10 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Jantung

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Selain itu, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa makanan yang kita makan memegang peran penting dalam kesehatan jantung, yang berarti makanan dapat menjadi faktor penyebab risiko penyakit jantung.

Julie Zumpano, seorang ahli diet di Preventive Cardiology and Nutrition Program di Cleveland Clinic mengatakan bahwa mengurangi risiko perkembangan penyakit jantung dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi setiap hari.

Mengkonsumsi makanan yang sehat, memperhatikan jumlah serat, membatasi konsumsi lemak dan garam, serta berolahraga secara teratur merupakan upaya yang baik untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Beberapa jenis makanan juga memberikan manfaat lebih bagi jantung kita. Apa saja? Perhatikan makanan yang baik untuk kesehatan jantung berikut ini.

Salmon
Salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang mempunyai efek anti-pembekuan, sehingga dapat memperlancar aliran darah. Asam lemak omega-3 juga dapat mengurangi triglycerides, yaitu lemak yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung dan mencegah ritme jantung yang tidak teratur.

Mengkonsumsi 2 atau lebih ikan salmon dalam seminggu dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit jantung sebesar 30%. Selain salmon, Anda juga dapat mengkonsumsi tuna, sardine, dan mackerel.

Kacang-kacangan
Kacang-kacangan mengandung banyak vitamin, mineral, lemak tak jenuh yang baik bagi jantung, dan lemak jenuh tingkat rendah. Para peneliti menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi kacang-kacangan, seperti walnut, almon, juga hazelnut 2 sampai 4 hari seminggu memiliki risiko terindikasi penyakit jantung lebih rendah.

Tomat
Tomat adalah sumber vitamin C, vitamin A, potassium dan serat. Tomat juga kaya akan likopen (lycopene) yang bekerja baik dengan vitamin dan mineral untuk mencegah tubuh terserang penyakit. Mengkonsumsi tomat yang dimasak dapat meningkatkan kesehatan jantung karena meskipun kadar Vitamin C di dalamnya berkurang, namun lycopene dan antioksidan yang dikandungnya masih tersedia.

Apel
Apel terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular. Peneliti asal Finlandia mengumpulkan data dari 9.208 laki-laki dan perempuan yang berusia di atas 28 tahun dan menemukan bahwa mereka yang sering mengkonsumsi apel memiliki risiko stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa senyawa antioksidan flavanoid yang ditemukan di dalam apel merupakan kunci penting untuk mencegah kolesterol jahat dari proses oksidasi yang mengakibatkan penumpukan plak pada arteri, serta menghambat peradangan.

Apel juga mengandung serat pectin yang membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengandung banyak Vitamin C.

Delima
Delima dapat mengurangi penumpukan plak pada arteri dan mengurangi tekanan darah. Para peneliti percaya, manfaat yang didapat dari delima berasal dari polyphenol dan tannin yang terkandung di dalamnya.

makanan untuk jantung
Buah delima mengandung antioksidan yang penting untuk kesehatan jantung.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2008, dibandingkan dengan minuman yang kaya akan antioksidan lainnya seperti jus blueberry dan jus cranberry, jus delima memiliki kapasitas antioksidan yang paling tinggi.

Pisang
Dalam satu buah pisang mengandung 12% jumlah potassium yang disarankan untuk konsumsi harian. Potassium yang terkandung dalam pisang menjaga fungsi jantung tetap normal dan membantu menyeimbangkan sodium dan air di dalam tubuh. Potassium membantu ginjal mengekskresikan kelebihan sodium yang berkontribusi bagi tekanan darah yang normal dan sehat.

Teh hijau
Senyawa antioksidan yang disebut catechin pada teh hijau dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung. Catechin menghambat respon inflamasi tubuh terhadap bakteri yang menyebabkan penyakit gusi. Mereka yang terindikasi penyakit gusi, berisiko dua kali lebih besar menderita masalah jantung.

Minyak zaitun dan minyak kelapa
Berdasarkan diet tradisional dari Mediterania, minyak zaitun merupakan pilihan yang tepat bila Anda ingin membatasi lemak jenuh (yang dapat ditemukan dalam daging, susu, dan mentega) memasuki tubuh Anda. Lemak yang berasal dari hewan dan lemak trans meningkatkan kolesterol jahat dan dapat menyimpan lemak di dalam arteri.

Meskipun minyak kelapa dapat meningkatkan kolesterol jahat, ia juga dapat meningkatkan lebih banyak kolesterol baik, dan dapat menyeimbangkan efek negatif yang timbulkan. Berbeda dengan lemak jenuh yang lain, molekul medum-chain fatty acid yang terkandung di dalam minyak kelapa tidak menyimpan lemak dan menimbulkan plak pada pembuluh darah.

Buah berry
Aneka buah berry mengandung polyphenol yang dapat meningkatkan kadar oksida nitrat, yaitu molekul yang menghasilkan efek yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Salah satunya adalah melancarkan pembuluh darah yang dapat mengurangi tekanan darah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 72 orang usia menengah yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa mengkonsumsi satu gelas just berry sehari selama 8 minggu telah dibuktikan dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi tekanan darah.

Coklat
Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi coklat hitam dalam jumlah wajar dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat meningkatkan sistem imun dengan mengurangi peradangan.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa coklat dapat mengurangi tekanan darah, hal ini karena senyawa epicatechin yang terdapat pada coklat meningkatkan oksida nitrat yang sangat baik bagi kesehatan jantung.