Waspadai Beragam Pemicu Alergi di Sekitar Anda

Anda sering tiba-tiba bersin saat sedang asyik bermain dengan binatang piaraan di rumah? Jangan sepelekan bersin yang Anda alami tersebut, karena bisa jadi itu pertanda bahwa Anda memiliki alergi.

Alergi bisa terjadi akibat beragam faktor yang salah satunya bulu binatang peliharaan seperti kucing dan kelinci. Ada juga alergi yang dipicu oleh zat-zat tertentu di lingkungan kita sehari-hari. Zat yang menjadi pemicu alergi disebut dengan allergen.

Berikut kami rangkumkan daftar pemicu alergi yang bisa menimbulkan reaksi alergi:

Polen atau serbuk sari

Suka bermain dengan serbuk sari tanaman tertentu guna membantu reproduksinya? Waspadalah karena hobi Anda tersebut bisa jadi menjadi pemicu alergi. Terlebih saat serbuk sari tertiup angin. Ia beresiko masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mata. Kondisi ini bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya alergi seperti bersin dan mata merah serta berair.

Agar terhindar dari alergi akibat serbuk sari tersebut, cobalah untuk mengurangi aktivitas anda di luar rumah. Atau, gunakan pelindung seperti masker dan kacamata guna melindungi mata dan hidung.

Bulu binatang piaraan

Memelihara binatang seperti kucing, anjing dan kelinci memang diyakini dapat membantu mengurangi stres. Namun jika kebersihan binatang piaraan tersebut tidak terjaga, Anda jadi beresiko terkena alergi.

Alergi biasanya terjadi akibat bulu binatang piaraan yang membawa serta debu dan kotoran. Keduanya bisa menjadi pemicu alergi dengan gejala bersin diikuti hidung meler, mata merah dan berair, sampai kesulitan bernapas.

Ketika gejala tersebut Anda alami setelah bermain atau melakukan kontak dengan binatang piaraan Anda, cobalah untuk mengurangi kontak dengannya terlebih dulu. Kemudian luangkan waktu untuk memandikannya, terutama jika hewan piaraan Anda sering berada diluar rumah. Dengan cara ini diharapkan, Anda bisa tetap nyaman saat bersama binatang piaraan tanpa khawatir akan mengalami alergi.

Jamur

Jamur juga bisa jadi salah satu pemicu alergi. Jamur biasanya tumbuh di tempat atau area yang lembab seperti kamar mandi dan ruangan lain yang ventilasi udaranya kurang baik. Jamur ini ternyata tidak hanya tumbuh di dalam ruangan, tetapi juga bisa menyebar mempengaruhi udara yang Anda hirup. Jika sudah demikian, Anda jadi beresiko mengalami gangguan pernapasan mulai dari bersin, batuk, iritasi mata sampai asma.

Lalu bagaimana caranya untuk memusnahkan jamur pemicu alergi tersebut dari dalam rumah? Caranya cukup mudah, yaitu dengan menjaga kebersihan kamar mandi, terutama bagian yang lembab. Jika perlu, beri ventilasi yang cukup sehingga kamar mandi Anda tidak lembab. Pemasangan kipas angin untuk menyerap kelembaban ruangan juga bisa jadi pertimbangan.

Selain pemasangan kipas angin untuk menyerap kelembaban udara, Anda juga perlu memperbaiki atap atau pipa air yang bocor, sehingga air tidak merembes dan menyebabkan ruangan jadi lembab.

Hindari juga meletakkan tanaman di dalam ruangan, karena kelembaban tanah dalam pot dapat mempengaruhi kelembaban ruangan. Lakukan cara yang sama pada ruangan lain di rumah Anda, terutama ruangan yang minim ventilasi udara.

Kecoa

Hewan yang masuk dalam kategori kutu ini ternyata bisa juga jadi pemicu alergi Anda. Alergi terjadi akibat sejenis protein yang dihasilkan kecoa dalam air liur dan bekas pijakannya. Ketika hewan ini berkeliaran di rumah atau ruang kerja Anda, protein yang dihasilkannya tadi bisa terhirup dan memicu alergi.

Gejalanya hampir mirip dengan gejala alergi akibat jamur, bulu binatang dan serbuk sari, yaitu berupa batuk, gatal gatal pada kulit dan infeksi telinga. Jadi waspadalah ketika salah satu gejala tersebut muncul.

Untuk mencegah alergi akibat kecoa, Anda diharapkan selalu menjaga kebersihan rumah dan ruang kerja Anda. Jangan pernah meninggalkan sisa makanan di dalam ruangan agar tidak jadi konsumsi kecoa. Pastikan untuk mengosongkan tempat sampah di rumah atau ruang kerja Anda, terutama jika ada sampah basah di dalamnya. Jika perlu, belilah tempat sampah yang ada penutupnya guna mencegah kecoa masuk dan berkembang biak.

