Tanda dan Gejala Diabetes

Pertanda dan gejala awal diabetes sering kali terlewatkan, sengaja atau tidak disengaja, karena tampak tidak berbahaya dan tidak menunjukkan keadaan yang serius. Padahal mengetahui gejala diabetes bisa sangat membantu agar penderitanya mendapatkan penanganan lebih dini serta mencegah kerusakan lebih jauh yang diakibatkan oleh diabetes.

Gejala diabetes umumnya sangat berhubungan dengan hiperglikemia (tingginya kadar gula darah), seperti sering buang air kecil, sering haus, kelelahan, dan dehidrasi.

Kondisi pra-diabetes—yang tidak menunjukkan gejala sama sekali–juga sering muncul sebelum akhirnya berubah menjadi diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 dan gejalanya berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun.

Pada diabetes tipe 1, gejalanya muncul secara mendadak, memburuk dalam waktu singkat, dan sering disertai dengan mual, muntah, atau sakit perut.

Untuk diketahui, ‘proses pengrusakan’ yang diakibatkan oleh kondisi yang sering disebut gula darah tinggi ini bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun sebelum gejala awalnya muncul.

Gejala umum diabetes

gejala diabetesDiabetes bisa saja menunjukkan gejala yang sangat ringan, atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Hal ini menyebabkan sebagian orang tidak menyadari kondisi diabetes yang sedang berkembang. Ini biasanya terjadi pada sebagian besar kasus diabetes tipe 2.

Proses ‘pengrusakan’ yang diakibatkan tingginya gula darah ini bisa saja telah berlangsung selama bertahun-tahun sebelum gejala awalnya muncul.

NOTE: Segera temui dokter jika satu atau beberapa gejala diabetes berikut ini muncul. Mendeteksi diabetes sejak dini sangat penting agar kondisinya bisa ditangani sejak awal dan menghindari komplikasi yang lebih serius.

Gejala diabetes yang umum antara lain:

1. Sering buang air kecil
Ketika glukosa (gula darah) tinggi, Anda akan buang air kecil lebih sering. Gula darah yang berlebih menjadikan ginjal mencoba untuk menyaring dan membersihkannya untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, sehingga tubuh akan membuangnya melalui air urine.

2. Sering merasa haus
Cairan dalam tubuh akan diambil untuk membantu mengeluarka gula berlebih dari dalam tubuh. Frekuensi urinasi yang meningkat menyebabkan tubuh menjadi haus. Akibatnya seseorang akan minum air lebih sering, yang juga akan meningkatkan urinasi.

3. Dehidrasi dan mulut kering
Ini masih berhubungan dengan gejala sebelumnya. Sering buang air kecil membuat tubuh menjadi dehidrasi dan mulut terasa kering.

4. Sering merasa lapar
Hormon insulin berfungsi untuk menyalurkan energi (glukosa) ke sel-sel tubuh. Pada penderita diabetes, sel tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup, entah karena jumlah insulin yang kurang atau karena sel-sel tubuh yang tidak sensitif terhadap insulin.

5. Berat badan bertambah
Ini bisa terjadi akibat tubuh yang sering merasa lapar, yang menjadikan Anda makan secara berlebihan.

6. Berat badan turun secara drastis
Gejala ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Tubuh yang tidak menghasilkan insulin membuat sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi dari glukosa, sehingga akan mencari sumber energi lain. Jaringan otot dan lemak akan dipecah untuk dijadikan energi alternatif bagi tubuh.

Karena diabetes tipe 1 sifatnya mendadak (diabetes tipe 2 berkembang secara perlahan), maka penurunan berat badan secara drastis lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1.

7. Kelelahan
Saat insulin tidak bekerja dengan normal, tubuh tidak mendapatkan energi. Hal ini menyebabkan Anda merasa kelelahan. Dehidrasi juga bisa menyebabkan tubuh Anda merasa lelah.

8. Gangguan penglihatan, pandangan kabur
Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan lensa mata mengalami gangguan/distorsi dan kehilangan fleksibilitasnya, mengakibatkan mata susah untuk fokus. Lama kelamaan gejala ini dapat mengakibatkan kerusakan pada mata, hingga kebutaan.

9. Sering mengalami infeksi
Kadar gula darah yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan peredaran darah, yang bisa mengakibatkan penderitanya rentan mengalami infeksi berulang, seperti pada kulit, saluran kemih, serta pada gusi dan mulut.

10. Luka yang lama sembuhnya (khususnya pada kaki)
Sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf akibat diabetes menyebabkan proses penyembuhan tubuh menjadi sangat lambat dan susah, terlebih pada bagian kaki. Luka gores kecil pada kaki dengan mudah menjadi luka infeksi, yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi semakin parah dan melebar.

11. Mati rasa dan kesemutan, khususnya di tangan atau kaki
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, dan mengakibatkan timbulnya sensasi mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki. Kondisi ini disebut neuropathy. Gejala ini biasanya muncul setelah beberapa tahun mengalami diabetes.

gejala diabetes
Gejala diabetes (Mikael Häggström – Wikipedia Commons)

Bagaimana diabetes dideteksi?

Diabetes bisa diketahui dari tes urin, untuk mencari tahu apakah terdapat glukosa yang berlebihan. Selanjutnya diikuti dengan tes darah untuk mengukur kada glukosa dalam darah. Ini selanjutnya bisa mengonfirmasi apakah gejala yang Anda alami adalah gejala diabetes.