Apa itu postmenopause?

Postmenopause adalah tahun-tahun dalam kehidupan seorang wanita setelah ia mencapai menopause. Dikenal juga dengan pasca-menopause, kondisi ini didefinisikan sebagai masa setelah terpenuhinya transisi menopause. Secara teknis, seorang wanita dikatakan postmenopausal sejak tercapainya menopause hingga akhir usia mereka.

3 Fase menopause

Banyak wanita masih belum sepenuhnya memahami menopause sehingga menyalahpahami tahap-tahapan yang ada. Menopause alami pada dasarnya merupakan akhir yang permanen dari menstruasi tanpa adanya induksi dari jenis prosedur medis apapun.

Proses menopause alami yang dialami seorang wanita terjadi secara bertahap dan dibagi menjadi tiga fase:

1.

Perimenopause (Premenopause)
Disebut juga sebagai “transisi menopause,” perimenopause terjadi saat jumlah estrogen yang diproduksi ovarium semakin berkurang dari waktu ke waktu. Masa ini biasanya dimulai di usia 40-an tahun, tetapi beberapa wanita juga bisa mengalaminya di usia 30-an tahun.

Perimenopause biasanya berlangsung selama 4 sampai 5 tahun hingga terjadinya menopause, tetapi dalam beberapa kasus, transisi ini berlangsung hanya selama beberapa bulan atau justru selama 10 tahun lamanya.

Pada tahap ini, wanita bisa mengalami berbagai tanda dan gejala, tetapi masih mengalami siklus menstruasi dan masih bisa hamil.

2.

Menopause
Menopause adalah titik dimana seorang wanita tidak lagi mengalami perdarahan menstruasi. Dalam tahap ini, ovarium yang sebelumnya mengalami penurunan produksi hormon kewanitaan, pada akhirnya berhenti melepaskan sel telur dan menandakan berakhirnya kesuburan wanita.

Menopause adalah proses biologis yang alami dan seorang wanita didiagnosis telah mencapai menopause ketika ia telah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Dalam tahap ini, seorang wanita tidak lagi bisa mengalami kehamilan,

3.

Postmenopause (Pasca-menopause)
Postmenopause adalah tahun-tahun yang dijalani wanita pasca menopause hingga akhir hayatnya. Postmenopause alami biasanya terjadi di akhir usia 40-an tahun atau awal usia 60-an tahun, dengan usia rata-rata postmenopausal adalah 51 tahun.

Postmenpause disebabkan oleh faktor-faktor yang sama seperti dalam tahap perimenopause dan menopause. Untuk memastikan apakah seorang wanita benar telah melewati tahap menopause dan mulai menjalani postmenopause, dokter bisa membuat diagnosis dengan menjalankan tes darah untuk mengukur kadar hormon estrogen dan FSH.

Tanda dan gejala postmenopause

Begitu memasuki tahap postmenopause, kebanyakan wanita mengalami berkurangnya tanda dan gejala menopause. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, seorang wanita akan tetap mengalami gejala serupa dengan yang dialaminya sejak perimenopause, atau bahkan dengan tingkat keparahan yang lebih buruk.

pasca-menopause / postmenopause
Gejala menopause bisa terus berlanjut hingga pasca-menopause, dengan intensitas yang berkurang ataupun bertambah. [Wikimedia Commons]
Tanda umum dari postmenopause yang biasanya menghilang dalam tahun-tahun pertama tahap ini adalah perdarahan vagina dan hot flashes. Gejala postmenopause lainnya dapat meliputi:

  • kenaikan berat badan
  • insomnia
  • keputihan
  • vagina kering dan gatal
  • stres inkontinensia
  • infeksi saluran kemih

Jika gejala postmenopause yang Anda alami bersifat parah hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, periksakan diri ke dokter. Tersedia pengobatan medis maupun tradisional yang mungkin bisa dianjurkan bagi Anda untuk mengatasi gejala postmenopause.

Ingatlah untuk selalu berkonsultasi pada dokter sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan apapun.

Resiko kesehatan di masa postmenopause

Begitu memasuki tahap postmenopause, seorang wanita bisa mendapatkan energinya kembali untuk menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala, tetapi ia juga bisa mengalami peningkatan resiko kesehatan tertentu akibat perubahan kadar hormon yang signifikan.

Estrogen merupakan hormon penting yang membantu melindungi sejumlah fungsi organ dan jaringan tubuh, seperti otak, vagina, tulang, dan jantung. Mengalami penurunan kadar estrogen dalam jangka panjang berarti peningkatkan resiko kondisi kesehatan yang berhubungan dengan organ dan jaringan tubuh tersebut, terutama pada tulang dan jantung.

