Obat Pilek dan Batuk untuk Anak

Terdapat banyak obat-obatan pilek, batuk dan flu untuk anak yang beredar di luar sana. Namun, sayangnya, tidak semua obat-obatan tersebut memberikan penyembuhan seperti yang mereka klaim pada iklan dan kemasannya. Banyak penelitian yang dilakukan pada obat-obatan batuk dan pilek, dan ditemukan bahwa tidak sedikit dari obat-obatan tersebut yang tidak efektif, serta tidak sebanding dengan resiko efek samping yang ditimbulkan setelah meminum obat tersebut.

Sementara para orang tua ingin anak-anak segera membaik dan kembali beraktifitas, tidak jarang mereka memilih obat yang tidak sesuai.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat-obatan anak yang umum dan beberapa keterangan singkat mengenai manfaat, kegunaan, dan juga efek sampingnya.

Pereda demam dan nyeri (Pain/fever relievers)

Dalam kategori ini terdapat acetaminophen (misalnya Tylenol) dan ibuprofen (misalnya Motrin dan Advil). Anak di bawah 18 tahun tidak disarankan untuk diberikan Aspirin kecuali atas persetujuan dokter.

  • Tylenol (acetaminophen)
    Acetaminophen secara umum dianggap aman untuk bayi dan anak berusia lebih dari dua bulan, tapi anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk dosisnya. Jangan memberikannya lebih dari 5 dosis dalam 24 jam karena sangat mudah terjadi overdosis dalam penggunaan acitaminophen.
  • Motrin dan Advil (ibuprofen)
    Ibuprofen dianggap aman untuk anak berusia lebih dari 6 bulan, namun anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter anak anda untuk pemberian dosisnya. Ibuprofen kadang menyebabkan sakit perut sehingga sebaiknya dihindari jika anak kemungkinan mengalami sakit perut.

Antihistamin

Berupa obat-obatan untuk hidung meler dan gatal. Diphenhydramine (Benadryl) dan loratidine (Claritin) adalah antihistamin yang paling umum dan telah dikenal luas. Jenis obat-obatan ini dinyatakan efektif untuk meredakan gejala dan reaksi alergi, namun penelitian juga menyebutkan bahwa obat-obatan tadi tidak efektif untuk meredakan gejala pilek dan flu pada anak. Pada beberapa kasus, antihistamin dapat menyebabkan anak menjadi gelisah, mudah marah dan susah tidur.

Karena kurangnya kemampuan antihistamin untuk meredakan gejala pilek ditambah potensi efek sampingnya, obat ini tidak disarankan untuk anak di bawah 4 tahun.

Decongestant

Decongestant (dekongestan), misalnya saja pseudoephedrine (Sudafed), hanya memberikan sedikit efek pada anak yang mengalami pilek atau flu. Jenis obat ini juga rentan menyebabkan gelisah dan gugup. Karena mereka tidak memiliki manfaat yang terbukti ampuh untuk penyakit viral (disebabkan oleh virus, termasuk pilek dan flu), obat ini sebaiknya tidak diberikan pada anak, telebih melihat potensi efek samping yang bisa ditimbulkan.

Obat batuk

Batuk adalah cara tubuh membersihkan paru-paru dan umumnya tidak boleh ditahan. Jika anak anda mengalami batuk yang cukup lama, dokter harus mengevaluasi agar ia dapat mengobati penyebab yang mendasari batuk tersebut. Supresan batuk harus dihindari karena menghentikan batuk dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, dan keamanan dan kemanjuran dari penekan batuk telah dipertanyakan dalam beberapa studi.

Ingat, batuk adalah gejala, bukannya penyakit. Yang harus diketahi adalah kondisi yang menyebabkan si anak batuk. Baca: Mengapa kita batuk dan apa penyebab batuk?

Ekspektoran dapat membantu melonggarkan batuk anak jika sudah kering atau non-produktif. Anda harus selalu memeriksa dengan dokter anak anda sebelum memberikan mereka semua jenis obat batuk karena dokter mungkin ingin memeriksa anak terlebih dahulu.

Obat muntah dan diare

Muntah dan diare adalah dua gejala yang paling ditakuti para orang tua jika terjadi pada anak-anak mereka. Kebanyakan orang tua hanya ingin membuat anak-anak mereka merasa lebih baik dan ingin gejala tersebut segera menghilang. Sayangnya, muntah dan diare biasanya cara tubuh menghilangkan kuman apa yang ada di dalamnya. Menghentikan diare dan muntah dengan obat-obatan mungkin dapat memperburuk keadaan.

Hal yang paling pentin untuk dilakukan adalah menjaga agar anak-anak tetap terhidrasi dengan baik. Jika anda khawatir dengan kondisi muntah ataupun diare pada anak, segera hubungi dokter.

Antibiotik

Banyak orang tua yang berpikir bahwa penyakit anak mereka hanya akan sembuh setelah diberikan antibiotik. Padahal antibiotik tidak ada hubungannya dengan pilek dan flu. Antibiotik tidak memiliki pengaruh apapun, apalagi menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus. Antibiotik digunakan untuk melawan infeksi bakteri. Sayangnya, masih banyak orang tua yang memberikannya pada anak. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik dan tetap tidak memberikan pengaruh apa-apa pada kondisi pilek/flu anak.

Baca juga: Pilek, Flu dan Antibiotik – Kapan harus menggunakannya?

Referensi: HealthyChildren.org & About.com

Promo webkesehatan.com

promo lazada
Lazada Big Sale 11.11 Promo gila-gilaan di Lazada: CASHBACK, flash sale, gratis ongkir, hingga diskon 99%. Jangan sampai kelewatan!
promo lazada
Sweety Surprise Deals Kejutan spesial dari SWEETY! Diskon besar dan goody bag menarik. #SudahPakaiSweety belum?
promo lazada
MAMA's CHOICE Baru! Perawatan Alami untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Potongan hingga Rp. 110.000 dan promo menarik lainnya. #PilihanAmanMama.