Paprika – Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Paprika merupakan salah satu bahan masakan yang cukup populer belakangan ini. Buah yang sepintas mirip tomat ini biasanya ditambahkan dalam hidangan salad, tumis ayam, hingga olahan seafood. Namun tahukah Anda bahwa di balik rasa paprika yang manis, terkandung beragam nutrisi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh?

Kandungan Nutrisi Paprika

Tumbuhan yang masih sejenis dengan cabai ini sebenarnya termasuk buah, namun nutrisinya lebih mirip sayur. Dan karena paprika tak mengandung capsaicin seperti cabai, maka banyak orang menyebutnya sebagai cabai manis.

Paprika muncul dalam beragam warna, yang paling populer adalah merah, kuning, dan hijau. Namun masih ada warna lain seperti oranye, coklat, putih, bahkan putih. Perbedaan warna tersebut juga menandakan adanya kandungan nutrisi yang berlainan, misal paprika merah mengandung vitamin A 8x lebih banyak ketimbang hijau.

kandungan nutrisi paprika
Aneka warna buah paprika. [image: natureandnutrition.com]

Namun terlepas dari apapun warnanya, salah satu unsur menakjubkan dari paprika adalah muatan antioksidannya yang sangat tinggi. Hanya dengan mengonsumsi 1 buah paprika saja sudah mampu memenuhi lebih dari 200% AKG akan vitamin C, dan 75% vitamin A.

Dalam 1 buah paprika berukuran sedang (sekitar 119 gr) terdapat 37 kalori, 1 gr protein, 5 gr gula, 7 gr karbohidrat, 2 gr serat, dan 5 gr sodium. Sementara untuk mineral dan vitaminnya, antara lain seperti vitamin C (152 mg), vitamin A (3726IU), vitamin B6 (0,3 mg), vitamin K (5,8 mcg), folat (54,7 mcg), niasin (1,2 mg), serta thiamin (0,1 mg).

Dan yang paling mencengangkan adalah tubuh lebih dapat menyerap secara utuh vitamin dari paprika, ketimbang kalau Anda mengonsumsi vitamin melalui suplemen.

Manfaat Paprika untuk Kesehatan

Setelah mengenal berbagai nutrisi yang dikandungnya, berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari buah paprika:

# Membantu menurunkan berat badan

Paprika merupakan salah satu rahasia untuk menurunkan berat badan secara kilat dan sehat. Hal ini dikarenakan paprika hanya mengandung 37 kalori sehingga mengonsumsinya sebagai bahan makanan atau snack takkan ‘melukai’ berat badan. Jadi ketimbang ngemil keripik kentang, coba kudaplah potongan paprika yang lebih kaya nutrisi.

# Mengurangi resiko kanker dan penyakit jantung

Sama seperti makanan sehat lainnya, paprika juga dapat mengurangi resiko timbulnya kanker dan jantung bila dikonsumsi secara rutin. Hal ini dikarenakan paprika dipadati antioksidan karotenoid yang bisa meminimalisir kerusakan akibat oksidasi sel. Oleh sebab itu, kalau ingin kanker menjauh, maka konsumsilah makanan tinggi karoten (khususnya beta karoten).

Dari sekian warna paprika yang ada, merahlah yang paling banyak mengandung beta karoten, alfa karoten, lutein, dan zeaxanthin. Menariknya, ada 1 cara memasak yang bisa meningkatkan keefektifan antioksidan dalam paprika yakni dengan mengukusnya.

Sebuah studi tahun 2008 yang dilakukan di California mendapati bahwa paprika kukus bisa meningkatkan kapasitas pengikat asam empedu. Ini berarti asam empedu tak perlu bekerja ekstra saat tubuh sibuk memroses makanan, mengolah kolesterol, dan penyerapan lemak pun jadi berkurang sehingga resiko sakit jantung semakin minim.

# Baik untuk kesehatan mata

Kandungan lutein dan zeaxanthin sangat diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan mata, dan paprika hijau mengandung lebih dari ½ mg kedua antioksidan tersebut. Dalam dunia medis, lutein kerap digunakan untuk merawat pasien degenerasi makula (pemicu kebutaan pada orang tua). Lutein bekerja dengan cara menyaring sinar UV yang berpotensi merusak retina sehingga sel mata tetap terlindungi.

Para ahli dari Harvard menemukan, hanya dengan mengonsumsi 6 mg suplemen lutein setiap hari sudah bisa meminimalkan resiko penyakit ini hingga 43%. Lutein bahkan dapat meningkatkan daya penglihatan penderita katarak.

# Mendongkrak kekebalan tubuh

Kandungan vitamin A tak hanya penting untuk mata, namun juga melawan ragam penyakit berbahaya lainnya seperti kanker atau demam. Tak hanya itu, vitamin C dalam paprika juga bisa menguatkan sistem imun sehingga berbagai gangguan medis mulai dari yang ringan seperti demam hingga parah layaknya kanker, bisa menjauh. Secara keseluruhan, paprika merupakan salah satu makanan yang bisa diandalkan untuk mengurangi infeksi dalam tubuh.

# Menyehatkan secara mental

Kandungan vitamin dalam paprika juga baik untuk mempertahankan kesehatan otak dan mental. Tak heran kalau paprika kemudian dinobatkan sebagai salah satu makanan otak terbaik.

Muatan vitamin B6 dalam paprika juga bisa mendongkrak kadar hormon serotonin dan norepinephrine, keduanya identik dengan hormon kebahagiaan. Bila kadar keduanya cukup tinggi dalam tubuh, maka mood, energi, dan konsentrasi seseorang pun akan membaik. Selain itu, vitamin B6 juga bisa mengurangi resiko seseorang terkena demensia atau Alzheimer.

# Menjaga kesehatan kulit

Kulit pun jadi sehat dan bersinar berkat kandungan vitamin C dalam paprika. Apalagi karoteinnya juga bisa merangsang produksi kolagen dalam tubuh sehingga kulit tak mudah kendur atau berkerut.

Dan tentu saja berkat nutrisi tersebut, paprika juga mampu mencegah resiko kanker kulit.

# Sehat bagi kehamilan

Kali ini kandungan folat dalam paprika yang unjuk gigi karena bisa membantu kesehatan ibu hamil. Seperti kita ketahui bersama, folat sangat penting selama masa kehamilan karena bisa mencegah bayi lahir cacat dan menjaga kesehatan janin. Tak hanya itu, folat juga membantu tubuh dan organ janin berkembang sempurna.

# Mencegah anemia

Paprika merah juga kaya zat besi, dan kandungan vitamin C-nya yang tinggi mampu membantu penyerapan zat besi sehingga anemia dapat dihindari.

Saat membeli paprika, ada baiknya Anda memilih yang organik karena lebih terjamin bebas pestisida berbahaya. Dan dikarenakan mungkin bagi seseorang untuk alergi paprika, maka segera hentikan konsumsinya bila muncul gejala alergi. Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda alergi setelah makan sayuran ini antara lain gatal-gatal, eksim, gangguan pernafasan, dan juga gangguan pencernaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here