Penyebab dan Pemicu Serangan Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala parah, biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja, sehingga dikenal dengan sakit kepala sebelah. Serangan migrain juga sering diikuti dengan mual, muntah, dan menjadi sangat sensitif terhadap suara dan cahaya.

Rekomendasi: Apa itu migrain?

Penyebab migrain

Penyabab migrain masih belum sepenuhnya dipahami. Dalam waktu yang lama, para ahli meyakini bahwa migrain disebabkan oleh masalah jaringan pembuluh darah ke kepala dan otak. Akan tetapi saat ini, berdasarkan penelitian panjang, para ahli menyebutkan bahwa migrain disebabkan oleh aktivitas abnormal genetik/bawaan pada sel-sel saraf tertentu di otak.

Migrain merupakan penyakit genetik, sehingga seseorang yang memiliki migrain dapat menurunkan kecenderungan otak untuk bereaksi abnormal terhadap pemicu-pemicu migrain seperti kelelahan, cahaya yang sangat terang, stres, dan lain sebagainya.

Terdapat semacam ‘pusat pengendali’ migrain di otak. Migrain dimulai saat sistem saraf tertentu secara hiperaktif memompa pembuluh darah dan menyebabkan mereka menyempit atau menegang, diikuti dengan reaksi abnormal lain pada sistem saraf di area tersebut yang menyebabkan denyutan terasa sangat sakit.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa migrain disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor utama sedangkan faktor lingkungan lebih diartikan sebagai hal-hal yang dapat memicu datangnya serangan atau gejala migrain.

Pemicu serangan migrain

Umumnya migrain dapat dipicu oleh faktor-faktor eksternal. Hal-hal yang termasuk sebagai pemicu migrain antara lain:

  • Stres dan depresi
    Ini adalah pemicu migrain yang paling umum. Sakit kepala yang parah akibat migrain sangat mudah datang pada saat-saat stres. Pada kondisi stres, sel-sel tertentu di otak akan bereaksi secara hiperaktif untuk melawan kondisi tersebut dan mempengaruhi sistem pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan migrain.Bawaan lain akibat stres dan depresi seperti rasa was-was, khawatir, kelelahan emosional, dan lain-lain juga dapat memicu migrain atau dapat memperparah rasa sakit berdenyut saat serangan migrain terjadi.
  • Makanan atau zat kimia tertentu
    Beberapa jenis makanan dan kandungan yang terdapat pada makanan dapat memicu migrain, seperti alkohol, coklat, keju tua, daging olahan, dan kandungan monosodium glutamate (MSG).
  • Kafein
    Mengkonsumsi kafein secara berlebihan kemudian berhenti dapat memicu migrain. Migrain tersebut muncul saat level kafein secara tiba-tiba menurun. Itulah mengapa kafein sering digunakan untuk membantu mengatasi serangan migrain yang parah.
  • Perubahan hormonal pada wanita, baik itu karena menstruasi, kehamilan, konsumsi pil KB, dan lain sebagainya.
  • Kelelahan fisik
  • Cahaya terang
    Misalnya cahaya matahari langsung tanpa kacamata, atau juga cahaya terang yang berasal dari layar televisi.
  • Suara nyaring
    Misalnya suara yang berasal dari pekerjaan konstruksi atau konser.
  • Perubahan atau gangguan pola tidur
  • Melewatkan/terlambat makan
  • Merokok atau paparan asap rokok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here