15 Makanan yang Sebaiknya Dibeli Organik

Setiap kali berbelanja, Anda pasti sering merasa dilema untuk membeli makanan yang organik atau tidak. Makanan organik yang tanpa menggunakan pestisida biasanya lebih mahal dibandingkan produk konvensional, dan tidak semua orang dapat membelinya setiap waktu. Lalu apakah kita harus membeli semua makanan organik?

Menurut Pesticide Action Network (PAN UK) di Britania Raya, kita tidak harus membeli semua makanan organik. Kita hanya perlu selektif untuk menentukan produk organik yang akan dibeli. Beberapa makanan mengandung pestisida yang lebih besar dibandingkan dengan makanan yang lain, tergantung pada metode pertanian dan faktor lainnya. Sehingga, membeli produk organik untuk makanan yang rentan terhadap bahan-bahan kimia seperti pestisida tentu hal yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Nick Mole dari PAN UK menjelaskan bahwa efek jangka panjang dari mengkonsumsi makanan yang mengandung pestisida meskipun hanya sedikit perlu diperhatikan. “Sekitar 60 persen buah-buahan dan sayuran mengandung residu pestisida,” jelas Nick.

“Mengkonsumsi apel tidak akan langsung membunuh Anda, namun terdapat efek jangka panjang yang tidak diketahui. Makanan yang mengandung lebih dari satu jenis pestisida berpotensi memiliki efek buruk yang lebih besar sehingga sebaiknya diprioritaskan untuk beralih pada produk makanan organik,” lanjutnya.

Berikut 15 makanan yang sebaiknya dibeli organik agar kesehatan Anda dan keluarga tetap terjaga.

1. Apel

Buah yang merupakan sumber serat dan sangat baik bagi pencernaan ini menempati urutan teratas sebagai makanan yang paling tinggi mengandung pestisida menurut laporan Enviromental Working Group (EWG) tahun 2015. Dalam 99 persen apel yang diuji, sekitar satu persen yang mengandung pestisida residu.

Sebagian besar bagian yang terkontaminasi adalah kulit, yang merupakan bagian paling bermanfaat pada apel. Untungnya, perbedaan harga apel organik dan yang tidak organik sangat sedikit sehingga tentu seimbang dengan manfaat yang didapat.

2. Strawberry

Strawberry sangat rentan terkontaminasi hama karena tidak memiliki kulit luar yang kuat untuk melindunginya sehingga pestisida sering digunakan sebagai solusi. Masih menurut EWG, pada ladang strawberry konvensional seluas 4047 meter persegi setidaknya terdapat setengah kilogram pestisida yang diberikan. Sehingga, apabila Anda khawatir tentang kandungan pestidisa pada makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya membeli strawberry organik.

3. Tomat buah

Tomat organik merupakan salah satu buah-buahan atau sayuran yang telah dibuktikan memiliki nutrisi yang tinggi. Menurut penelitian, tomat mengandung hampir dua kali lipat flavanoid dan memiliki manfaat kesehatan yang besar. Apabila Anda ingin tomat yang sehat untuk salad buah Anda, sebaiknya membeli tomat organik.

Mengapa? Karena tomat menduduki peringkat 10 dalam daftar makanan yang paling terkontaminasi pestisida dan USDA Pesticide Program menemukan 69 jenis pestisida berbeda di dalamnya!

4. Jagung

jagung makanan organik

Sekitar 90 persen jagung yang Anda temui di pasaran saat ini sudah mengalami rekayasa genetik. Seperti yang dapat ditemukan pada pemanis buatan berbahan dasar jagung, minyak dan tepung jagung pada makanan olahan, serta pop corn. Bila Anda khawatir tentang adanya pestisida di dalam jagung yang akan Anda beli, sebaiknya membeli jagung organik.

5. Mentimun

Mentimun konvensional biasanya dilapisi lilin yang terbuat dari minyak bumi untuk menjaga kesegaran. Bahkan, lapisan lilin ini dapat membaur bersama pestisida dan sangat tidak mungkin untuk menghilangkannya dengan mencuci. Mentimun menduduki ranking sembilan pada daftar makanan paling terkontaminasi dan mengandung sekitar 86 jenis pestisida yang berbeda.

Apabila Anda membeli mentimun konvensional, sebaiknya cuci dan kupas kulitnya terlebih dulu meskipun belum tentu hal tersebut dapat menghilangkan semua bahan kimia yang terkandung di dalamnya dan tentunya menghilangkan beberapa nutrisi penting.

6. Seledri

Seledri merupakan sumber dari Vitamin C, serat, dan beberapa Vitamin B. Sayangnya, tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu ini memiliki pori dan sebagian besar tumbuh di luar tanah sehingga dapat lebih mudah menyerap bahan kimia dan mengandung 64 jenis pestisida berbeda berdasarkan daftar dari EWG.

