Migrain (migraine headaches) adalah serangan sakit kepala parah, yang sering disertai dengan mual, muntah dan juga menjadi sangat sensitif/peka terhadap cahaya dan suara. Pada banyak orang, serangan migrain dirasakan hanya pada setengah bagian kepala, sehingga migrain sering juga disebut dengan istilah sakit kepala sebelah.

Migrain merupakan sakit kepala kambuhan/berulang. Rasa sakitnya bisa diperburuk oleh aktivitas fisik dan lingkungan di sekelilingnya, seperti suara dan cahaya.

Pada beberapa kasus, penderita migrain akan mendapatkan semacam peringatan/pertanda, disebut aura, sebelum serangan sakit kepala/migrain yang sesungguhnya datang.

Aura tersebut bisa berupa satu atau lebih pertanda seperti gangguan penglihatan, sistem sensorik dan motorik, keseimbangan, dan lainnya.

Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa fakta mengenai migrain, yaitu:

  • Wanita lebih banyak menderita migrain dibandingkan pria.
  • Migrain muncul antara satu hingga empat kali dalam sebulan.
  • Setiap serangan migrain bisa berlangsung dari 2 – 72 jam.

Gejala dan Pertanda Migrain

Migrain terkenal dengan gejalanya, yang biasanya berupa sakit kepala parah dan kadang tidak tertahankan. Sakitnya sering terasa parah di satu sisi kepala saja. Sakit kepala yang muncul bisa diserta dengan kesemutan, cahaya silau pada mata, atau suara-suara aneh.

Terdapat beragam gejala migrain, dan bisa berbeda-beda untuk setiap orangnya. Beberapa gejala migrain yang umum antara lain:

  • sakit kepala parah, berdenyut, dan sering terjadi hanya di sebelah bagian kepala
  • mual dan muntah
  • sakitnya bisa meningkat jika melakukan aktivitas fisik atau saat tegang
  • gangguan penglihatan sementara
  • sangat sensitif terhadap cahaya dan suara, dan dapat memperparah rasa sakit kepala
  • kelelahan
  • sebagian kecil orang mendapatkan ‘aura’ atau ‘peringaran’ sebelum serangan sakit kepala datang
  • dan lain sebagainya

Berdasarkan waktu terjadinya, gejala migrain bisa dibagi menjadi 4 fase, yaitu:

Prodrome

Satu atau dua hari sebelum serangan migrain, anda mungkin akan merasakan:

  • Konstipasi
  • Perubahaan mood, dari depresi menjadi euphoria, atau sebaliknya
  • Leher tegang
  • Sering menguap
  • Ngidam makanan tertentu
  • Lebih sering haus dan frekuensi kencing meningkat

Aura

Fase ini terjadi sesaat sebelum atau ketika serangan migrain terjadi. Gejalanya mulai dari ringan dan meningkat perlahan. Fase ini bisa terjadi selama 20 – 60 menit. Anda mungkin akan merasakan:

  • Gangguan penglihatan, seperti silau, melihat titik yang sangat terang, visual garis zig-zag, atau garis melengkung. Gejala ini sering muncul beberapa saat sebelum sakit kepala terjadi.
  • Kehilangan penglihatan
  • Sensasi tusukan tajam di tangan atau kaki
  • Merasa lemah dan kesemutan di satu sisi badan
  • Kesulitan berbicara
  • Gerakan tubuh yang sulit dikontrol

Serangan sakit kepala

Ini adalah fase inti, yaitu saat serangan sakit kepala migrain terjadi. Bisa berlangsung antara 2 hingga 72 jam jika tidak ditangani. Gejalanya sering berupa:

  • Sakit kepala yang mennusuk dan berdenyut.
  • Terjadi hanya pada sebelah sisi kepala, atauapun keduanya.
  • Sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga anda memilih berada di ruangan yang gelap agar rasa sakitnya tidak meningkat.
  • Sensitif terhadap suara dan sentuhan. Suara dan sentuhan bisa meningkatkan rasa sakit kepala.
  • Merasa sangat mual hingga muntah.
  • Lemah dan kepala terasa ringan.
  • Pandangan menjadi sangat kabur.

