Peneliti: Minuman Berenergi Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Bagi sebagian orang, minuman berenergi dapat membantu memompa energi saat sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga. Minuman berenergi diduga efektif membuat Anda lebih semangat dan merasa lebih bertenaga.

Meskipun begitu, tampaknya para penikmat minuman berenergi perlu berhati-hati terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari minuman berenergi.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa minuman berenergi dapat menyebabkan perubahan kesehatan jangka pendek pada orang dewasa dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dari waktu ke waktu.

“Sebuah minuman berenergi yang tersedia secara komersial dapat meningkatkan kadar tekanan darah dan katekolamin pada orang dewasa secara signifikan. Perubahan akut hemodinamik dan adrenergik dapat mempengaruhi peningkatan risiko kardiovaskular,” ungkap ahli jantung Anna Svatikova dari Mayo Clinic di Rochester.

Studi yang telah dipublikasikan secara online dalam Journal of American Medical Association ini melibatkan 25 orang dewasa yang sehat dengan usia rata-rata antara 26 sampai 31 tahun.

Mereka diminta untuk meminum 16 ons minuman berenergi atau minuman plasebo yang telah disediakan. Minuman plasebo sendiri memiliki rasa, tekstur dan warna yang mirip dengan minuman berenergi tapi tidak mengandung kafein atau stimulan lainnya.

Hasilnya, setelah mengkonsumsi minuman berenergi tekanan darah sistolik dan norepinefrin para peserta mengalami peningkatan. Setelah minum minuman berenergi kadar norepinefrin peserta meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan setelah minum minuman plasebo.

Untuk diketahui, norepinefrin adalah hormon yang dilepaskan oleh tubuh saat mengalami stress yang ekstrim dan dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk berkontraksi.

Ini bukanlah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa minuman berenergi mungkin memiliki efek negatif pada kesehatan jantung. Penelitian lain yang dilakukan awal tahun ini juga menemukan bahwa minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah seseorang hingga dapat mengganggu kesehatannya.