6 Mitos Kesehatan yang Tidak Sesuai dengan Sains

0

Hingga saat ini terdapat banyak mitos-mitos tentang kesehatan yang beredar di masyakarat. Entah bagaimana awal mula mitos tersebut bisa beredar di masyarakat namun kebanyakan dari mitos-mitos tersebut, walaupun tidak sepenuhnya benar, masih dipercaya oleh sebagian orang.

Untuk mengetahui kebenaran tentang mitos-mitos tersebut, berikut beberapa mitos yang masih beredar di masyarakat beserta penjelasannya secara sains.

Makanan berlemak membuat Anda gemuk

Memang tampak jelas apabila memakan makanan yang berlemak dapat membuat Anda gemuk, tetapi sesuatu yang tampak sangat jelas ternyata bisa saja salah. Hanya karena lemak masuk ke dalam tubuh bukan berarti lemak tersebut akan terus tinggal dan menetap disana. Asumsi-asumsi yang telah lama dipercaya ternyata tidak terbukti.

Dokter Stewart, seorang ahli kesehatan, menjelaskan bahwa memakan makanan berlemak tidak membuat gemuk. Lemak juga dibutuhkan untuk diet sehat dan seimbang. Yang membuat gemuk adalah ketidakseimbangan energi, misalnya Anda memiliki kalori yang lebih banyak daripada kalori yang dibakar. Lemak tidak akan membuat berat badan bertambah, kecuali Anda mengkonsumsinya secara berlebihan.

Makanan berkabohidrat membuat Anda gemuk

Jika sebelumnya sudah dijelaskan bahwa lemak tidak membuat gemuk, apakah karhobidrat penyebabnya? Karbohidrat adalah musuh utama dalam beberapa dekade terakhir. Menghindari konsumsi karbohidrat memang dapat membuat Anda kehilangan lemak dengan cepat, namun yang benar adalah menjaga kesehatan dengan seimbang.

Dokter Nadolsky, editor kesehatan examine.com, mengatakan saat ini banyak orang percaya bahwa karbohidrat menyebabkan obesitas, namun mereka tidak menyadari bahwa de novo lipogenesis (DNL mengubah gula menjadi lemak) cenderung tidak efisien di dalam tubuh manusia.

Karbohidrat yang membuat gemuk disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan kurangnya olahraga. Sebaiknya, batasi diri untuk mengkonsumsi karbohidrat yang mengandung gula karena gula memiliki sedikit nutrisi dan hanya menambah kalori.

MSG (Monosodium Glutame) tidak baik bagi kesehatan

Banyak orang beranggapan MSG–biasanya digunakan sebagai penyedap rasa–dapat membunuh Anda secara perlahan. Faktanya, bukan penyedap rasa itu sendiri penyebabnya, namun bagaimana cara Anda menyikapinya. MSG dapat membuat sakit kepala dan hal tersebut membuat beberapa orang menjadi sensitif terhadap MSG dengan alasan yang tidak diketahui.

mitos tentang msg penyedap rasa
‘MSG berbahaya bagi kesehatan’ adalah anggapan yang berlebihan.

MSG sering disebut sebagai penyebab obesitas, lalu apakah Anda harus mengindarinya? Ya, bila Anda merasa MSG buruk bagi kesehatan. Menggunakan sedikit MSG sebagai penyedap rasa pada makanan tidak akan berdampak besar, jadi tidak perlu terlalu khawatir berlebihan.

Makanan tanpa gluten lebih sehat

Makanan tanpa gluten sangat populer belakangan ini dan banyak tersedia dalam berbagai macam jenis sesuai dengan selera. Lalu, apakah makanan tersebut dapat membuat Anda lebih sehat? Tergantung pada apa yang tubuh Anda butuhkan. Hanya karena beberapa orang berhasil menjadi lebih sehat dengan makanan tanpa gluten, bukan berarti hal itu akan berhasil pula untuk yang lain.

Jika Anda memiliki alergi terhadap gluten, maka makanan tanpa gluten merupakan pilihan yang tepat. Namun jika tidak, mengkonsumsinya hanya akan membatasi jumlah serat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Gandum dan biji-bijian banyak mengandung gluten dan sangat dibutuhkan untuk diet yang sehat.

Buang air besar ‘harus’ setiap hari

Beberapa orang dapat buang air besar dua kali dalam sehari. Namun, apabila Anda bukan salah satu dari beberapa orang tersebut, tidak perlu merasa khawatir. Tidak ada jadwal yang tepat untuk buang air besar. Beberapa orang bisa BAB setiap hari, namun ada pula yang BAB setiap 3 hari sekali. Tidak buang air besar selama 2 hari atau lebih bukan berarti Anda sedang mengalami masalah susah buang air besar.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi, mengkonsumsi makanan berserat dan aktif berolahraga dapat membantu buang air besar secara teratur.

Microwave menghilangkan nutrisi pada makanan

Menggunakan microcave untuk memasak dapat menghilangkan beberapa nutris pada makanan, seperti brokoli. Namun tidak semua makanan kehilangan nutrisi apabila dimasak dalam microwave. Sebaiknya, Anda mengetahui jenis makanan apa saja yang dapat dimasak dalam microwave dan yang tidak.

Terkadang, mitos yang berkembang di masyarakat sangat dipercaya karena tampak logis dan masuk akal, namun belum tentu dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Jadi sebelum mengkhawatirkan sesuatu yang baru Anda dengar atau baca, sebaiknya lakukan penelurusan atau berdiskusi dengan pakarnya terlebih dahulu.

Sumber: Lifehacker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here