Post-drome

Ini adalah fase terakhir, dan bisa berlangsung hingga 24 jam setelah serangan sakit kepala terjadi. Gejala yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Merasa lelah, kepayahan dan terkuras
  • Pusing
  • Perasa lega hingga gembira, karena serangan sakit kepala yang berhenti
  • Masih agak sensitif terhadap cahaya dan suara
  • Gerakan kepala yang tiba-tiba bisa menyebabkan serangan sakit kepala singkat

Penyebab Migrain

Hingga saat ini, penyebab utama migrain masih belum diketahui dengan pasti. Para peneliti beranggapan bahwa migrain disebabkan oleh reaksi abnormal pada sel-sel saraf tertentu terhadap hal-hal/substansi yang menjadi pemicu migrain.

Gangguan tersebut lebih sering bersifat genetik atau bawaan dari lahir. Seseorang dengan migrain akan mewariskan risiko migrain pada keturunannya. Seseorang yang memiliki migrain dapat menurunkan kecenderungan otak untuk bereaksi abnormal terhadap pemicu-pemicu migrain seperti kelelahan, cahaya yang sangat terang, stres, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, banyak ahli menyimpulkan bahwa migrain disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu genetik dan lingkungan.

Penyebab migrain masih belum sepenuhnya dipahami. Dalam waktu yang lama, para ahli meyakini bahwa migrain disebabkan oleh masalah jaringan pembuluh darah ke kepala dan otak. Akan tetapi saat ini, berdasarkan penelitian panjang, para ahli menyebutkan bahwa migrain disebabkan oleh aktivitas abnormal genetik/bawaan pada sel-sel saraf tertentu di otak.

Terdapat semacam ‘pusat pengendali’ migrain di otak. Migrain dimulai saat sistem saraf tertentu secara hiperaktif memompa pembuluh darah dan menyebabkan mereka menyempit atau menegang, diikuti dengan reaksi abnormal lain pada sistem saraf di area tersebut yang menyebabkan denyutan terasa sangat sakit.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa migrain disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor utama sedangkan faktor lingkungan lebih diartikan sebagai hal-hal yang dapat memicu datangnya gejala atau serangan sakit kepala migrain.

Faktor Pemicu Migrain

Umumnya migrain dapat dipicu oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan sekitar. Hal-hal yang sering menjadi pemicu migrain antara lain:

  • Stres dan depresi. Ini adalah pemicu migrain yang paling umum. Sakit kepala yang parah akibat migrain sangat mudah datang pada saat-saat stres. Pada kondisi stres, sel-sel tertentu di otak akan bereaksi secara hiperaktif untuk melawan kondisi tersebut dan mempengaruhi sistem pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan migrain.
    Bawaan lain akibat stres dan depresi seperti rasa was-was, khawatir, kelelahan emosional, dan lain-lain juga dapat memicu migrain atau dapat memperparah rasa sakit berdenyut saat serangan migrain terjadi.
  • Makanan atau zat kimia tertentu. Beberapa jenis makanan dan kandungan yang terdapat pada makanan dapat memicu migrain, seperti alkohol, coklat, keju tua, daging olahan, dan kandungan monosodium glutamate (MSG).
  • Kafein. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan kemudian berhenti dapat memicu migrain. Migrain tersebut muncul saat level kafein secara tiba-tiba menurun. Itulah mengapa kafein sering digunakan untuk membantu mengatasi serangan migrain yang parah.
  • Perubahan hormonal pada wanita, baik itu karena menstruasi, kehamilan, konsumsi pil KB, dan lain sebagainya.
  • Kelelahan fisik
  • Cahaya terang. Misalnya cahaya matahari langsung tanpa kacamata, atau juga cahaya terang yang berasal dari layar televisi.
  • Suara nyaring. Misalnya suara yang berasal dari pekerjaan konstruksi atau konser.
  • Perubahan atau gangguan pola tidur
  • Melewatkan/terlambat makan
  • Merokok atau paparan asap rokok

Menangani Migrain

Saat serangan migrain terjadi, penderitanya akan menjadi sangat sensitif dengan cahaya dan suara, dan kedua hal tersebut dapat memperburuk sakit kepala yang dialami.

Dua komponen utama dalam menangani migrain adalah:

  1. mengobati/mengurangi sakit saat serangan migrain terjadi, dan
  2. mencegah agar serangan migrain berkurang atau tidak muncul kembali.

