Meredakan Batuk Secara Alami, Tanpa Obat

0

Apakah Anda sedang batuk? Pasti sangat mengganggu. Apa lagi bila Anda sedang berada di antara kerumunan, pandangan orang-orang akan terarah ke Anda seolah-olah Anda adalah sumber virus yang harus dihindari.

Batuk ada dua macam, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batu berdahak adalah batuk yang disertai munculnya lendir di tenggorokan. Lendir inilah yang harus dikeluarkan, biasanya memakai obat batuk yang mengandung expectorant.

Sedangkan batuk kering adalah batuk yang disertai gatal di tenggorokan, biasanya disebabkan oleh alergi, flu, dan udara kotor. Bahan demulcent adalah yang dibutuhkan untuk mengusir penyebab batuk dan memulihkan selaput lendir yang teriritasi.

Pada 2004 sebuah studi menemukan bahwa bahan utama di obat batuk (dextromethorphan dan diphenhydramine) memiliki efek placebo yang efektif untuk mengatasi batuk.

Cara Alami Mengobati Batuk

Di bawah ini merupakan resep alami meredakan batuk yang bahan-bahannya bisa Anda temukan di dapur. Dari pada meminum obat-obatan kimia untuk sakit ringan, lebih baik mencoba obat-obatan alami bukan? Selain aman untuk tubuh, rasanya pun jauh lebih enak.

Madu, Lemon, & Flax Seeds

Flax seeds adalah biji bunga flax, biji kaya manfaat ini masih jarang ditemukan di Indonesia. Rebusan biji flax akan menghasilkan cairan seperti gel yang memulihkan tenggorokan dan kerongkongan yang bermasalah.

Sedangkan madu dan lemon berfungsi sebagai antibiotik ringan. Menurut sebuah studi yang dikemukakan Penn State College of Medicine, madu mengandung demulcent yang ampuh meringankan iritasi pada selaput lendir. Tapi jangan gunakan madu pada anak di bawah 2 tahun, ya.

Cara membuat:

Rebus 2-3 sendok makan biji flax dengan segelas air hingga mengental. Tambahkan 3 sendok makan madu dan air lemon. Minum sesendok makan setiap 3 kali sehari.

Atau cukup minum satu sendok makan madu sebanyak 3 kali sehari yang ditambah lemon (sesuai selera) jika flax seeds susah ditemukan di daerah Anda.

Air Garam

Larutan air garam diketahui dapat meringankan masalah pada tenggorokan. Saat konsentrasi garam lebih tinggi dari sel di selaput lendir, air mengalir keluar dari dalam sel untuk menyeimbangkannya. Saat air keluar dari sel, pembengkakan mengempis, dan meredakan gangguan pada tenggorokan.

Ini langkah yang sangat tepat jika batuk Anda disertai radang, karena membantu mengeluarkan dahak dari tenggorokan Anda.

Cara membuatnya:

Aduk 1 sendok tek garam ke sekitar 100ml air hangat sampai larut. Gunakan untuk berkumur selama 15 detik, keluarkan, ulangi sekali lagi. Setelah itu bilas dengan berkumur memakai air putih biasa.

Teh Thyme

cara redakan batuk
Teh thyme, salah satu ramuan alami untuk atasi batuk.

Thyme digunakan bangsa Jerman untuk mengatasi batuk, infeksi pernafasan, bronkitis. Bahkan sudah digunakan selama berabad-abad sebagai obat. Daun thyme juga berperan penting saat terjadi wabah mematikan yang pernah ada di sejarah manusia, The Black Death, pada tahun 1346-1353.

Kandungan flavonoids-nya menenangkan otot pada daerah kerongkongan dan tenggorokan, melegakan pernafasan, serta meredakan peradangan dan sakit kepala. Selain itu thyme juga memiliki kandungan anti-microbal.

Cara membuat:

Masukkan 2 sendok teh daun thyme ke dalam segelas air mendidih, biarkan selama 10-15 menit hingga agak dingin. Habiskan. Lakukan 2-3 kali sehari. Tambahkan lemon atau madu untuk menambah rasa.

Teh Licorice

Akar licorice memiliki 2 zat yang dibutuhkan untuk meredakan batuk – expectorant dan demulcent, sehingga mampu melegakan pernafasan serta mengurangi mukus (dahak) pada tenggorokan, dan meringankan radang. Glyzyrrnizin adalah unsur utama yang bersifat seperti expectorant dan demulcent.

Rasa licorice adalah manis, 30-50 kali lebih manis dari sukrosa. Selain itu, licorice juga baik untuk ginjal.

Cara membuat:

Rebus air hingga mendidih. Lalu tuangkan akar licorice kering sebanyak 2 sendok makan, biarkan selama 15 menit. Minum segelas tiap 2 kali sehari. Air rebusan bisa digunakan hingga 24 jam setelah dibuat.

Sirup Ginseng Mint

Selain dikenal sebagai pelawan kanker, ginseng berfungsi sebagai expectorant, membantu menghilangkan mucus atau cairan dari paru-paru, dan mengurangi rasa gatal di tenggorokan yang memancing batuk. Peppermint-nya akan membantu melegakan tenggorokan yang gatal dan teriritasi.

