12 Khasiat dan Manfaat Kunyit untuk Kesehatan

Kunyit, dengan kandungan Curcumin-nya, memberi banyak khasiat dan manfaat bagi tubuh kita.

khasiat kunyit
Kunyit memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. [kredit: chiroeco.com]

Kunyit atau Curcuma longa, adalah salah satu bumbu dapur yang beraroma seperti lada, memiliki rasa yang tajam, dan berwarna kuning keemasan. Di dapur, kunyit digunakan untuk menambah cita rasa masakan dan salah satu pewarna alami untuk makanan.

Selain di bidang kuliner, kunyit juga memiliki manfaat di bidang kesehatan. Sudah sejak dulu kunyit menjadi ramuan tradisional yang digunakan untuk mengobati masalah hati hingga depresi dan cacingan walaupun belum ada penelitian yang membuktikannya saat itu.

Menurut Journal of The American Chemical Society, kunyit mengandung zat antioksidan, antiviral, antibakterial, antifungal, antikarsinogenik, antimutagenik, dan anti-inflmasi yang cukup besar. Selain itu, kunyit juga memiliki banyak nutrisi seperti; protein, serat, niacin, vitamin C, vitamin E, vitamin K, natrium, kalsium, zat besi, magnesium, zinc, dan tembaga.

Kandungan curcumin pada kunyit dipercaya bisa mengobati banyak penyakit. Bahkan menurut beberapa jurnal, curcumin lebih berkhasiat dibanding obat-obatan.

Berikut ini khasiat dan manfaat kunyit yang perlu Anda ketahui:

#1 Meredakan rasa sakit atau nyeri

Curcumin pada kunyit merupakan anti-inflamasi yang kuat dan bisa mengurangi rasa sakit. Sebuah jurnal di European Journal of Pharmacology menyebutkan, peneliti menemukan curcumin dapat mengaktifkan sistem opiod pada tikus percobaan yang menderita diabetes. Lebih jauh lagi, curcumin juga bisa mengobati luka bakar ringan. Maka dari itu, kunyit merupakan obat yang bagus untuk meringankan rasa nyeri karena radang sendi (arthritis) seperti; osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, karena kunyit akan bekerja sebagai ibuprofen pada penderita radang sendi. Antioksidan dari kunyit juga akan membantu melawan radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh.

Sebuah studi yang dipublikasikan Phytotherapy Research pada tahun 2012 yang melibatkan 45 penderita rheumatoid arthritis mengatakan bahwa tanaman herbal ber-curcumin, salah satunya kunyit, lebih aman digunakan untuk pengobatan dibanding obat radang sendi, diclofenac sodium, yang bisa meningkatkan resiko sakit jantung dan usus bocor.

#2 Menurunkan kolestrol dan mencegah penyakit jantung

Sebuah penelitian membuktikan, kunyit sebagai bumbu pada makanan bisa mengurangi kadar kolestrol jahat (LDL) pada darah. Dengan turunnya kolestrol, masalah kesehatan jantung maupun pembuluh darah bisa dihindari.

Pada tahun 2012, sebuah studi dilakukan pada 121 pasien bypass jantung yang melakukan operasi pada tahun antara 2009-2011. Tiga hari sebelum operasi, sebagian dari mereka diberi kapsul curcumin untuk dkonsumsi hingga 5 hari setelah operasi. Sebagian lagi diberi kapsul kosong. Hasilnya, selama perawatan setelah operasi, pasien yang diberi kapsul kosong lebih banyak yang mengalami serangan jantung dibanding yang meminum kapsul curcumin. Peneliti berkesimpulan, antioksidan dan anti-inflamasi pada curcumin menurunkan resiko serangan jantung sebanyak 65% pada pasien bypass jantung.

#3 Mencegah dan melawan kanker

Kunyit bisa mencegah serta menghentikan perkembangan berbagai jenis sel kanker bahkan menhancurkannya. Walaupun penelitian ini belum terlalu dalam pada manusia – lebih dalam penelitian pada hewan, namun ini merupakan hasil yang cukup menjanjikan dari curcumin. Menurut Cancer Search UK, pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa curcumin pada kunyit memiliki sifat antikanker. Membunuh dan mencegah kanker berkembang. Dan efek curcumin dapat dilihat pada penderita kanker payudara, kanker usus, kanker perut, kanker kulit, serta kanker prostat.

Pada 2007 sebuah studi di Amerika mencoba mengombinasikan curcumin dengan kemoterapi pada penderita kanker usus. Hasilnya ternyata lebih efektif dibanding kemoterapi tanpa curcumin. Di sebuah penelitian lain yang di lakukan pada tikus pun menunjukkan curcumin menghentikan pembentukan enzim penyebab kanker. Saat ini sudah ada beberapa dokter yang menggunakan kemoterapi dan curcumin untuk menyembuhkan kanker.

#4 Mengontrol diabetes

Kunyit dipercaya bisa membantu menyetabilkan kadar insulin, sehingga gula darah dapat terkontrol. Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Biochemistry and Biophysical Research Communications pada tahun 2009 mengatakan Auburn University melakukan penelitian dan menemukan bahwa curcumin pada kunyit sesungguhnya 400 kali lebih potensial dari pada Metformin, obat diabetes yang umum digunakan, dalam mengaktifkan AMPK yang meningkatkan sensitivitas insulin, yang akan membantu menyembuhkan diabetes tipe 2.

