Manfaat Serat untuk Kesehatan Paru-paru

Penyakit paru-paru adalah masalah kesehatan utama di Amerika dan dunia secara global. Penyakit COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) adalah penyakit paru-paru kronis yang disebabkan oleh kerusakan paru paru yang tidak bisa lagi disembuhkan, dan merupakan pembunuh ketiga terbesar di dunia.

Dalam sebuah penelitian di University of Nebraska Medical Center dengan menganalisis data dari National Health and Nutrition Examination Surveys (NHNES), tentang hubungan antara konsumsi serat dan kesehatan paru-paru, mengatakan bahwa mereka dengan asupan serat yang tinggi memiliki kapasitas paru-paru lebih besar dan dapat menghirup lebih banyak udara dalam satu detik dibandingkan mereka dengan asupan serat yang sedikit.

“Penyakit paru-paru merupakan masalah kesehatan yang paling umum diderita, sehingga sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor risiko sebagai tindakan pencegahan,” kata Corrine Hanson, PhD, RD, pemimpin penelitian dan profesor nutrisi medis di University of Nebraska Medical Center.

“Namun bagaimanapun, selain berhenti merokok, sangat sedikit strategi yang dapat ditemukan. Meningkatkan asupan serat dapat menjadi langkah yang praktis dan efektif untuk mereka yang menderita penyakit paru-paru,” lanjutnya.

gambar paru-paru (lungs)Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa serat memiliki efek yang menguntungkan bagi paru-paru. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa serat dapat mengurangi peradangan dalam tubuh yang merupakan penyebab penyakit paru-paru. Selain itu, serat dapat mengubah komposisi microbiome usus yang dapat membantu mengurangi infeksi and mengeluarkan zat-zat kimia pelindung paru-paru.

Berikut adalah manfaat lain dari serat yang sebaiknya Anda konsumsi setiap hari:

Mengendalikan gula darah

Serat larut dapat memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh yang membantu mengendalikan gula darah. Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dengan asupan serat larut yang tinggi memiliki 42% lebih sedikit resistensi insulin.

Dalam penelitian lain juga dijelaskan bahwa mereka yang memiliki asupan serat yang cukup setiap hari (lebih dari 26 gram) memiliki risiko diabetes tipe-2 18% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang kurang asupan serat (kurang dari 19 gram sehari).

Menjaga Kesehatan jantung

Dalam sebuah penelitian telah ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi serat dalam jumlah yang dianjurkan memiliki risiko penyakit jantung 40% lebih rendah.

Menurunkan risiko stroke

Dalam penelitian tentang stroke dan asupan serat setiap hari, dijelaskan bahwa mereka yang memenuhi asupan serat sebanyak 7 gram dalam sehari dapat mengurangi risiko stroke sebesar 7%.

Menurunkan berat badan

Suplemen dengan bahan utama serat telah menunjukkan manfaat yang besar dalam mengurangi berat badan bagi penderita obesitas, hal ini dikarenakan serat dapat meningkatkan perasaan kenyang yang lebih lama. Selain itu, ketika microba di dalam usus menyerap serat, ia melepaskan asam lemak rantai pendek yang kemudian menuju hipotalamus di dalam otak, yang memberi sinyal untuk berhenti makan.

Menjaga kesehatan kulit

Serat, terutama kulit psyllium, dapat membantu mengeluarkan jamur dari dalam tubuh yang dapat memicu timbulnya jerawat dan ruam.

Mengurangi risiko batu empedu dan batu ginjal

Asupan serat yang tinggi dapat membantu mengurangi risiko penyakit batu empedu dan ginjal, karena serat membantu mengatur gula darah di dalam tubuh.

Terdapat berbagai jenis serat dari makanan yang bisa Anda konsumsi setiap harinya. Sumber serat yang paling baik adalah sayuran, namun tentu tidak semua orang menyukai sayuran. Ada dua jenis serat yang tersedia, yaitu:

  1. Serat larut, yang dapat ditemukan dalam mentimun, buah berry, kacang-kacangan yang dapat membantu memperlambat pencernaan, membuat Anda merasa kenyang lebih lama yang baik untuk mengendalikan berat badan.
  2. Serat tidak larut, yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau tua, kacang hijau, seledri, dan wortel. Serat ini tidak larut dan dapat membantu makanan bergerak lebih cepat dalam sistem pencernaan, serta dapat melancarkan buang air besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here