Mengobati Migrain

Saat serangan sakit kepala migrain terjadi, hal terpenting adalah menghentikan atau mengurangi sakit dan gejala yang berlangsung.

Obat-obatan

Terdapat tiga macam obat-obatan yang biasa digunakan untuk penderita migrain saat sakit kepala berlangsung:

Analgesik
Untuk sakit kepala yang ringan hingga menengah, direkomendasikan untuk menggunakan obat analgesik dan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Obat-obatan analgesik mampu menghentikan migrain ringan pada sebagian besar orang. Misalnya saja Aspirin, Paracetamol, atau obat pereda sakit lainnya.

Triptan
Obat-obatan ini mampu mengatasi sakit kepala plus mual. Pada banyak kasus, migrain sering diikuti dengan gejala-gejala lainnya seperti mual atau muntah. Triptan direkomendasikan pada migrain yang intensitas sakitnya menengah hingga parah, atau jika obat-obatan analgesik biasa tidak mempan.

Ergotamine
Ergotamine direkomendasikan untuk serangan migrain yang parah. Obat-obatan ini dianggap sangat efektif untuk mengehentikan sakit kepala migrain yang parah dengan cepat.

Berikan kompres, baik panas atau dingin, pada dahi atau leher penderita migrain saat serangan sakit kepala terjadi. Hal ini akan mengurangi rasa sakit kepala.

Tempat gelap dan tenang

Saat migrain berlangsung, cobalah duduk atau berbaring di tempat yang gelap dan tenang. Penderita migrain akan sangat sensitif terhadap cahaya dan suara, di mana kedua hal tersebut dapat memperparah rasa sakit kepala yang terjadi. Dengan berada pada tempat gelap dan tenang diharapkan sakit kepala bisa cukup tertahankan.

Mencegah migrain

Tindakan pencegahan migrain meliputi tiga hal: menghindari pemicu migrain, merubah pola hidup, dan mengkonsumsi obat-obatan pencegah migrain.

Menghindari pemicu migrain

Cara terbaik untuk mencegah migrain adalah dengan mengenal pemicu khusus migrain tersebut dan kemudian menghindarinya. Sebaiknya kenali hal-hal khusus yang memicu migrain Anda.

Beberapa faktor pemicu migrain yang umum antara lain:

  • stres dan depresi
  • makanan atau zat kimia tertentu pada makanan
  • perubahan hormonal pada wanita
  • kelelahan fisik dan aktivitas yang berat
  • cahaya yang terang
  • suara yang nyaring
  • telat atau melewatkan jam makan
  • gangguan pola tidur atau kurang tidur
  • paparan asap rokok

Mencegah migrain dengan pola hidup sehat

Kebiasaan dan pola hidup sangat berpengaruh dalam pencegahan migrain. Terlebih lagi jika anda merasa bahwa migrain muncul akibat kebiasaan anda sehari-hari.

Berikut ini adalah pola hidup yang harus diperhatikan:

Tidur
Pengaturan pola tidur yang konsisten sangat membantu mencegah migrain. Biasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Pola tidur yang tidak teratur bisa menyebabkan sakit kepala.

Baca: Tips meningkatkan kualitas tidur

Pola Makan
Melewatkan waktu makan, atau level gula darah yang rendah bisa menyebabkan migrain. Termasuk di dalamnya minum air yang cukup setiap harinya.

Olahraga
Sediakan waktu untuk berolahraga secara teratur. Namun hindari olahraga yang terlalu berat karena bisa jadi kelelahan merupakan pemicu migrain anda. Walaupun begitu, olahraga yang teratur bisa membantu mencegah migrain, termasuk menghindari stres, yang mana juga dapat memicu sakit kepala muncul.

Managemen Stres
Bagi penderita migrain, stres adalah musuh utama dan termasuk pemicu migrain yang paling umum. Sediakan waktu untuk relaksasi dan menenangkan diri setiap harinya, misalnya dengan mendengarkan musik slow, pijatan ringan, atau terapi relaksasi lainnya.

Baca juga: Relaksasi efektif dengan latihan pernapasan.

Selalu konsultasikan mengenai masalah migrain Anda dengan dokter, serta berbagai metode yang paling tepat untuk mengobati dan mencegah sakit kepala migrain Anda.