimana mestinya, disebut dengan resistensi insulin.

    Diabetes tipe 2 adalah jenis  diabetes yang paling umum terjadi, yaitu lebih dari 90% dari keseluruhan kasus diabetes.

    Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada usia diatas 40 tahun, khususnya pada orang yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas.

    Orang dengan diabetes tipe 2 bisa mengontrol gejala diabetesnya dengan menurunkan berat badan, menjalankan pola makan sehat, olahraga secara teratur, dan rutin mengecek kadar gula darah. Akan tetapi, gejalanya akan terus berkembang secara perlahan, dan lambat laun penderitanya akan membutuhkan langkah pengobatan lanjutan.

    Diabetes tipe 2 dihubungkan dengan pola hidup yang tidak sehat, karena sangat berisiko terjadi pada orang dengan berat badan berlebih, obesitas, tidak aktif secara fisik (jarang berolahraga), dan juga pada orang  yang tidak memperhatikan pola makan sehat.

    Selengkapnya, baca diabetes tipe 2.

    Bagaimana cara mengatasi diabetes?

    Diabetes tidak bisa disembuhkan, namun bisa ditangani dan dikontrol. Tujuannya adalah agar kadar gula darah tetap normal dan menghindari komplikasi diabetes.

    Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan injeksi insulin secara rutin sepanjang hidup untuk membantu mengontrol diabetes.

    Penderita diabetes harus menjaga pola makan yang sehat, olahraga secara teratur, mengontrol berat badan, dan melakukan tes gula dara secara teratur untuk memastikan kada glukosa tetap normal.

    Banyak penderita diabetes tipe 2 yang bisa hidup normal tanpa obat-obatan melalui perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Namun karena sifatnya progresif (memburuk secara perlahan), pada akhirnya konsumsi obat-obatan mungkin akan dibutuhkan, biasanya dalam bentuk tablet.

    Komplikasi diabetes

    Jika tidak ditangani dan dikontrol dengan baik, diabetes bisa menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, sistem saraf, dan organ tubuh.

    Berikut ini adalah berbagai komplikasi akibat diabetes:

    • Penyakit jantung dan stroke – ketika pembuluh darah tersumbat atau menyempit akibat diabetes, berisiko serangan jantung dan stroke. Mayoritas kematian akibat diabetes disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
    • Hipertensi – umum terjadi pada penderita diabetes, yang justru meningkatkan risiko gagal ginjal, kerusakan mata, serangan jantung dan stroke.
    • Kerusakan pada mata – glaucoma, katarak, diabetic retinopathy, dsb.
    • Komplikasi pada kaki – kerusakan pada saraf kaki, luka kecil bisa berkibat infeksi parah, bisa berujung amputasi.
    • Penyakit ginjal – jika pembuluh darah kecil di ginjal rusak, terblokir, atau bocor sehingga ginjal tidak berfungsi secara efektif. Bisa mengara pada gagal ginjal.
    • Gangguan seksual – disfungsi ereksi, kehilangan libido, vagina kering, sakit saat berhubungan, dsb.

    Lebih jauh, baca komplikasi diabetes.

    Walaupun tidak bisa dihindari sama sekali oleh penderita diabetes, risiko komplikasi diabetes bisa diperkecil dengan mengontrol kondisi diabetes, yaitu menjaga agar kadar gula darah tetap berada pada level yang normal.