3 Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk Ini Perlu Anda Waspadai Selama Musim Hujan

0
penyakit akibat nyamuk musim hujan

Musim hujan seringkali diidentikkan dengan musim dimana nyamuk mulai berkembang biak. Karenanya jangan heran jika lebih banyak nyamuk yang terlihat saat musim hujan tiba dibandingkan musim kemarau. Keberadaan nyamuk dengan jumlahnya yang meningkat tersebut ternyata tidak hanya menganggu, tetapi juga bisa memicu penyakit tertentu.

Nah, apa saja jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh gigitan nyamuk selama musim hujan? Berikut adalah 3 diantaranya yang perlu Anda waspadai:

Demam berdarah

Demam berdarah mungkin sudah bukan merupakan penyakit yang asing lagi di telinga. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Nyamuk Aedes membawa virus penyebab demam berdarah di dalam tubuhnya, kemudian mentransfernya ke dalam tubuh penderita melalui gigitan. Nyamuk Aedes sendiri terinfeksi virus demam berdarah ketika menggigit tubuh penderita. Jadi sebenarnya nyamuk tersebut hanya sebagai perantara virus.

Terlepas dari penyebab demam berdarah, diperkirakan terdapat 390 kasus demam berdarah yang muncul setiap tahunnya. Kasus terbanyak terjadi di daerah atau negara tropis. Salah satunya adalah di Indonesia. Karenanya Anda perlu waspada terhadap penyakit yang satu ini, mengingat ia bisa menyebabkan kematian jika tidak memperoleh penanganan yang tepat.

Guna memperoleh penanganan yang tepat, maka tentunya diperlukan pemahaman yang baik akan gejala. Gejala demam berdarah umumnya meliputi:

  • demam tinggi,
  • sakit kepala,
  • nyeri otot,
  • tubuh lemas,
  • mual sampai muntah,
  • muncul bintik bintik merah pada kulit, dan
  • pendarahan pada hidung, gusi dan mulut.

Bintik merah pada kulit biasanya muncul 2 sampai 5 hari setelah virus menginfeksi tubuh. Sedangkan gejala lainnya merupakan gejala awal yang umumnya dialami penderita.

Anda bisa menggunakan gejala awal tersebut untuk melakukan diagnosa, sehingga penderita bisa segera memperoleh penanganan. Jangan sampai terlambat, karena akibatnya bisa fatal. Demam berdarah akut biasanya ditandai dengan pendarahan yang terjadi pada gusi, hidung dan mulut. Seringkali ketika pendarahan terjadi, nyawa penderita menjadi sangat terancam.

Terkait dengan gejala demam berdarah tersebut, seringkali gejala yang muncul mirip dengan demam biasa. Hal ini terjadi pada penderita yang baru pertama kali terinfeksi virus demam berdarah. Karenanya jangan pernah menganggap remeh setiap gejala yang muncul, karena gejala yang awalnya terlihat ringan bisa berkembang menjadi gejala parah yang bisa memicu kerusakan limpa, pembuluh darah, pembengkakan hati, dan kegagalan sistem pembuluh darah. Inilah yang seringkali menyebabkan kematian pada penderita dan umumnya dikenal dengan istilah dengue shock syndrome.

Cikungunya

Cikungunya merupakan penyakit akibat gigitan nyamuk kedua yang perlu Anda waspadai. Gejalanya mirip dengan gejala demam berdarah dan zika. Hanya saja ketika seseorang menderita cikungunya, ia akan mengalami nyeri otot yang begitu hebat hingga menyulitkannya untuk menggerakkan anggota tubuh.

Gejala cikungunya biasanya mulai muncul antara 3 sampai 7 hari setelah penderita digigit nyamuk pembawa virus cikungunya. Pada beberapa penderita, gejala akan mulai membaik setelah seminggu. Namun nyeri otot bisa tetap dirasakan sampai sebulan atau bahkan lebih.

Gejala cikungunya memang tampak lebih menakutkan dibanding demam berdarah dan zika. Namun penyakit yang satu ini jarang sekali menyebabkan kematian.

Selain itu, ada beberapa tipe orang yang sangat beresiko terserang penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut. Mereka yang rentan terinfeksi ialah bayi, lansia dan penderita penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Namun dikatakan bahwa mereka yang pernah terinfeksi cikungunya sebelumnya akan membentuk kekebalan yang melindunginya dari infeksi lanjutan.

Zika

Zika merupakan virus yang dapat menginfeksi tubuh melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ya, nyamuk yang sama yang membawa virus demam berdarah. Sama halnya dengan dua penyakit akibat gigitan nyamuk sebelumnya, zika juga memiliki gejala yang nyaris sama.

Gejala zika umumnya berlangsung antara 2 sampai 7 hari. Agar gejala berangsur membaik, penderita disarankan untuk lebih banyak istirahat dan minum. Banyak istirahat diperlukan untuk membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan asupan air diperlukan guna mencegah dehidrasi.

Hal ini perlu dilakukan mengingat perawatan dengan menggunakan obat hanya terbatas untuk menurunkan demam dan meringankan nyeri otot.


Itulah ketiga penyakit akibat gigitan nyamuk yang perlu Anda waspadai. Agar terhindar dari infeksi gigitan nyamuk selama musim hujan, lakukan tips-tips pencegahan berikut:

  1. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan sekitarnya, terutama dari genangan air.
  2. Gunakan losion anti nyamuk dan pasanglah tirai atau kasa pada ventilasi rumah agar nyamuk tidak masuk.
  3. Selain itu, hindari tidur di pagi hari, mengingat nyamuk Aedes umumnya paling aktif di pagi hari.
  4. Selain mewaspadai setiap gejala yang muncul, Anda juga perlu menjaga daya tahan tubuh. Hal ini mengingat mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah sangat rentan terinfeksi dan mengalami gejala dari ketiga virus diatas.

Dengan mengetahui ketiga penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut beserta cara pencegahannya, diharapkan bisa membantu Anda dan keluarga terhindar dari infeksi selama musim hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here