Nanoknife, Metode Pengobatan Kanker Terdepan

Apa itu Nanoknife?

Nanoknife merupakan jenis teknologi ablasi tumor terbaru, bersumber dari Irreversible Electroporation (IRE), menyerang selaput sel kanker menggunakan tegangan tinggi yang dikeluarkan oleh jarum elektroda, membentuk elektroporasi permanen (IRE), merusak keseimbangan sel dan membuat sel mati dalam waktu singkat.

Aplikasi Nanoknife

Sejak mendapatkan akreditasi dari FDA amerika dan CE Uni Eropa padatahun 2012, kini telah lebih dari 100 rumah sakit kanker dan tumor di dunia yang sudah menerapkan teknologi Nanoknife dalam pengobatan mereka, jika diperkirakan hampir 10.000 kasus.

Pada Maret 2013, dalam tulisan seorang Ahli dari Harvard Medical School menyatakan bahwa teknologi Nanoknife memiliki tingkat keberhasilan pada kanker pankreas dan kanker prostat yang hampir mencapai angka 100%.

Pada Juni 2015, Departemen Kesehatan di China pun mulai menerapkan metode ini. Sedangkan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou sendiri mulai menerapkan metode ini pada April 2016, teknologi ini digunakan pada kasus kanker pankreas, kanker hati, kanker saluran empedu, kanker ginjal dan kanker prostat.

Kelebihan Nanoknife

1Durasi ablasi yang singkat
Ketika dilakukan ablasi pada tumor padat yang berukuran 3 cm, durasi waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 menit. Setiap pasang jarum akan memancarkan ultrashort pulsa sebesar 90 mikrodetik, durasi pengobatan tidak sampai 1 menit. Walaupun terdapat 3-4 posisi ablasi yang saling tumpang tindih, setelah seluruh proses selesai, jika kondisi pasien memungkinkan, 1-2 hari setelahnya pasien diperbolehkan pulang.

2Menjaga keutuhan pembuluh darah, saraf dan berbagai jaringan penting lainnya
Kelebihan lain dari Nanoknife adalah dapat melindungi berbagai jaringan penting yang ada di sekitar zona ablasi. Pembuluh darah, saluran empedu, saraf, saluran kencing dan berbagai jaringan lainnya dapat dijaga keutuhannya, tidak akan menimbulkan kerusakan permanen. Dalam proses Nanoknife pada jaringan hati, struktur penting seperti arteri hepatika, vena hepatika, portal dan saluran empedu intrahepatik dapat terlindungi dengan baik.

3Ablasi non-termal
Proses ablasi Nanoknife dilakukan melalui elektroforesis. Proses ini tidak akan mengeluarkan panas, sedangkan proses ablasi konvensional yang menaikkan atau menurunkan suhu dapat menyebabkan perubahan pada protein dan DNA tubuh pasien, dan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi. Jika di dalam ruang lingkup ablasi terdapat pembuluh darah besar, panas akan terbawa oleh aliran darah, menyebabkan ablasi menjadi tidak menyeluruh dan mudah timbul kekambuhan.

4Pengobatan lebih menyeluruh
Kelebihan lain dari Nanoknife adalah di mana pun letak tumor, berapapun ukurannya dan apapun bentuknya, Nanoknife dapat melakukan ablasi secara menyeluruh. Nanoknife memiliki batasan-batasan yang jelas, memiliki ketebalan delimitasi 1-2 satuan sel. Metode ini dapat membedakan bagian mana yang “harus diobati” dan “tidak harus diobati”, tidak ada istilah “zona abu-abu”, dan metode ini dapat mengurangi risiko kekambuhan.

5Bagian yang diablasi dapat dengan cepat digantikan oleh sel normal, memiliki fungsi pemulihan
Ablasi konvensional yang menggunakan permainan suhu dapat merubah protein pada jaringan, yang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan koagulasi dan kerusakan, dan jaringan rusak yang ada di dalam ruang lingkup ablasi tidak akan normal kembali.

Prinsip Nanoknife adalah menginduksi timbulnya apoptosis pada sel tumor. Dan pada penggunaan Imunoterapi, melalui fungsi fagositosis pada sel, jaringan-jaringan yang mengalami apoptosis akan dibersihkan, memicu regenerasi dan pemulihan jaringan yang normal.

6Proses dapat dipandu atau dimonitor
Proses Nanoknife dapat dipandu atau dimonitor melalui alat USG, CT, MRI. Di bawah panduan alat pencitraan, tim dokter akan menentukan posisi jarum, area target ablasi dan besar kecilnya ruang lingkup ablasi. Hal ini dapat membantu dokter mengamati perubahan jaringan yang terjadi di zona ablasi, menjamin efektifitas dan keamanan selama proses pengobatan, serta membantu mempercepat pemulihan pasca tindakan.

7Bisa diterapkan pada pasien dengan kondisi yang lebih rumit
Dalam proses ablasi konvensional, tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain tidak dapat ditangani, dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, proses ablasi dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain.

Karena Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis pasien tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode apapun.

Indikasi Nanoknife

Nanoknife cocok dapat diterapkan pada berbagai jenis tumor padat, seperti tumor pankreas, hati, paru-paru, ginjal, prostat dan sebagainya, terlebih pada kanker atau tumor yang terletak di bagian anus, kandung empedu, saluran empedu, pankreas dan saluran kencing.

Hal yang harus diperhatikan:

  1. Proses Nanoknife membutuhkan total anestesi, karena tegangan milidetik yang dipancarkan dapat menyebabkan getaran pada otot, sehingga dibutuhkan relaksan otot.
  2. Nanoknife tidak dapat diterapkan pada kondisi dimana terdapat logam di sekitar tumor (berbagai stent, partikel radioaktif, alat pacu jantung dan sebagainya), pasien aritmia atau pasien dengan infark miokard.

Sponsored by:
asian cancer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here