Curcumin mencegah penyakit atau komplikasi yang berhubungan dengan resistensi insulin dan hiperglikemia, seperti contohnya kerusakan pembuluh darah yang berujung pada kebutaan.

#5 Meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh

Kunyit mengandung substansi yang bernama lipopolisakarida, yang membantu menyetimulasi daya tahan tubuh. Agen antibakterial, antiviral, dan antifungal-nya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sehingga tubuh kita tidak mudah terserang penyakit seperti demam, flu, dan batuk.

#6 Membantu mengontrol berat badan

Kunyit bisa membantu Anda yang menginginkan berat badan ideal, dengan membantu melancarkan aliran cairan empedu. Cairan empedu merupakan komponen penting untuk memecah lemak.

#7 Mencegah Alzheimer

Adanya radang pada otak diduga merupakan penyebab penyakit atau gangguan kognitif seperti Alzheimer. Kunyit akan meningkatkan kinerja otak, memulihkan trauma atau luka, dan melancarkan aliran oksigen di kepala. Dengan begitu, munculnya Alzheimer dapat diperlambat.

#8 Mencegah kerusakan hati

Hati atau liver berfungsi sebagai pembersih racun di dalam tubuh melalui produksi enzimnya. Kunyit akan membantu hati memproduksi enzim tersebut lebih banyak. Enzim ini akan memecah dan menghancurkan racun di dalam tubuh. Hati yang bekerja lebih ringan dan tidak banyak tertumpuk racun akan membuatnya sehat, tidak mudah rusak. Jika hati sudah rusak, akan berbahaya bagi tubuh karena fungsi hati sangatlah penting, Kunyit juga akan membantu melancarkan peredaran darah, sehingga organ-organ tubuh dapat bekerja dengan baik.

#9 Melancarkan pencernaan

Kunyit menyetimulasi produksi cairan empedu, sehingga memperlancar pencernaan dan mencegah perut begah. Kunyit juga membantu emulihkan inflamasi pada usus, salah satunya ulcerative colitis, Inflammatory Bowel Disease (IBS), Chron’s Disease. Karena kunyit membantu perkembang biakan bakteri baik di dalam usus, atau biasa disebut probiotik.

#10 Steroid

Khasiat curcumin pada kunyit ternyata bisa dipakai untuk perawatan penyakit yang biasanya diobati dengan corticosteroid, contohnya psoriasis, lupus, scleroderma, dan sakit kronis lainnya.

Pada 2009, sebuah studi menemukan bahwa curcuma mampu menyembuhkan inflamasi kronis pada mata. Kerja curcumin dan corticosteroid memang belum sebanding, namun dilihat dari efek sampingnya, curcumin jauh lebih aman dan lebih alami dibanding corticosteroid.

Corticosteroid sendiri memiliki efek samping yang cukup berbahaya, seperti; asma, kanker, glukoma, gangguan ginjal dan tiroid, gangguan pencernaan, penipisan kulit, dan lainnya.

#11 Anti penggumpalan darah

Beberapa orang mengalami penggumpalan darah disebabkan beberapa hal, dan biasanya beberapa obat yang dikonsumsi untuk mengencerkan darah adalah aspirin, colpidogrel (plavix), diclofenac, enoxaparin (lonevox), ibuprofen, dll. Namun bila obat ini tidak dikonsumsi secara bijak atau berlebihan akan berakibat darah susah beku bila terluka, nyeri punggung, sakit kepala, hingga sesak napas.

Kunyit diketahui memiliki fungsi antikoagulan alami. Sejak pertengahan tahun 1980, kunyit direkomendasikan oleh peneliti sebagai obat penggumpalan darah.

#12 Anti-depresan

Jurnal Phytotherapy Research mempublikasi sebuah hasil eksperimen yang dilakukan pada 60 sukarelawan yang didiagnosa menderita major depressive disorder (MDD), seperti manic depression. Peneliti membagi sukarelawan menjadi 3. Yang pertama pasien diberi perawatan dengan curcumin, yang kedua menggunakan fluoxetine (prozac), dan yang ketiga mengombinasikan keduanya.

Hasilnya, seluruh pasien bisa menoleransi curcumin, bahkan bekerja dengan sangat baik – sebaik prozac – dalam mengatasi depresi. Penelitian ini terbukti secara klinis bahwa curcumin bekerja secara efektif dan aman untuk terapi pasien dengan depresi ringan.

Efek Samping Mengkonsumsi Kunyit

Sejauh ini belum ada efek samping dari mengonsumsi kunyit, namun ada beberapa orang dilaporkan memiliki reaksi alergi pada kunyit.

Dan berikut ini efek samping bila mengonsumsi kunyit secara berlebihan/overdosis:

  • Diare
  • Mudah berdarah, namun darah sukar beku
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Menstruasi lebih deras
  • Kontraksi pada kehamilan
  • Kontrasi berlebihan pada kantung empedu

Pengobatan menggunakan kunyit sangat disarankan karena efek sampingnya lebih kecil atau lebih aman dari obat-obatan. Namun tetap Anda harus melakukannya dengan konsultasi dan di bawah pengawasan dokter. Karena bisa jadi kunyit akan bereaksi pada obat-obatan yang dikonsumsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here