Makanan dan minuman tertentu

Makanan dan minuman tertentu seperti susu sapi, telur, kacang, ikan, kerang, gandum dan kedelai dikenal sebagai pemicu alergi yang umum pada sebagian orang.

pemicu alergi

Agar tidak mengalami alergi, cobalah untuk menghindari konsumsi makanan tersebut. Selektiflah saat membeli makanan. Cek label makanan atau bahannya terlebih dulu sebelum memutuskan membeli atau memesannya. Dengan begitu diharapkan Anda bisa meminimalisir resiko terjadinya alergi.

Gigitan serangga

Jangan anggap remeh gigitan serangga. Kendati terkesan sepele, gigitan serangga ternyata bisa memicu alergi. Gejalanya berupa pembengkakan pada area yang terkena gigitan yang tidak kunjung membaik sampai beberapa hari. Pembengkakan yang terjadi bahkan tidak jarang diikuti dengan rasa gatal, lelah, mual sampai demam.

Untuk mencegah alergi akibat gigitan serangga tersebut, pastikan Anda selalu berada pada jarak aman dengan serangga yang terlihat akan menyerang. Selain itu, hindarilah tindakan provokasi yang dapat memicu serangga tadi untuk menyerang Anda.

Hindari mengenakan pakaian dengan warna yang terlalu terang guna mengurangi resiko Anda menjadi target serangga seperti lebah. Penggunaan wewangian termasuk kosmetik dan losion yang mengandung pewangi juga sebaiknya dipertimbangkan, agar Anda tak lagi menjadi target gigitan serangga.

Latex

Pernah merasakan gatal setelah menggunakan sarung tangan plastik, perban atau menyentuh balon? Jika ya, tandanya Anda sedang mengalami alergi latex. Alergi terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang mengidentifikasi latex sebagai zat berbahaya, sehingga kemudian timbul reaksi alergi. Reaksi yang timbul sebenarnya merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda masih berfungsi dengan baik. Hanya saja efeknya jadi berupa rasa tidak nyaman setelah menggunakan peralatan berbahan latex.

Gejala yang timbul seringkali berupa kulit kemerahan disertai rasa gatal. Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah penggunaan peralatan berbahan latex, ada baiknya untuk mulai menghindari penggunaan peralatan dengan bahan serupa. Dengan begitu, resiko terjadinya alergi berulang bisa dicegah.

Wewangian

Wewangian yang biasanya ditambahkan pada kosmetik, deterjen, dan pewangi pakaian juga bisa menjadi pemicu alergi. Hal ini terjadi akibat bahan wewangian yang digunakan. Bahan yang digunakan umumnya berupa zat sintetis yang tidak jarang memicu timbulnya alergi.

Untuk itu, pastikan terlebih dahulu produk kosmetik, deterjen dan pewangi pakaian Anda menggunakan bahan wewangian yang tidak memicu alergi. Jika perlu, lakukan uji coba sebelum menggunakan produk tersebut.

Obat obatan tertentu

Pernah mengalami reaksi alergi setelah menggunakan obat obatan tertentu? Apakah reaksi yang muncul berupa gatal gatal pada kulit dan mata, serta pembengkakan pada mulut dan tenggorokan? Jika ya, waspadalah karena gejala tersebut merupakan pertanda alergi.

Biasanya obat obatan yang beresiko memicu alergi berupa jenis antibiotik, aspirin dan obat obatan yang digunakan selama kemoterapi. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani Anda mengenai reaksi alergi yang timbul guna mendapatkan obat alternatif yang bisa meminimalkan resiko alergi.

Logam

Anda suka mengenakan perhiasan yang terbuat dari emas? Jika ya, waspadalah akan reaksi alergi yang mungkin timbul. Jika Anda merasakan gatal pada area telinga yang terpasang perhiasan, maka bisa jadi ini merupakan pertanda bahwa Anda alergi terhadap logam.

Gejala lainnya juga termasuk timbulnya lingkaran kemerahan pada area leher selama penggunaan kalung. Jika salah satu gejala tersebut muncul, jangan pernah enggan untuk segera melepas perhiasan emas kesayangan Anda agar kulit Anda tetap sehat.

Kosmetik

Jika Anda merasakan sensasi gatal, panas sampai kulit kemerahan setelah menggunakan kosmetik tertentu, ada baiknya untuk segera menghentikan pemakaian. Gejala yang timbul tidak bisa diabaikan begitu saja, mengingat ia merupakan pertanda bahwa kulit Anda tidak cocok dengan salah satu kandungan atau bahan dalam kosmetik tersebut.