Agar Puasa Lancar, Hindari Makanan & Minuman Ini

915

Puasa, jika dilakukan dengan benar dan diimbangi dengan konsumsi gizi seimbang, bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Namun tak jarang, yang muncul malah berbagai gangguan pencernaan seperti sakit maag, perut mules dan melilit, nyeri ulu hati, diare, hingga sembelit.

Puasa pun jadi terganggu akibat perut tak nyaman. Belum lagi aktivitas lain yang terpaksa ditunda atau bahkan diliburkan karena nyeri tak tertahankan.

Untuk mencegahnya, hentikan kebiasaan buruk seperti menyantap makanan berlebihan saat berbuka dan sahur, dan hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur. Cukupi kebutuhan gizi harian agar sistem pencernaan bisa bekerja optimal.

Selain itu, ada beberapa makanan yang perlu anda dihindari agar puasa lancar, di antaranya adalah sebagai berikut:

Gorengan dan makanan dengan lemak-jenuh tinggi

Berbuka puasa dengan gorengan memang lezat. Namun ingat, gorengan yang dijual di pinggir jalan biasanya menggunakan minyak yang telah digunakan berkali-kali. Minyak jenuh semacam ini bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh dan meningkatkan risiko obesitas.

Gorengan dan makanan berlemak juga lebih berat serta sulit dicerna oleh tubuh sehingga meningkatkan asam lambung dan memicu gangguan pencernaan.

Sebisa mungkin, kurangi makan gorengan dan lauk yang digoreng lainnya. Jika tetap ingin memakannya, batasi jumlahnya dan pilih jenis minyak yang lebih sehat seperti minyak kanola dan zaitun. Tak perlu menggoreng lauk terlalu lama.

Atau, Anda bisa memilih metode memasak yang lebih sehat seperti tumis, pepes, kukus, atau panggang. Hindari juga makanan hasil pemrosesan, jeroan, dan makanan lain yang mnegandung lemak jenuh tinggi.

Makanan yang terlalu manis

makakan yang tidak baik untuk buka puasa
Jangan berlebihan dengan makanan yang terlalu manis saat berbuka.

Berbuka puasa dengan yang makanan dan minuman manis seakan telah menjadi tradisi di Indonesia.

Namun tidak banyak orang tahu, bahwa berbuka dengan makanan manis secara berlebihan justru dapat meningkatkan kadar glukosa secara signifikan dan membuat Anda kesulitan mengontrol nafsu makan.

Makan makanan yang mengandung gula rafinasi dan karbohidrat sederhana seperti biskuit, permen, coklat, dan kue manis lainnya saat sahur juga dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang diikuti penurunan secara cepat sehingga cadangan energi Anda tidak bertahan lama.

Rekomendasi:  7 Cara Mudah Perbanyak Minum Air Putih Setiap Hari

Lebih baik, konsumsi sumber karbohidrat kompleks seperti beras merah dan gandum utuh saat sahur. Sedangkan saat berbuka, makanlah beberapa butir kurma segar untuk menormalkan kadar gula darah yang turun selama berpuasa. Kurma segar lebih sehat dan mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Baca juga: manfaat kurma untuk berbuka puasa

Makanan yang terlalu asin

Makanan dengan kadar garam tinggi dapat mengacaukan keseimbangan sodium dan potassium dalam darah dan mengganggu kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air dari tubuh. Akibatnya, tekanan darah meningkat dan zat-zat beracun yang tidak diperlukan oleh tubuh sulit dikeluarkan.

Dalam jangka lama, sering makan makanan yang terlalu asin dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada arteri, jantung, hingga otak.

Makanan pemicu produksi gas lambung

Beberapa makanan yang sulit dicerna oleh lambung dapat merangsang produksi gas berlebihan di lambung. Akibatnya, timbul rasa kembung yang kadang disertai sakit perut.

Cukup banyak makanan yang bisa meningkatkan asam lambung. Dari keluarga sayuran, ada brokoli, kembang kol, dan keluarga kubis lainnya. Selain itu, makanan manis yang mengandung sorbitol, bawang merah, bawang putih, dan pop corn juga dapat memicu produksi gas berlebihan.

Makanan pedas

Cabai memang mengandung vitamin C tinggi dan dapat meningkatkan nafsu makan. Namun, terlalu banyak makan makanan pedas dapat memicu panas dalam, gangguan pencernaan, dan rasa panas di ulu hati.

Konsumsi makanan pedas berlebihan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan pada dinding lambung.

Minuman berkafein

Minuman berkafein seperti kopi dan teh bersifat diuretik dan dapat memicu buang air kecil berlebihan. Akibatnya, Anda jadi mudah haus saat berpuasa. Ganti kopi dan teh Anda dengan air putih, jus buah segar tanpa gula, atau air kelapa untuk mencukupi kebutuhan cairan anda selama bulan puasa.

Minuman bersoda

Minuman bersoda biasanya dilengkapi kafein yang bersifat diuretik dan menyebabkan Anda mudah haus. Minuman bersoda juga mengandung gula tinggi dan memicu produksi gas lambung berlebihan. Minuman semacam ini pun dapat menyebabkan gangguan lambung dan membuat perut merasa tidak nyaman.

Rekomendasi:  Tahun Baru 2020: 5 Resolusi Sehat Terbaik Untuk Anda

Batasi minuman bersoda selama bulan puasa dan gantilah dengan minuman yang lebih sehat seperti air putih dan jus buah murni yang segar.

Minuman dingin

Di bulan Ramadan, aneka minuman dingin banyak dijajakan di pinggir jalan. Menyegarkan memang saat membayangkan berbuka dengan es dan minuman dingin lainnya. Namun, berbuka dengan minuman dingin sebenarnya dapat membuat membuat perut kaget dan berkontraksi berlebihan, bahkan rentan menyebabkan kram. Karena itulah banyak yang merasa perutnya melilit setelah berbuka dengan minuman dingin.

Lebih baik, berbukalah dengan air putih hangat dan beberapa butir kurma segar. Jika ingin minum es, beri jeda sekitar 5 hingga 10 menit saat perut sudah lebih stabil. Hindari juga makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin agar puasa lancar dan perut nyaman.


Dengan mengenali jenis-jenis makanan dan minuman yang tidak baik dikonsumsi, khususnya selama bulan puasa, akan membantu anda memilih dan menyiapkan santap sahur dan berbuka yang tepat untuk anda dan keluarga di rumah.

Semoga dengan begitu, puasa kita menjadi lebih lancar dan khusyu’, dan tentunya mendatangkan manfaat kesehatan bagi kita semua.

Lebih lanjut, simak berbagai artikel dan tips terkait puasa Ramadhan channel khusus Ramadhan Sehat.

Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan berbagai update mengenai kesehatan di sosial media.