Penyebab Bau Ketiak

Bau ketiak adalah masalah bau badan yang memalukan tetapi sangat umum terjadi pada orang dewasa. Bagi kebanyakan orang, bau pada ketiak mereka tidak terlalu kentara sehari-harinya dan tidak menjadi masalah besar.

Namun, bagi sebagian orang, ketiak mereka menghasilkan bau yang kuat dan berlebihan setiap harinya sehingga menjadi masalah yang dikhawatirkan. Untuk dapat mengambil tindakan pencegahan dan pengobatan, terlebih dahulu Anda harus memahami faktor-faktor yang bisa menyebabkan masalah bau ketiak.

Apa penyebab bau ketiak?

Bau ketiak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, dan alasan mengapa aroma yang muncul di ketiak lebih kuat daripada di tempat lainnya sebenarnya sama dengan yang terjadi pada bau kaki.

Ketiak, pangkal paha, dan telapak kaki adalah bagian tubuh yang biasa tertutup oleh pakaian atau sepatu untuk waktu lama setiap harinya. Bau ketiak bisa menjadi sangat kuat karena fakta bahwa ketiak merupakan bagian tertutup dengan rambut tubuh yang termasuk lebat, kondisi panas akibat ventilasi yang buruk, dan kecendrungan untuk berkeringat dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

Sama seperti bau badan lainnya, bau ketiak biasanya muncul saat seseorang menginjak pubertas dan akan semakin memburuk jika tidak ditangani pada masa itu. Maka dari itu, penting untuk menyadari secara dini apa yang mungkin menjadi penyebab bau ketiak Anda sehingga dapat diambil tindakan yang sesuai.

Berikut adalah faktor-faktor yang bisa menyebabkan aroma ketiak yang tidak sedap:

  1. Bakteri

    Bau pada ketiak pada dasarnya bukan berasal dari keringat dalam kondisi normal itu sendiri tetapi dari keringat yang diuraikan oleh bakteri dan jamur di ketiak. Terdapat berbagai jenis bakteri dan jamur yang biasa hidup di permukaan kulit manusia, dan sebagian besar dari mereka tidak akan menimbulkan gangguan jika kulit tersebut utuh dan sistem kekebalan tubuh berfungsi secara normal. Flora kulit ini mendapatkan asupan makanan dari minyak, keringat, dan sel-sel kulit mati.

    Keberadaan bakteri dan jamur kulit ini menghasilkan gas yang dilepaskan ke udara, yang sebagian bisa memiliki bau tidak sedap dan disebut bau badan, atau dalam kasus ini, bau ketiak.

  2. Keringat

    Terdapat sekitar tiga sampai empat juta kelenjar keringat dalam tubuh manusia. Keringat itu sendiri terbentuk dari air, elektrolit, dan zat cair yang merupakan produk sisa yang sebagian dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin oleh ginjal. Maka dari itu, keringat bisa memiliki bau ammonia yang tidak sedap, serupa dengan bau urin. Dengan keberadaan bakteri dan jamur di kulit ketiak, bau keringat ini akan menjadi semakin buruk.

  3. Minyak kulit

    Minyak kulit, atau disebut juga sebum, dihasilkan oleh kelenjar minyak dan berfungsi melembabkan kulit dan rambut di area tersebut. Ada bukti yang menunjukkan bahwa minyak kulit ini mengandung senyawa yang disebut feromon, yaitu sejenis zat kimia yang memiliki aroma khas pada masing-masing jenis kelamin.

  4. Rambut

    Rambut ketiak (umumnya disebut bulu ketiak) adalah salah satu karakteristik seksual sekunder yang menunjukkan pubertas, dan sama dengan rambut di area tubuh lainnya, bisa memerangkap keringat, minyak, dan sel-sel kulit mati.

    Rambut ketiak juga bisa mengurangi panas yang keluar dari tubuh, yang membuat area di bawah lengan ini lebih hangat sehingga meningkatkan keringat dan menjadi tempat ideal bagi flora kulit untuk tumbuh.

