Menopuase: Serba-Serbi Menopause yang Perlu Anda Ketahui

Menopause adalah sebuah fase, bagian normal dari kehidupan seorang wanita, dan bukanlah suatu penyakit atau kondisi kesehatan yang perlu dikhawatirkan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai menopuase, simak terus artikel ini.

Apa itu menopause?

Istilah ini mengacu pada berakhirnya siklus menstruasi seorang wanita, yaitu titik dimana ovarium berhenti memproduksi sel telur. Menopause merupakan proses biologis alami yang biasanya terjadi di akhir usia 40-an tahun atau di awal usia 50-an tahun, dan menandakan berakhirnya kesuburan wanita, meskipun ia bisa tetap menjadi vital dan seksual.

Menopause diawali dengan perimenopause, yaitu masa transisi menuju menopause dimana jumlah estrogen yang dihasilkan ovarium mulai berkurang dari waktu ke waktu. Seorang wanita dinyatakan telah mencapai menopause ketika ia telah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan lamanya.

Tanda-tanda dan gejala menopause

Menopause bisa menyebabkan berbagai tanda dan gejala pada tubuh sebagai akibat dari berkurangnya produksi estrogen dan progesteron di ovarium, dan masa ini disebut dengan perimenopause.

menopause
Gejala dan indikasi menopause pada wanita. Image credit: ladycarehelath.com

Anda bisa mengalami perimenopause hanya selama beberapa bulan atau selama bertahun-tahun lamanya, dengan gejala sebagai berikut.

  • haid tidak teratur
  • hot flashes
  • perubahan mood
  • kenaikan berat badan
  • kenaikan tingkat kolesterol
  • rambut rontok dan/atau kuku rapuh
  • tingkat kesuburan menurun
  • kepadatan tulang berkurang
  • gangguan pada kandung kemih dan/atau vagina
  • gangguan tidur dan/atau kelelahan

Kebanyakan wanita mengalami tanda-tanda dan gejala di atas selama masa perimenopause, dan tersedia berbagai obat-obatan resep ataupun bebas, dan obat herbal, untuk meringankan gejala tersebut. Menjalani pemeriksaan dan skrining dianjurkan bagi Anda sebelum dan setelah menopause, untuk memantau jika terjadi komplikasi dan untuk memastikan kesehatan Anda secara keseluruhan. Hubungi dokter jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut.

Penyebab menopause

Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang bertanggung jawab mengatur menstruasi dan pembuahan, dan menopause terjadi saat ovarium tidak lagi melepaskan sel telur di setiap bulannya, dan menstruasi pada akhirnya berhenti.

Wanita sebenarnya mengalami penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron begitu ia memasuki akhir usia 30-an tahun dan juga penurunan tingkat kesuburan dari waktu ke waktu sebelum muncul tanda-tanda perimenopause.

Fase perimenopause biasanya berlangsung selama 4 sampai 5 tahun hingga pada akhirnya seorang wanita dikonfirmasi mencapai menopause setelah ia tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan lamanya.

Menopause dini/prematur

Menopause prematur bisa terjadi dalam beberapa kasus, dimana ovarium seorang wanita sepenuhnya berhenti memproduksi sel telur secara dini sebelum usia 40-an tahun. Menopause prematur bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • genetik
  • defisiensi enzim
  • hipotiroidisme
  • penyakit Addison
  • sindrom Down
  • sindrom Turner

Kondisi lain yang bisa menyebabkan menopause dini antara lain:

  • Kegagalam ovarium yang prematur.
    Normalnya, ovarium memproduksi estrogen dan progesteron, tetapi kadar kedua hormon ini bisa berubah saat ovarium berhenti memproduksi sel telur secara prematur tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini disebut dengan kegagalan ovarium yang prematur, tetapi tidak seperti menopause prematur, keadaan ini tidak selalu bersifat permanen.
  • Menopause yang diinduksi.
    Menopause yang diinduksi terjadi ketika ovarium mengalami kerusakan akibat prosedur medis, seperti kemoterapi dan radioterapi pada area panggul, atau ketika dilakukan pengangkatan uterus (rahim) atau ovarium secara bedah untuk alasan medis.

Pertanyaan umum seputar menopause

Menopause adalah proses alami yang dialami wanita, tetapi juga tidak jarang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang biasa diajukan oleh para wanita yang merasa mulai mengalami menopause, beserta penjelasannya.