Cara membuat:

Potong ginseng, geprek (hancurkan). Rebus dalam 2 gelas air dan tambahkan beberapa lembar daun mint, gunakan api kecil-sedang. Panaskan hingga airnya berkurang setengah, saring, diamkan hingga agak dingin. Setelah itu tambahkan madu sebagai pemanis, takaran sesuai selera. Minum sesendok makan tiap beberapa jam. Sirup ini dapat disimpan dalam kulkas hingga 3 minggu.

Lada Hitam

Dikenal sebagai bumbu dapur tradisional yang paling banyak diperdagangkan di dunia, tak banyak orang yang tahu bahwa lada hitam bukan hanya untuk makanan, tapi juga berguna untuk meringankan batuk. Padahal cara ini adalah salah satu pengobatan kuno dari China dan Inggris.

Berdasar medis, lada hitam dapat melancarkan sirkulasi dan aliran lendir. Sedangkan madu merupakan pereda batuk alami dan antibiotik alami. Sangat cocok untuk batuk yang disertai dahak dan nafas tersumbat.

Cara membuat:

Masukkan lada hitam dan madu (bila Anda ingin menambah rasa manis) ke dalam gelas. Tambahkan air panas, aduk hingga semua larut merata. Diamkan selama 10 menit hinggal agak dingin. Aduk kembali sebelum diminum sampai habis. Lakukan 1-2 kali dalam sehari.

Lidah Buaya

Selain memperindah mahkota kepala, lidah buaya juga mampu membantu meredakan batuk.

Cara membuat:

Minum air lidah buaya hangat setiap hari.

Anggur

Memakan buah anggur juga membantu meringankan kondisi paru-paru yang kurang baik dan memiliki fungsi sebagai expectorant, yang membantu mengeluarkan dahak yang mengganggu.

Cara membuat:

Blender buah anggur segar, saring ampas buah dengan airnya. Minum airnya yang sudah dicampur dengan satu sendok madu murni.

Bawang Putih

Dikenal memiliki zat anti-bakterial dan anti-microbal, bumbu dapur ini sangat ampuh sebagai obat alami untuk menyembuhkan infeksi, dan sudah banyak digunakan sebagai anti-viral dan anti-fungal oleh banyak praktisi kesehatan. Bawang putih juga mampu meringankan gatal yang memicu batuk terus menerus.

Cara membuat:

Rebus beberapa siung bawang, dan minum airnya. Atau makan langsung bawang putih satu atau dua siung sehari.

Cuka Apel

Cuka apel adalah salah satu solusi batuk Anda yang patut Anda coba.

Cara membuat:

Campur 1-2 sendok cuka apel dengan segelas air putih hangat, tambahkan madu. Minum sampai habis.

Susu Hangat

Segelas susu sapi hangat yang diberi satu sendok madu juga mampu membuat batuk Anda membaik dan melegakan pernafasan. Meminumnya sebelum tidur akan membuat tidur Anda lebih pulas.

Namun produk susu pada umumnya membuat lendir menjadi lebih banyak, jadi cara ini mungkin kurang tepat bagi penderita batuk berdahak dan sebaiknya jangan menjadi pilihan utama untuk dilakukan.

Cara membuat:

Susu hangat diberi satu sendok madu, diminum sampai habis.

Almond

Beberapa mitos menyebutkan bahwa kacang almond membantu meringankan masalah pada pernafasan, termasuk batuk.

Cara membuat:

Campurkan beberapa sendok teh kacang almond yang sudah dihancurkan sampai halus dengan segelas air jeruk. Minum untuk beberapa hari.

Teh Mullein

Berfungsi sebagai expectorant yang membantu mengeluarkan lendir, teh mullein bisa menjadi obat rumahan untuk batuk dan gangguan tenggorokan.

Cara membuat:

Masukkan 2-3 sendok teh daun mullein kering ke dalam gelas, lalu tuang air panas. Diamkan selama 10 menit. Diminum setelah agak hangat. Anda bisa tambahkan madu jika suka.

Uap air

Cara ini mungkin akan cukup disepelekan, padahal uap bisa meringankan batuk dan gangguan pernafasan ringan. Uap juga dapat mengurangi jumlah lendir dan flek pada saluran pernafasan. Manfaat anti-viral, anti-fungal, anti-inflammatory, dan manfaat lainnya bisa Anda dapatkan saat bernafas dan menghirup uap.

Agar membuat wanginya lebih enak, gunakan minyak esensial seperti tea tree oil atau eucalyptus.

Cara membuat:

Didihkan air setengah mangkok besar. Matikan api, diamkan selama 30 detik, lalu tuangkan minyak esensialnya. Dekatkan kepala yang sudah dililit handuk ke atas mangkok. Hirup uap yang dihasilkan.

Sebaiknya hati-hati karena akan panas untuk wajah. Lakukan ini selama 5-10 menit tiap 2-3 kali sehari.

Berbagai sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here