  5. Diet

    Keringat terkadang bisa dihasilkan secara berlebihan saat Anda mengonsumsi makanan tertentu, terutama makanan pedas. Bawang putih, kare, dan rempah-rempah lainnya adalah bahan makanan yang biasa memicu pelepasan gas yang mengandung sulfur melalui pori-pori kulit. Gas ini cendrung menyebabkan aroma yang tidak sedap, tetapi bau ketiak Anda seharusnya berkurang setelah Anda mengurangi jenis makanan ini.

  6. Gaya hidup

    Gaya hidup juga berperan dalam memicu bau ketiak. Kekurangan asupan cairan (dehidrasi), konsumsi kafein dan rokok yang berlebihan bisa menyebabkan bau badan, baik itu yang berasal dari mulut maupun ketiak. Ini juga berlaku bagi konsumsi alkohol yang berlebihan yang akan memengaruhi kapasitas hati dan menyebabkan kerusakan hati sehingga berdampak pada ketiak yang berbau.

    Orang yang sering berolahraga dan sensitif terhadap suhu tinggi juga cendrung lebih banyak berkeringat, yang bisa memicu bau ketiak. Kebiasaan menggunakan pakaian ketat dan tertutup juga bisa memperburuk aroma tidak sedap pada ketiak.

  7. Stress

    Emosi yang kuat terkadang bisa meningkatkan produksi keringat dan berpengaruh pada bau badan. Rasa marah, sedih, dan terutama rasa takut dan cemas bisa membuat Anda lebih banyak berkeringat daripada biasanya dan memicu bau ketiak. Namun, bau ketiak yang dipicu oleh stres cendrung bersifat sementara dan akan menghilang setelah Anda tenang dan melepaskan diri dari stres atau emosi kuat lainnya tersebut.

  8. Kondisi medis

    Orang yang menderita hyperhidrosis, atau keringat berlebihan, menghasilkan keringat dalam jumlah besar dalam kondisi yang normal, bahkan ketika tidak ada faktor eksternal yang memicunya. Gangguan ini disebabkan oleh kelenjar keringat yang terlalu aktif dan faktor hormon dan saraf lainnya.

    Kondisi medis lain, seperti gangguan hati dan ginjal, dan terutama diabetes, juga bisa menyebabkan bau badan. Orang dengan kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau wanita yang sedang menopause juga rentan menderita bau ketiak akibat keringat berlebihan.

  9. Obat-obatan

    Bau badan, termasuk bau ketiak, bisa menjadi efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat memicu produksi keringat yang berlebihan, seperti obat penurun demam atau obat morfin. Obat-obatan lain seperti antihistamin, dekongestan, dan relaksan otot juga bisa memicu mulut kering dan bau napas tidak sedap.

    Jika bau ketiak Anda dipicu oleh obat-obatan, aroma tidak sedap tersebut seharusnya menghilang setelah Anda menghentikan penggunaan obat tersebut. Namun, selalu konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan penggunaan obat apapun.

Bagaimana bau ketiak didiagnosis?

Bau ketiak, sama seperti masalah bau badan lainnya, sebenarnya tidak memerlukan profesional kesehatan untuk membuat diagnosis. Seseorang bisa mencurigai sendiri bahwa ketiaknya cendrung berbau, atau anggota keluarga, teman, dan rekan kerjanya mungkin akan memberi tahu bahwa ia memiliki bau ketiak yang kuat.

Bau ketiak merupakan kondisi tubuh yang pada dasarnya tidak membahayakan, tetapi ini juga bisa menjadi tanda dari gangguan kesehatan lainnya yang lebih serius. Bau badan yang manis bisa mengindikasikan diabetes akibat tingginya kadar keton dalam darah, sedangkan penyakit hati atau ginjal bisa menimbulkan bau badan yang asam akibat penumpukan racun dalam tubuh. Maka dari itu, hubungi dokter jika:

  • Anda mulai berkeringat secara berlebihan di malam hari, meskipun suhu kamar Anda sejuk.
  • Anda mulai berkeringat lebih banyak dan lebih sering daripada biasanya, tanpa alasan yang jelas.
  • Anda mengalami keringat dingin tanpa gejala penyakit lainnya.
  • Keringat dan bau ketiak Anda yang berlebihan mulai mengganggu rutinitas harian Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here