Bagaimana menopause didiagnosis?

Tanda-tanda dan gejala yang dialami seorang wanita biasanya cukup untuk mendiagnosis apakah ia telah mulai mengalami menopause atau memasuki perimenopause. Namun, jika Anda merasa bahwa gejala yang Anda alami parah atau Anda memiliki pertanyaan, periksakanlah diri ke dokter.

Dalam kasus tertentu, dokter bisa menganjurkan tes darah untuk memeriksa kadar hormon estrogen (estradiol) dan hormon stimulant folikel (FSH) Anda. Kadar estradiol wanita akan menurun, dan kadar FSH akan meningkat, seiring terjadinya menopause.

Apakah gejala menopause yang saya alami akan sama dengan ibu atau kakak perempuan saya?

Meskipun faktor genetik bisa berperan dalam menopause, gejala menopause cenderung bervariasi dari satu wanita ke wanita lainnya, bahkan dalam satu keluarga. Tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas hanyalah gejala umum yang biasa dialami oleh kebanyakan wanita, dan tingkat keparahan gejala yang dialami masing-masing wanita bisa berbeda.

Usia dan tingkat kecepatan penurunan fungsi ovarium juga bisa sangat berbeda bagi setiap wanita, yang berarti Anda harus mengatasi gejala menopause secara individual. Pengobatan yang bekerja bagi ibu, kakak perempuan, ataupun teman dekat Anda belum tentu bekerja bagi Anda.

Bagaimana cara mengetahui bahwa saya mengalami menopause jika saya pernah menjalani histerektomi?

Wanita yang pernah menjalani histerektomi, yaitu pengangkatan rahim, bisa tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami menopause. Ini juga bisa terjadi jika Anda pernah menjalani prosedur medis mencakup orang kewanitaan lainnya, seperti ablasi endometrium, yaitu pengangkatan dinding rahim tanpa pengangkatan ovarium sebagai pengobatan menstruasi yang terlalu deras.

Gejala yang biasa menunjukkan bahwa seorang wanita yang pernah menjalani prosedur medis tertentu telah mengalami menopause adalah hot flashes, tetapi Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani tes darah. Tes ini juga penting bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda beresiko terkena osteoporosis.

Bagaimana menopause memengaruhi kesehatan tulang?

Osteoporosis merupakan kondisi tulang yang mengancam setiap wanita, terutama mereka yang mulai mengalami menopause. Penurunan kadar estrogen bisa memengaruhi jumlah kalsium di tulang dan menyebabkan penurunan kepadatan tulang yang signifikan, yang mana banyak dialami wanita dalam beberapa tahun pertama setelah periode menstruasi terakhir mereka.

Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk menjaga kesehatan tulangnya sedari dini, seperti dengan mengonsumsi makanan kaya akan kalsium, minum suplemen vitamin D, menghindari alkohol dan rokok, serta berolahraga secara teratur dengan memasukkan program latihan beban.

Bagaimana menopause memengaruhi kesehatan jantung?

Menopause bisa meningkatkan resiko kondisi kesehatan yang berhubungan dengan jantung, seperti pusing atau palpitasi jantung. Ini merupakan akibat dari penurunan kadar estrogen yang membuat tubuh tidak bisa mempertahankan fleksibilitas arteri sehingga memengaruhi aliran darah. Anda bisa mengurangi resiko Anda dengan menjaga berat badan sehat, menjalani diet sehat dan seimbang, tidak merokok, dan berolahraga secara teratur.

Apakah terapi penggantian hormon aman untuk mengatasi masalah menopause?

Di masa modern ini, semakin banyak wanita yang menjalani terapi penggantian hormon, tetapi pengobatan ini mungkin bukanlah pilihan yang tepat bagi Anda. Ada sejumlah kondisi medis yang bisa mencegah Anda menggunakan terapi hormon secara aman, dan meksipun Anda “lolos” persyaratan untuk menjalani pengobatan ini, Anda mungkin akan memilih untuk tidak melakukannya karena alasan-alasan pribadi setelah berkonsultasi pada dokter.

Ada beberapa terapi lain yang bisa dianjurkan oleh dokter untuk mengatasi gejala menopause Anda dengan aman, seperti antidepresan berdosis rendah, produk estrogen tertentu, akupuntur, obat herbal, dan perubahan gaya hidup.