7. Anggur

Anggur kaya akan vitamin dan mineral yang tentunya baik bagi kesehatan. Namun, EWG menemukan 15 jenis pestisida yang berbeda di dalam anggur konvensional. Karena kulit anggur sangat mudah mengelupas dan dengan begitu akan banyak hama yang menghinggapinya, sehingga anggur sering disemprot pestisida untuk mencegahnya. Selalu cuci bersih anggur yang telah dibeli atau lebih baik bila membeli anggur yang organik.

8. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kubis, dan bunga kol merupakan sayuran yang kaya akan nutrisi. Namun, sayuran hijau ini dapat menyerap berbagai bahan kimia beracun dari dalam tanah. Selain itu, Anda tidak dapat mengupas kulit sayuran ini sehingga Anda harus memakan semua bagiannya. Sehingga, sebaiknya membeli sayuran yang organik dan rajin mencuci maupun merendamnya lebih dulu sebelum dikonsumsi.

9. Kentang

Kentang mengandung serat dan potasium dan merupakan sumber energi yang alami. Namun sayangnya, kentang memiliki kandungan pestisida yang lebih besar daripada produk yang lain menurut EWG. Bahkan ketika sudah digosok saat dicuci dan mengupas kulitnya, masih memungkinkan terdapat kandungan bahan kimia berbahaya di dalamnya. Sehingga, alangkah baiknya untuk membeli kentang organik.

10. Kapri

Kapri yang biasanya ditumis bersama sayuran lainnya ini menduduki ranking 11 sebagai produk paling terkontaminasi menurut laporan EWG tahun 2015. Kapri konvensional biasanya memiliki kandungan pestisida yang lebih besar dibandingkan dengan produk organik, sehingga sangat perlu untuk dapat membedakannya. Selain itu, ditemukan lebih dari 70 jenis pestisida berbeda yang terkandung di dalamnya sehingga sebaiknya membeli kapri organik.

11. Paprika

Paprika merah, kuning, hijau dan jingga tidak hanya dapat mewarnai piring Anda tapi juga kaya akan berbagai nutrisi di dalamnya. Dalam satu buah paprika setidaknya terdapat nutrisi harian sejumlah 100 persen Vitamin A dan 300 persen Vitamin C.

Namun, USDA Pesticide Data Program menemukan lebih dari 50 jenis pestisida berbeda yang dapat mengkontaminasinya. Sehingga, sebaiknya membeli paprika organik dan selalu cuci bersih sebelum mengkonsumsinya. Memasaknya juga dapat mengurangi kandungan bahan kimia di dalamnya.

Baca juga: Nutrisi dan Manfaat Paprika.

12. Cabai

sayuran organik cabai / cabe

Di dalam cabai terdapat senyawa capsaicin yang dapat meringankan hidung terseumbat dan dapat mencegah kanker. Bila Anda penggemar pedas dan selalu mengkonsumsinya setiap hari maka sebaiknya Anda beli cabai organik. Mengapa? Karena cabai konvensional mungkin mengandung 75 jenis pestisida berbeda seperti carcinogen dan neurotoxin.

13. Daging

Bila Anda penggemar daging, perlu diketahui bahwa daging konvesional dari sapi, ayam, ayam kalkun, dan hewan lainnya mengandung hormon, antibiotik, dan pestisida yang dapat memberi pengaruh buruk bagi kesehatan.

Uni Eropa telah melarang penggunaan hormon pada ternak, namun dalam praktiknya masih banyak negara yang menggunakannya. Mendapatkan manfaat yang besar dengan membeli daging organik tentu sangat setimpal dengan jumlah uang yang dikeluarkan.

14. Selai kacang

Selai kacang sangat digemari anak-anak dan tentunya lebih baik membeli produk organik. Selai organik yang bebas pestisida dan mungkin terdapat resep yang dapat meningkatkan nutrisi di dalamnya. Tentu butuh waktu untuk menemukan merk yang tepat, khususnya dalam memilih produk selai yang tanpa menggunakan gula olahan dan bahan tidak alami lainnya.

15. Produk dari susu

Aneka produk yang terbuat dari susu seperti keju, yogurt, dan susu sebaiknya dibeli yang organik. Produk susu organik yang bersertifikat didapatkan dari sapi-sapi yang tidak diberi antibiotik dan hormon pertumbuhan dan hanya mengkonsumsi 100 persen pakan organik. Sekarang ini, mulai banyak peternakan tradisional yang memberi sapi-sapi ternaknya hormon untuk memproduksi lebih banyak susu.

Sebelum membeli aneka produk susu, lihat pada kemasan dan carilah yang bebas rBGH pada label bahan-bahan pembuatnya.

Promo webkesehatan.com

promo lazada
Lazada Big Sale 11.11 Promo gila-gilaan di Lazada: CASHBACK, flash sale, gratis ongkir, hingga diskon 99%. Jangan sampai kelewatan!
promo lazada
Sweety Surprise Deals Kejutan spesial dari SWEETY! Diskon besar dan goody bag menarik. #SudahPakaiSweety belum?
promo lazada
MAMA's CHOICE Baru! Perawatan Alami untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Potongan hingga Rp. 110.000 dan promo menarik lainnya. #PilihanAmanMama.