Berikut adalah kondisi kesehatan yang mengancam setiap wanita postmenopausal:

  • Osteoporosis
    Kondisi kerapuhan tulang ini lebih rentan dialami oleh wanita daripada pria. Osteoporosis terjadi saat seseorang kehilangan kepadatan tulangnya sehingga membuatnya rentan mengalami fraktur atau patah tulang. Wanita rata-rata kehilangan sekitar 25% dari massa tulangnya sejak mencapai tahap menopause hingga memasuki postmenopause di usia 60-an tahun akibat kehilangan estrogen yang merupakan hormon pencegah kerapuhan tulang.
  • Penyakit arteri koroner
    Gangguan pembuluh darah jantung ini terjadi ketika ada penyempitan atau penyumbatan arteri yang mengelilingi otot jantung sebagai akibat dari penumpukan kolesterol dalam darah. Wanita postmenopausal lebih beresiko untuk terkena penyakit arteri koroner karena meningkatnya kadar kolesterol sebagai gejala perimenopause yang dialaminya selama bertahun-tahun.
  • Diabetes
    Resiko diabetes meningkat setelah menopause akibat perubahan hormon dan dampak penuaan. Rendahnya kadar estrogen bisa memicu dorongan untuk makan dan meningkatkan resistensi insulin, yang berarti peningkatkan resiko diabetes, terlebih lagi jika ditambah dengan faktor kelebihan berat badan, riwayat pribadi atau riwayat keluarga terkait diabetes.
  • Nyeri sendi
    Gangguan sendi adalah hal yang wajar seiring bertambahnya usia, tetapi keluhan nyeri sendi meningkat di antara wanita Ini bisa disebabkan oleh meningkatknya peradangan akibat perubahan hormon. Estrogen memiliki efek anti-inflamasi, sehingga berkurangnya kadar estrogen menghasilkan respon peradangan yang lebih besar.
  • Asam urat
    Selain nyeri sendi, jenis lain dari peradangan arthritis juga mengancam kesehatan wanita pasca menopause. Penyakit asam urat terjadi saat kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal tajam yang bisa memicu rasa sakit yang tiba-tiba dan parah. Estrogen adalah hormon yang membantu ginjal mengekskresi asam urat, dan saat jumlah hormon ini berkurang, kadar asam urat dalam darah cendrung meningkat.
  • Penyakit autoimun
    Pada dasarnya, wanita lebih rentan terkena penyakit autoimun daripada pria, terlebih lagi wanita yang berada dalam postmenopause. Beberapa penelitian menujukkan bahwa estrogen melindungi tubuh dari kondisi autoimun sebelum menopause, dan berkurangnya kadar hormon ini berarti peningkatan resiko penyakit seperti lupus, tiroidistis, scleroderma, dan rheumatoid arthritis.
  • Hepatitis C
    Menurut penelitian dalam jurnal Menopause oleh Montefiore Medical Center and Albert Einstein College of Medicine di New York City, wanita yang terserang infeksi hepatitis C yang membandel (berlangsung lebih dari 6 bulan) lebih cendrung berada dalam masa postmenopause. Hal ini diperkirakan karena estrogen merupakan hormon yang melindungi hati, sehingga penurunan kadarnya memungkinkan virus bisa dengan mudahnya menyebabkan kerusakan hati parah.
  • Atrofi vagina
    Wanita postmenopausal akan cendrung mengalami penipisan, kekeringan, dan peradangan dinding vagina akibat berkurangnya kadar estrogen. Gejala atrofi vagina meliputi rasa gatal dan/atau terbakar di vagina, dorongan mendesak untuk buang air kecil, nyeri buang air kecil, dan rasa sakit saat berhubungan seks. Kondisi ini akan semakin memburuk jika tidak diobati.
  • Infeksi saluran kemih
    Estrogen adalah hormon yang membantu menjaga elastisitas jaringan dan kekuatan sel-sel dinding kandung kemih untuk mencegah masuknya bakteri. Postmenopause menyebabkan wanita lebih rentan untuk mengalami gejala yang berhubungan dengan kandung kemih, seperti dorongan mendesak untuk buang air kecil, nyeri buang air kecil, dan infeksi saluran kandung kemih lainnya.
  • Penyakit gusi
    Kesehatan tulang dan gigi adalah satu kesatuan—wanita postmenopausal yang kehilangan kepadatan tulang cendrung akan kehilangan giginya. Kadar estrogen yang rendah bisa menyebabkan perubahan inflamasi dalam tubuh yang berakibat pada gingivitis, suatu penyakit gusi yang bisa bersifat parah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here