Apa itu Menopause? Penyebab dan Gejalanya

Apa itu Menopause?

Menopause adalah sebuah kondisi normal yang akan dialami oleh semua wanita sejalan dengan bertambahnya usia, dan bukanlah suatu penyakit atau gangguan medis. Menopause didefinisikan sebagai keadaan tidak adanya periode menstruasi selama 12 bulan.

Dalam kata lain, menopause merupakan masa sesaat sebelum berhentinya periode menstruasi hingga sesaat setelah periode menstruasi berakhir. Namun secara umum menopause dapat dikatakan sebagai berakhirnya siklus menstruasi pada wanita.

Perimenopause adalah istilah yang kadang-kadang digunakan dan berarti “waktu sekitar menopause.” Hal ini sering digunakan untuk merujuk pada masa transisi menopause. Hal ini bukanlah istilah medis secara resmi, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek tertentu dari transisi menopause dalam istilah awam. Selengkapnya, baca: Perimenopause.

Pascamenopause adalah istilah yang digunakan sebagai kata sifat untuk merujuk ke waktu setelah menopause telah terjadi. Sebagai contoh, dokter mungkin berbicara tentang kondisi yang terjadi pada “wanita pascamenopause.” Hal ini mengacu pada wanita yang telah mencapai menopause.

Apa yang terjadi ketika Menopause?

Menopause adalah waktu dalam kehidupan seorang wanita ketika fungsi ovarium berhenti. Ovarium (gonad atau indung telur), adalah salah satu dari sepasang kelenjar reproduksi pada wanita. Ovarium terletak di panggul, di setiap sisi rahim. Ovarium menghasilkan telur (ovum) dan hormon kewanitaan seperti estrogen dan progesterone. Setiap siklus menstruasi bulanan, telur dilepaskan dari salah satu ovarium. Sel telur kemudian bertransportasi dari ovarium ke uterus melalui tuba fallopi.

Menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi melepaskan telur setiap bulan dan menstruasi berhenti.

Ovarium merupakan sumber utama dari hormon-hormon kewanitaan, yang mengontrol perkembangan karakteristik tubuh wanita seperti payudara, bentuk tubuh, dan rambut. Hormon-hormon ini juga mengatur siklus menstruasi dan kehamilan.

Estrogen juga berfungsi untuk melindungi tulang. Oleh karena itu, seorang wanita dapat mengalami osteoporosis (pengeroposan tulang) di kemudian hari ketika ovarium tidak lagi menghasilkan hormon estrogen yang memadai.

Pada usia berapa seorang wanita mengalami Menopause?

Rata-rata usia menopause adalah 51 tahun. Akan tetapi tidak ada cara untuk memprediksi kapan tepatnya seorang wanita akan memasuki masa menopause atau mulai mengalami gejala sugestif menopause. Usia ketika seorang wanita mulai mengalami periode menstruasi juga tidak berhubungan dengan usia terjadinya menopause.

Kebanyakan wanita mencapai menopause antara usia 45 dan 55, tetapi menopause dapat terjadi lebih awal pada usia 30-an atau 40-an atau mungkin tidak terjadi sampai seorang wanita mencapai 60-an.

Menopause merupakan perubahan yang normal pada setiap wanita. Tetapi sebagian wanita dapat mengalami menopause dini, baik dikarenakan hasil dari operasi (pengangkatan ovarium karena alasan medis), seperti histerektomi, atau kerusakan pada indung telur, seperti akibat dari pengobatan kemoterapi.

Menopause yang terjadi sebelum usia 40, terlepas dari penyebabnya, disebut menopause dini (premature menopause).

Gejala dan Indikasi Menopause

menopause
Gejala dan indikasi menopause pada wanita. Image credit: ladycarehealth.com

Kebanyakan wanita menjelang menopause akan mengalami sesuatu yang diistilahkan sebagai ‘hot flashes‘, yaitu perasaan hangat tiba-tiba yang menyebar ke tubuh bagian atas dan sering disertai dengan kulit yang memerah dan berkeringat.

Perasaan ini dapat berlangsung selama 30 detik hingga beberapa menit. Intensitasnya akan berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga parah.

Gejala dan indikasi lain yang umum dialami wanita menjelang atau ketika menopause antara lain:

  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Insomnia
  • Mood swings atau perubahan mood
  • Jantung berdetak kencang dan cepat
  • Kelelahan
  • Lekas marah
  • Depresi
  • Sakit kepala, migrain
  • Sakit pada otot dan persendian
  • Frekuensi urinasi meningkat dan masalah kontrol kandung kemih
  • Libodo menurun
  • Vagina kering dan kurang elastis, sebagai akibat dari penipisan jaringan vulva, vaginal dan serviks

Masih banyak gejala-gejala lainnya karena menopause mempengaruhi banyak aspek dari tubuh wanita, seperti fisik, psikologis, hormonal, hingga seksual. Namun tidak semua wanita akan mengalami seluruh gejala dan indikasi di atas.

Ketahui lebih jauh tentang kondisi menopause di artikel berikut: Serba-serbi menopause yang harus Anda ketahui.