Lemak Dalam Alpukat Dapat Membantu Melawan Leukemia

Persea americana atau yang biasa disebut sebagai buah alpukat merupakan salah satu jenis buah yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Buah ini memiliki tekstur daging buah yang lembut serta memiliki cita rasa yang lezat, ditambah lagi alpukat dikenal sebagai buah ajaib karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Bahkan penelitian terbaru juga menemukan manfaat lain dari alpukat. Kandungan senyawa yang terdapat di dalam alpukat dapat membantu dalam proses pengobatan leukemia atau kanker darah. Senyawa tersebut merupakan lemak yang terkandung di dalam apukat, yang berfungsi dalam menghentikan pertumbuhan sel-sel leukemia.

Penelitian yang diterbitkan dalam Oncology Journal Cancer Research ini mengungkapkan bahwa molekul dalam alpukat membantu melawan acute myeloid leukemia (AML), dengan berkonsentrasi pada penyebab utama dari penyakit tersebut yaitu sel-sel induk dari leukemia.

Menurut peneliti Paul Spagnuolo, profesor di University of Waterloo di Kanada, AML merupakan salah satu penyakit berbahaya yang bisa memberikan dampak yang fatal terhadap penderitanya.

Jika pada orang sehat sel-sel induk (stem cell) dalam sumsum tulang membelah dan tumbuh untuk membentuk pengembangan sel darah merah, trombosit dan sel darah putih. Namun, pada pasien AML, proses in berjalan secara kacau. Bukannya membentuk sel darah merah yang sehat, mereka justru membentuk banyak sel-sel leukemia abnormal. Mereka tumbuh menjadi sel-sel yang belum matang dan tidak mampu berkembang menjadi sel-sel darah yang berfungsi secara normal.

Penelitian tersebut juga menunjukan bahwa obat-obatan yang berasal dari alpukat dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup bagi para penderita AML. Molekul lemak yang terdapat di dalam alpukat, avocatin B, mampu menghentikan proses tersebut dengan menargetkan sel-sel induk sehingga sel-sel yang sehat dapat tetap tumbuh.

Bukan berarti dengan makan buah alpukat Anda dapat langsung melawan AML. Penelitian ini cenderung memberikan angin segar kepada dunia kedokteran mengenai kemungkinan adanya pilihan pengobatan baru untuk menghadapi penyakit berbahaya yang telah membunuh ribuan orang setiap tahunnya ini.